Shalat Rawatib Sebelum Zuhur, 2 Rakaat atau 4 Rakaat?

PERCIKANIMAN.ID – – Shalat rawatib, banyak sekali keutamaannya, salah satunya shalat  sunnah qabla dhuhur. Dalam sebuah hadits dari Ummu Habibah r.a. mengatakan bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda,

 

Orang yang mengerjakan shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam, pasti dibangun untuknya sebuah rumah di surga” (H.R. Muslim).

 

Dalam redaksi lain disebutkan, “Seorang hamba Muslim yang mengerjakan shalat karena Allah setiap hari dua belas rakaat sebagai ibadah sunah, bukan wajib, Allah pasti akan membangun untuknya sebuah rumah di surga.

 

Aisyah r.a. bercerita, Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang berkeinginan keras untuk mengerjakan shalat sunah dua belas rakaat, Allah pasti membangun untuknya rumah di surga: empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh.” (H.R. Tirmidzi)

 

Ada juga keterangan lain yang menyebutkan bahwa shalat sunah sebelum Zuhur ini dua rakaat, yaitu hadis dari Abdullah bin Umar r.a., yaitu “Aku selalu menjaga shalat dua belas rakaat: dua rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sebelum Maghrib di rumah, dua rakaat setelah Isya di rumah, dan dua rakaat sebelum shalat Subuh.” Di dalam riwayat lain disebutkan, “Dua rakaat setelah shalat Jumat di rumah” (Muttafaq ‘alaih).

 

Ungkapan dua belas rakaat yang dimaksud dalam hadis Abdullah bin Umar r.a. adalah jika shalat tersebut ditambah dengan dua rakaat setelah shalat Jumat, sedangkan shalat sunah sebelum Zuhur hanya dilaksanakan dua rakaat.

 

BACA JUGA: Keutamaan Shalat Sunat Rawatib, 3 Hal Akan Kita Dapatkan

 

Selain itu, dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Aisyah r.a. pun pernah mengatakan, “Rasulullah Saw. shalat sebelum Zuhur dua rakaat dan setelah Zuhur dua rakaat.”

 

Jadi, keterangan dalam beberapa hadis sahih menyebutkan jika shalat rawatib sebelum Zuhur dilaksanakan dua dan empat rakaat. Sepintas, hadis-hadis tersebut kontradiktif padahal kedudukannya memiliki derajat kesahihan yang sama. Lalu, bagaimana solusinya? Kedua hadis itu bisa digunakan. Artinya, shalat sunah rawatib sebelum Zuhur bisa dilaksanakan empat rakaat maupun dua rakaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

Disadur dari buku Jangan Hanya 5 Waktu: Panduan Lengkap Shalat Wajib & Sunat Sehari Penuh Plus Doa-doa Harian karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si.

 

5

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

931

(Visited 1,571 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment