Manfaat Istighfar Setelah Taubat

berdoa berdzikir

PERCIKANIMAN.ID – – Istighfar sering dijadikan sebagai obat mujarab dan terapi yang efektif agar terbebas dari dosa dan kesalahan. Siapa yang jiwanya dirobek kekhawatiran, disiksa kesedihan, serta dilanda kegelisahan, hendaknya beristighfar, karena dia dapat menghancurkan gumpalan-gumpalan kesedihan dan kristal-kristal kegundahan.

 

Lalu, sejauh manakah hubungan istighfar dengan taubat? Istighfar dan taubat bagaikan sekeping mata uang logam. Ketika seseorang akan bertaubat, dia harus beristighfar. Begitu juga jika seseorang beristighfar, berarti dia sedang bertaubat dari dosa yang di lakukan. Istighfar dan taubat adalah dua kata yang tidak mungkin dipisahkan.

 

Secara bahasa, kata taubat berasal dari kata “at-tawwab”, yang artinya “kembali”. Kata ini mengandung makna bahwa ”yang kembali” berarti pernah berada pada posisi buruk. Jadi, taubat adalah kembalinya seseorang dari jalan yang salah ke jalan yang benar (diridhai oleh Allah Swt.).

 

 

Taubat yang pertama kali dialami oleh manusia adalah penyesalan Adam dan Hawa ketika masih berada di surga yang kemudian diturunkan ke bumi karena melanggar perintah Allah Swt. Firman-Nya, “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu (Hawa) surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai dan janganlah kamu dekati pohon ini (pohon khuldi) yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 35)

 

 

Setelah itu datanglah iblis, menaburkan bujuk rayunya kepada Adam dan Hawa supaya memakan pohon khuldi yang dilarang oleh Allah. Karena terbawa oleh bujuk rayu iblis, Adam dan Hawa lupa akan larangan itu, yang menyebabkan mereka terusir dari surga,

 

 

“Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka, ‘Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu, ‘Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua.” (Q.S. Al-A‘raaf [7]: 22)

 

 

BACA JUGA: 11 Manfaat Bila Kita Rajin Beristighfar

 

 

Setelah mendapat teguran dari Allah Swt., Adam dan Hawa menyesali perbuatannya. Mereka kemudian bertaubat dengan mengucapkan kalimat istighfar, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.S. Al-A‘raaf [7]: 23).

 

Quran Al Muasir Diskon Spesial, klik disini

 

Dari kisah taubatnya Adam, dapat diambil kesimpulan bahwa kata “taubat” dan “istighfar” tidak mungkin dipisahkan karena dalam praktiknya kedua istilah itu selalu beriringan. [ ]

 

Dikutip dari buku Dzikir Orang-orang Sukses karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si.

5

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

950

(Visited 181 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment