Tips Menjaga Kesehatan Janin Dalam Kandungan, Ini Yang Harus Diperhatikan

PERCIKANIMAN.ID – –  Kehamilan momen yang sangat spesial bagi sebuah keluarga khususnya kaum ibu. Untuk itu semasa kehamilan harus betul-betul diperhatikan dan dijaga agar janin dalam rahim sang ibu tumbuh kembang dengan baik dan bayi lahir dengan sehat serta ibu selamat.

 

Ada beberapa faktor eksternal yang dapat mempengaruhi perkembangan atau kesehatan janin salah satunya sinar rontgen, panas tinggi, sinar yang menyilaukan, suara melengking tinggi, dan magnet bisa langsung memengaruhi janin. Gangguan melalui udara, misalnya asap tembakau, diketahui dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan, kematian mendadak dalam kandungan, atau hipertensi pulmonal persistent.

 

Uap kamper atau naphthalene bisa menimbulkan gangguan hemolisis berat pada janin dan deficiency G6PD pada ibu. Gangguan bisa juga disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi ibu hamil. Contohnya tragedi Minamata di Jepang. Gangguan saraf pada anak-anak yang mengalami pencemaran zat methyl mercury yang berasal dari acet aldehyde dari tanam-tanaman dan ikut terbuang ke laut.

 

Zat ini mencemari biota laut, dikonsumsi masyarakat sekitarnya, dan beberapa tahun kemudian baru menimbulkan gangguan saraf pada anak-anak yang terpapar lewat konsumsi ibunya ketika hamil. Saat ini juga dikhawatirkan limbah pabrik dan sampah telah mencemari biota laut di teluk Jakarta, walaupun menurut penelitian ikan masih aman untuk dikonsumsi tetapi untuk golongan kerang-kerangan belum ada penjelasan. Sejak dulu, kerang hijau dari teluk Jakarta diragukan keamanannya untuk dikonsumsi, terutama oleh ibu hamil.

 

Beberapa zat dalam darah ibu hamil bahkan bisa menembus plasenta, yaitu zat yang berbobot molekuler rendah, juga yang larut dalam lemak, seperti ethanol atau benzopyrene (dalam asap rokok), atau mirip dengan nutrient seperti timbal.

 

Di Indonesia, kesadaran akan kebersihan begitu rendah. Kota Bandung yang dulu terkenal dengan sebutan Kota Kembang, kini berubah bahkan berbalik seratus delapan puluh derajat, menjadi Kota Sampah. Padahal, sampah akan menimbulkan limbah organik. Reaksi kimia yang ditimbulkannya bisa masuk ke dalam tubuh kita dan melakukan perubahan di dalamnya, seperti mengubah gen dan menimbulkan penyakit.

 

Kalaulah kita mau benar-benar menunaikan ajaran Islam, tampaknya berbagai permasalahan yang berhubungan dengan cacat janin atau kematian janin dalam kandungan dapat kita antisipasi. Kita ambil contoh sederhana, yaitu wudlu. Salah satu syarat sahnya shalat adalah berwudlu. Wudlu dimaksudkan sebagai penyuci hadas kecil. Filosofi sederhana dari berwudlu adalah mengajarkan pada manusia tentang arti penting kebersihan.

 

Namun, sayang filosofi sederhana tersebut sering tidak dipahami atau mungkin kita memang sengaja tidak mau memahaminya. Yang terjadi justru sebaliknya, alih-alih menjaga kebersihan, manusia malah merusak alam sehingga terganggunya ekosistem yang pada akhirnya menimbulkan pengaruh yang negatif pada manusia pula.

 

Tragedi Minamata adalah salah satu contoh dari ribuan atau bahkan jutaan kasus dari kelalaian, kecerobohan, serta ketamakan manusia, sehingga dampak negatifnya dirasakan kembali oleh manusia. Dalam hal ini Allah telah berfirman,

 

”Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (Q.S. Ar-Ruum 30 : 41).

 

Hal yang juga perlu diketahui adalah banyak hal yang memengaruhi kesehatan janin, tidak hanya setelah terjadinya pembuahan, ketika berada di dalam rahim, dan sebelum ia dilahirkan ke alam dunia. Lebih dari itu, kualitas sel telur (ovum) dan sperma memiliki andil yang sangat besar. Kualitas ovum dan sperma ini dipengaruhi oleh lingkungan.

 

Sel telur manusia dibuat saat waktu janin di dalam kandungan. Sel telur (oogonia) pada waktu lahir akan berubah menjadi oocyt primer yang ada dalam suatu bentuk meiosis yang belum sempurna (prophase) tanpa membran inti, sebagian lagi akan berbentuk dictyotene (bentuk istirahat), saat menjelang proses penyuburan (ovulasi) baru berubah ke metaphase.

 

Para ahli memperkirakan makin bertambah umur seseorang, akan makin banyak perubahan (nondisjunction) yang diakibatkan oleh reaksi kimia dari lingkungan yang mencemari tubuhnya. Hal ini bisa dibuktikan lewat suatu penelitian pada cairan folikel ovum yang didapat pada suatu proses bayi tabung (ovum pick up), bahwa kandungan zat kimia merugikan (istilahnya Xenobiotics), di dalamnya terdapat zat polychlorinated biphenyl/PCB (pelarut/solvent yang biasa digunakan dalam industri) sebesar 8.03 ppb, juga DDT (insektisida) 3,37 ppb, Hexachlorobenzene 2,59 ppb, dan Lindane 1,22 ppb.

 

BACA JUGA: Cara Menjalani Ikhtiar Kehamilan dengan Sabar dan Optimis

 

Savitz dan beberapa ahli lainnya (1989) mengemukakan bahwa lingkungan kimia bisa menyebabkan gangguan pada sel spermatozoa yang menyebabkan gangguan dalam genetic imprinting (perbanyakan gen pada pertumbuhan atau pergantian sel).

 

Penelitian tersebut menyatakan bahwa kejadian janin mati dalam kandungan sering ditemukan pada istri yang suaminya bekerja di industri tekstil. Persalinan premature/sebelum waktunya sering terjadi pada istri yang bersuami pekerja industri gelas, tanah liat, batu-batuan, tekstil, atau pertambangan.

 

Gangguan pertumbuhan janin/intra uterine growth retardation sering terjadi pada istri yang bersuami pekerja di industri seni atau tekstil. Keguguran kandungan sering terjadi pada istri yang suaminya sering terkontaminasi oleh uap mercury/ethylene chloride/uap pelarut kimia pada industri karet.

 

Beberapa Xenobiotics membentuk timbunan dalam jaringan dan keluar pada saat tertentu.

  1. Zat Organohalogen diketahui sangat stabil dalam jaringan seperti PCB yang banyak dipakai sebagai insulator cair untuk transformator atau kapasitator. Zat ini mulai digunakan pada tahun 1966 dan mencapai puncak kepopuleran tahun 1970, sehingga akhirnya diketahui berbahaya dan dilarang penggunaannya. Zat ini terbukti bisa menimbulkan racun pada minyak beras, penyakit yang ditimbulkannya di Jepang dinamakan Yucho (1968) dan di Taiwan dikenal dengan nama Yuchen (1979). Gejala yang ditimbulkannya berupa bercak gelap di kulit, jerawat, dan gangguan saraf tepi, serta bisa mengganggu pertumbuhan pada keadaan tertentu.

 

2. Lead/Plumbum (timbal atau timah hitam), terdapat dalam bensin premium, cat tembok, cat rambut, atau komponen batu batere, dikenal bisa bertahan stabil di dalam tulang manusia sampai 25 atau bahkan 30 tahun. Pada waktu hamil, kalsium diambil dari tulang dan Pb akan ikut keluar masuk dalam darah dan meracuni janin, penyakitnya disebut Plumbism anak. Timbal juga diteliti mempunyai hubungan dengan penyakit autism. [ ]

 

Disadur dari buku Kehamilan Yang Didamba Ikhtiar Menggapai Dan Merawat Kehamilan karya dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG(K)., M.M. dan Dr. Aam Amiruddin, M.Si.

5

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

951

(Visited 125 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment