Tips Rajin Shalat Tahajud, Lakukan 6 Hal Ini

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bagaimana kiatnya agar kita bisa rajin shalat Tahajud? Dulu waktu belum menikah dan belum punya anak saya suka shalat Tahajud. Namun setelah setelah menikah dan punya anak jadi jarang bahkan sebulan juga belum tentu. Mohon nasihatnya dan terima kasih ( Devi via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb. Iya Ibu Devi, bapak ibu, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian. Shalat Tahajud adalah Shalat sunat yang banyak sekali keutamaannya. Imam Syafi’i pernah menyampaikan bahwa do’a-do’a yang dipanjatkan saat shalat tahajud, bak anak panah yang langsung menuju sasaran . Artinya, do’a diwaktu tahajud sangatlah mustajab.

 

Namun masalah utamanya adalah seringkali kita susah untuk bangun disepertiga malam terakhir, padahal sangat disayangkan kalau waktu tahajud tidak digunakan sebaik-baiknya.

 

Apa yang Anda alami mungkin juga banyak dialami oleh ibu-ibu atau bapak-bapak yang lainnya. Kita jadi maklum saat masih sendiri tentu waktunya sangat luang untuk melaksanakan shalat Tahajud. Namun setelah menikah dan mempunyai anak, terkadang karena kesibukan dan mengurus rumah tangga kebiasaan shalat Tahajud menjadi berat dan sulit. Salah satunya mungkin karena capek atau lelah seharian mengurus rumah tangga sehingga bangun malam menjadi malas.

 

Namun demikian ada beberapa hal atau kiat agar kita kembali bersemangat lagi untuk shalat Tahajud meski kesibukan harian sangat padat dan kadang menyita waktu istirahat sehingga bangun malam agak malas.

 

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan agar kita mudah bangun malam untuk shalat Tahajud, yaitu

 

  1. Menguatkan niat untuk melaksanakan shalat

Kalau sudah berniat dan tetap tidak terbangun, niat kita akan tetap dicatat sebagai sebuah ibadah. Abu Darda r.a. mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang akan tidur dan berniat hendak bangun shalat malam, kemudian terlanjur terus tertidur hingga pagi, maka dicatatlah niatnya sebagai satu pahala, sedang tidurnya itu dianggap sebagai karunia Allah yang diberikan kepadanya” (H.R. Nasa’i dan Ibnu Majah dengan sanad yang sahih).

 

2. Menghindari kemaksiatan di siang hari

Orang yang berbuat dosa tidak akan diberi pertolongan untuk bangun malam. Sebaliknya, orang yang berbuat baik akan selalu diberi kumudahan untuk bangun malam.

 

Seseorang bertanya kepada Hasan al-Bashri, “Wahai Abu Sa’id (Panggilan akrab al-Bashri), aku ingin bangun malam dan menyucikan diri, tetapi aku tidak bisa melakukannya.” Al-Bashri menjawab, ”Dosa-dosamu telah membelenggu jiwamu.”

 

Beberapa orang bertanya kepada ’Abdullah bin Mas’ud, ”Mengapa kami tidak bisa (sulit) bangun malam?” Dia menjawab, ”Dosa-dosa kalian telah membuat kalian jauh dari Allah Swt.”

 

3. Menghindari pembicaraan dan tontonan yang kurang perlu sebelum tidur

Hindarkanlah pembicaraan atau obrolan yang tidak ada manfaatnya sebelum tidur. Tidak sedikit orang yang tidurnya larut malam karena ngobrol ngalor ngidul yang tak jelas ujung pangkal dan tujuannya.

 

Rasulullah Saw. bersabda, ”Keimanan seseorang tidak akan menjadi teguh sebelum hatinya bersih, dan hatinya tidak akan menjadi bersih sebelum lisannya juga bersih” (H.R. Ahmad).

 

Langkah pertama untuk membersihkan lisan adalah tidak ikut campur dalam hal yang bukan urusannya dan tidak berbicara tentang sesuatu yang tidak ditanyakan.

 

Selain menjaga lisan, agar kita mudah bangun malam, hindarkan juga pandangan kita dari hal-hal yang tidak ada manfaatnya, hindari tontonan televisi yang tidak berbobot.

 

Rasulullah Saw. bersabda, ”Termasuk kesempurnaan iman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna” (H.R. Tirmidzi).

 

4. Sedikit makan sebelum tidur

Jika ingin mudah bangun malam, kurangilah makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, terlebih saat makan malam. Terlalu banyak makan bisa menyebabkan tidur terlalu pulas. Rasulullah Saw. bersabda, “Bagi manusia, tidak ada sesuatu yang lebih buruk kecuali perut yang terlalu penuh dengan makanan. Cukuplah baginya beberapa suap sekadar dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalaupun tidak bisa dilakukan, hendaklah sepertiganya untuk makanan, sepertiganya untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk bernapas.” (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim dan Ibnu Mubarak)

 

5. Menghindari tidur terlalu malam

Kalau tidak ada pekerjaan yang sangat penting untuk diselesaikan, segeralah tidur setelah shalat Isya. Ini di antara cara-cara yang efektif agar kita bisa bangun malam. Istirahat yang cukup akan mengembalikan tubuh kita bugar sehingga bisa melaksanakan shalat Tahajud dengan penuh semangat. Pada tahap berikutnya, kita akan terbiasa bangun malam meskipun tidur terlambat.

 

Orang yang tidur lebih awal akan mendapatkan kecukupan tidur sehingga bisa memanfaatkan lebih banyak waktunya untuk beribadah di malam hari dan aktivitas bekerja setelah subuh. Dengan demikian, dia akan mendapatkan banyak manfaat dalam urusan dunia dan akhirat.

 

Rasulullah Saw. bersabda, “Umatku diberkahi jika mereka tidur lebih awal.

 

6. Mewaspadai bisikan setan

Pernahkah kit merencanakan shalat Tahajud dan memasang alarm pada jam 3 pagi. Saat alarm itu berbunyi lalu kita bangun, tetapi tebersit dalam pikiran “Lima menit lagi ah…”, dan ternyata kita terbangun saat mendengar azan Subuh berkumandang. Inilah bisikan setan yang harus diwaspadai. Setan akan menggoda manusia dengan segala cara.

 

Hai, anak cucu Adam! Jangan sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana setan telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga… ” (Q.S. Al-A‘rāf [7]: 27)

 

Anda juga bisa mengajak pasangan atau suami untuk menemani shalat Tahajud. Jika suami masih malas, cobalah minta suami untuk pasang alarm dan minta Anda dibangunkan. Mudah-mudahan kebiasaan baik sebelumnya dapat dilakukan lagi.

 

Itulah langkah-langkah yang bisa dilakukan agar kita dapat melaksanakan shalat Tahajud. Semoga Tahajud yang kita laksanakan dapat menghapus dosa dan kesalahan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait bahasan membangun rumah tangga yang sakinah,mawadah dan penuh rahmah termasuk didalamnya bagaimana mengajak suami atau istri dalam kebaikan, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA”. Didalamnya juga  ada tips dan trik bagaimana mengajak pasangan bersama-sama dalam ibadah, termasuk dalam ibadah shalat-shalat sunnah  . Wallahu’alam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

945

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

(Visited 3,817 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment