Tips Mengajari Anak Berpuasa, Perhatikan 2 Hal Ini

0
124

PERCIKANIMAN.ID – – Mengajari anak berpuasa atau menahan lapar seharian pastinya bukan hal yang mudah. Sebab, sudah fitrahnya anak suka makan dan akan rewel jika diminta menahan lapar. Namun demikian bukan hal yang sulit untuk dilakukan jika sudah terbiasa.

 

iklan

Agar anak-anak mau melakukan puasa meski dalam keadaan menahan haus,dahaga bahkan lemas tentu harus melalui pembiasaan. Salah satunya adalah melalui latihan puasa. Namun sebelum melakukan latihan puasa ada beberapa hal yang mesti orangtua lakuka,

 

Pertama, lihat kondisi anak. Jika dia terlihat sehat dan lincah meski berpuasa menandakan daya tahan tubuhnya baik dan ia mampu berpuasa. Sebaliknya, jika anak sakit atau daya tahan tubuhnya lemah, jangan paksa dia untuk berpuasa.

 

Usahakan waktu sahur jangan terlalu pagi karena menyebabkan pengosongan perut berlangsung panjang. Sajikan menu sahur dengan gizi cukup dan seimbang.

 

Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata,

 

Rasulullah saw. mengutus (seseorang) pada pagi hari ‘Asyura ke kampungkampung Anshar, ‘Barangsiapa pada pagi hari telah berpuasa, hendaklah ia sempurnakan puasanya. Barangsiapa pada pagi hari telah makan, hendaklah ia berpuasa pada sisa waktunya pada hari itu.’ Oleh karena itu, kami dahulu melakukan puasa setelah kejadian itu dan kami ajak anak-anak kecil kami berpuasa dan pergi ke masjid, lalu kami buatkan mereka mainan dari tanah. Jika di antara mereka ada yang menangis karena ingin makan, kami berikan mainan itu kepadanya, sehingga sampailah waktu berbuka.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

BACA JUGA: Ciri Anak Terkena Gizi Buruk

 

Hadis tersebut di atas mengajarkan kepada kita untuk sebisa mungkin mengalihkan perhatian anak ketika ia minta makan. Sibukkan anak dengan berbagai kegiatan seperti bermain, berjalan-jalan, serta beragam aktivitas yang disukainya.

 

Kedua, jangan dulu dipaksakan jika kondisi tidak memungkinkan. Pada latihan pertama mungkin anak akan merasa tersiksa dengan menahan lapar dan dahaga. Anak bisa saja menjadi mudah marah atau ngambek dan tidak mau melakukan hal lain.

 

Ini hal ini terjadi maka jangan diteruskan dulu. Beri jeda dan penjelasannya hingga ia menjadi paham dan siap untuk berpuasa lagi. Selamat mencoba. [ ]

 

Dikutip dari buku “101 Pertanyaan tentang Kesehatan Anak” karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si dan Dr. Eddy Fadlyana, SpA(K), M.Kes

5

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

932