Satu Amal Dua Niat, Bagaimana Hukumnya?

0
169

 

 

iklan

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bolehkah kita menggabungkan beberapa niat untuk satu amalan? Misalnya shalat tahiyatul masjid, syukru wudhu dan qabla Dhuhur?  Atau dalam puasa sunnah di hari Senin dengan puasa tengah bulan. Mohon penjelasannya ( Raseva via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb.  Iya saudara Raseva, bapak ibu, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Dalam Islam itu secara umum ada dua jenis ibadah. Pertama adalah ibadah mahdhah yakni ibadah yang kaitannya langsung dengan Allah dan sudah baku aturannya sesuai kaidah syariah, contohnya shalat atau puasa.

 

Ibadah shalat itu jelas aturannya, baik waktu maupun pelaksanaannya, misalnya shalat Subuh, itu jelas dimana pun dan kapan pun tetap dua rakaat dan dikerjakan di pagi hari atau sebelum matahari terbit. Demikian juga misalnya shalat Dhuha maka dikerjakan diwaktu Dhuha, tidak bisa dikerjakan di sore hari atau siang saat tidak sibuk dan sebagainya. Begitu pula dengan ibadah puasa.

 

Di antara bentuk masalah yang Anda tanyakan adalah menggabungkan niat amalan wajib dan amalan sunnah, ibadah sunnah dengan sunnah yang berkaitan dengan ibadah maghdhah. Para ulama memberikan kaedah dalam hal ini, “Barangsiapa melakukan amalan sunnah, maka itu tidak bisa mencukupi yang wajib.”

 

Dalam arti lain bahwa ibadah mahdhah satu niat hanya untuk satu amalan, atau tidak bisa digabungkan beberapa niat untuk satu amalan lainnya. Misalkan Anda ingin mengerjakan shalat sunnah syukur wudhu,digabung dengan shalat tahiyatul masjid dan shalat qabla Dhuhur maka hal ini tidak diperbolehkan.

 

Jika Anda ingin melakukan ketiganya maka Anda bisa wudhu di rumah kemudian shalat syukur wudhu di rumah. Kemudian Anda datang ke masjid maka lakukan shalat dua rakaat tahiyatul masjid. Setelah itu Anda shalat dua rakaat untuk qabla Dhuhur.

 

Demikian juga untuk puasa, misalnya Anda mempunyai qadha puasa Ramadhan. Kemudian, Anda berniat puasa ‘Asyura, maka itu tidak bisa mencukupi atau mengganti puasa qadha yakni puasa Ramadhan. Namun jika Anda  melaksanakan qadha puasa Ramadhan dan bertepatan dengan hari puasa ‘Asyura’, maka qadha puasanya Anda tetap sah.

 

Atau Anda ingin mengerjakan puasa di hari Senin dengan niat mengqadha puasa Ramadhan sekaligus puasa sunnah hari Senin dan puasa sunnah tengah bulan (ayyamul bidh) maka itu tidak diperbolehkan.

 

BACA JUGA: Hukum Memakai Baju Bergambar Ketika Shalat

 

Anda harus memprioritaskan amalan apa yang hendak Anda kerjakan, apakah mengqadha puasa Ramadhan atau puasa sunnah di hari Senin. Namun lebih utama jika mendahulukan yang wajib dulu yakni qadha Ramadhan. Demikian juga untuk shalat maka Anda harus memprioritaskan shalat apa yang akan Anda kerjakan

 

Kedua adalah ibadah ghair mahdhah atau ibadah selain yang maghdhah tersebut maka boleh satu amalan untuk beberapa niat. Misalnya Anda datang ke majelis taklim atau pengajian,  maka boleh niatnya dan amalan sekaligus. Anda datang ke majelis taklim dengan niat mencari ilmu (thalabul ilmi), kemudian Anda juga niat mencari tambahan penghasilan dengan berdagang atau jualan (thalabul rizki), ditambah lagi karena Anda belum punya pasangan atau jodoh maka niat Anda juga sambil mencari jodoh (thalabul jodoh) maka hal ini diperbolehkan.

 

Jadi intinya, untuk ibadah maghdhah Anda hanya satu niat untuk satu amalan. Namun untuk ibadah ghair maghdhah Anda boleh satu amalan untuk beberapa niat. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

950

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/