Suami Hanya Memanjakan Anak Isteri Dengan Materi, Bagaimana Hukumnya?

Assalamu’alaykum Pak Aam, apakah salah apabila suami memanjakan istri dan anak dengan materi? Sementara perhatian dan kasih sayang tidak ada sama sekali karena suami sibuk dengan pekerjaannya. (Isma via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Ibu Ismia, bapak ibu, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian, orang mengekspresikan kasih sayang itu bermacam-macam caranya. Memanjakan anak dan istri dengan materi sebenarnya adalah bentuk perhatian dan kasih sayangnya, karena itu yang bisa dilakukan oleh suami Anda.

 

Sebagai istri tentu saja Anda harus memahami, suami Anda bukannya tidak sayang dan tidak perhatian, mungkin ia mempunyai kerangka pikir bahwa bekerja keras untuk keluarga adalah bentuk dari perhatian dan kasih sayang. Memberikan nafkah materi adalah salah satu kewajiban suami kepada istri dan keluarganya, sebagaimana disabdakan Rasul,

 

Dari Hakim bin Mu’awiyah, dari ayahnya, dari Nabi saw.  Berkata mu’awiyah  ;  seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw tentang hak seorang istri dari suaminya. Nabi saw menjawab  ; engkau harus memberinya makan jika engkau mendapat makan, memberinya pakaian jika engkau mendapat pakaian,jangan memukul wajahnya dan jangan meninggalkan mereka  kecuali ia berada di rumah.” [HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibn Majah]

 

Namun kadang ada istri yang mengatakan pada suaminya, “Ayah pikirannya kerja terus, tidak perhatian sama anak-anak.” Atau “Ayah lebih cinta pekerjaan daripada memperhatikan saya dan anak-anak.” Saya hanya ingin mengingatkan pada para ibu, kalimat-kalimat seperti diatas sebaiknya tidak terucap. Karena ini akan melukai suami anda.

 

Banyak kenalan saya yang berpikiran bahwa ia bekerja dengan sungguh-sungguh hanya demi membahagiakan anak dan istrinya. Karena ketika istri ingin anak bersekolah di tempat yang bagus tentu saja akan memakan biaya yang banyak, maka si suami harus giat bekerja. Ketika ingin makan di tempat yang bagus dan enak, maka suami tentu harus mengumpulkan uang lebih. Itulah cara seorang suami memberikan perhatian yang terkadang tidak dimengerti oleh istri.

 

Disitulah dibutuhkan kelapangan hati dari semua pihak. Sebaiknya kita melihat sisi positif dan berpikir secara positif pada suami. Istri sebaiknya berpikir bahwa suami lelah bekerja hanya untuk membahagiakan keluarganya. Rasul pernah berkata, bahwa banyak wanita yang masuk neraka bukan karena kufur pada Allah dan Rasul, tapi kufur pada suaminya. Banyak diantara wanita yang tidak menghargai usaha para suami. Bisa jadi istri ibadahnya lebih rajin, puasa dan tahajudnya konsisten namun satu yang tertinggal, yaitu suka melupakan kebaikan suami.

 

Jika memang ia terlampau fokus pada pekerjaannya, maka cara terbaik adalah komunikasikan pada suami Anda, jangan punya pemikiran bahwa suami Anda tidak sayang. Hal yang harus dibiasakan adalah saling menghargai apa yang telah dilakukan oleh pasangan hidup kita dan selalu berpikir positif atas apa yang dilakukan pasangan. Mungkin memang ada cara berpikir yang salah pada suami Anda, bahwa seolah-olah dengan berlimpahnya materi, maka anak dan anda merasa bahagia.

 

Ingatkan kepada suami bahwa tanggung jawab suami bukan sekedar memberi nafkah materi saja melainkan juga kasih sayang dan perhatian. Hal ini seperti yang diingatkan oleh Rasulullah dalam haditsnya,

 

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, berabda Rasulullah saw : “Takut lah kamu sekalian kepada Allah swt dalam hal kaum perempuan, karena mereka adalah amanat Allah swt yang kamu sekalian ambil, kamu sekalian mendapatkan kehalalan farji mereka dengan kalimat Allah. Kamu sekalian harus menjaga mereka untuk kehormatan kamu sekalian dari seseorang yang kamu sekalian tidak sukai. Jika mereka melakukan hal itu, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Disamping itu kamu sekalian harus memberi mereka nafkah dan pakaian yang baik.” (HR Bukhori dan Muslim)

 

Menurut hemat saya, suami Anda tinggal diluruskan cara berpikirnya dengan niat yang baik. Katakan kepada suami bahwa Anda dan anak-anak sudah merasa bahagia dengan perhatiannya dalam bentuk materi namun akan lebih lengkap lagi kebahagian tersebut jika dibarengi dengan perhatian dan kasih sayang. Mari kita menjadi seseorang yang selalu memperhatikan sisi lebihnya supaya pikiran kita bersih. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait permasalahan rumah tangga berikut solusinya Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA”.  atau ” INSYA ALLAH SAKINAH ” .Ada pembahasan lebih detail berikut contoh kasusnya dan solusinya yang sesuai dengan bingkai syariah. Wallah u’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

976

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 375 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment