Bacaan Tahiyat Yang Benar, Menggunakan Sayyidina atau Tidak?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya perna diskusi soal bacaan tahiyat katanya harus menggunakan kata “sayyidina” . Saya sendiri tikda memakai, namun kata teman tidak sah. Bagaimana bacaan tahiyat yang benar, menggunakan sayyidina atau tidak? Mohon penjelasannya. (Irham via email)

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya saudara Irham, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian. Begini, yang saya tahu dalam shahih Bukhari, bacaan yang benar adalah yang tidak menggunakan sayyidina. Karena itu merupakan bentuk ucapan atau doa dalam sholat, maka itu harus sesuai dengan yang diajarkan Rasul.

Tapi kalau diluar shalat, misal seperti sedang menyampaikan ceramah, maka boleh menyebutkan Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad, sebagai bentuk penghormatan. Jika sudah menyangkut do’a, maka do’a dalam sholat itu harus sesuai dengan yang diajarkan Rasul. Rasulullah mengatakan, “Sholatlah kamu sebagaimana aku ajarkan kepadamu.”

 

BACA JUGA: Bacaan Imam Tidak Sempurna, Bolehkan Shalat Memisahkan Diri?

 

Ketika turun surat Al-Ahzab ayat 56, “Sesungguhnya, Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai, orang-orang beriman! Bersholawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

 

Begitu turun surat ini, ada sahabat yang bertanya, “Ya Rasul, bagaimana cara saya bershalawat kepada engkau?Rasul menjawab, bershalawatlah seperti dalam shalat dengan tidak menggunakan sayyidina”.

 

BACA JUGA: Bacaan Pujian Sebelum Shalat Berjamaah Apa Dicontohkan Rasul?

 

Hal tersebut bukannya tidak sopan, namun begitulah Nabi memerintahkannya. Tapi apabila diluar shalat, seperti saat ceramah, bershalawat maka tentu diperbolehkan menggunakan sayyidina. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait dengan tata cara shalat, baik bacaan maupun gerakan, sebelum, selama atau sesudah shalat Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU”. Di dalamnya ada pembahasan terkait pelaksanaan shalat berikut amalan-amalan saja yang meski dilakukan yang disertai dalil yang shahih. Wallahu a’lam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 6,739 times, 5 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment