Beli Emas 2 Gram, Apakah Langsung Terkena Zakat Perhiasan ?

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bulan lalu saya beli emas 2 gram untuk dipakai. Menurut teman katanya ada zakat yang harus dikeluarkan yakni 2,5%. Tapi ada teman juga yang bilang katanya harus seuai haul dan nishabnya yakni 85 gram dan dimiliki 1 tahun. Bagaimana yang benar? Mohon penjelasannya dan terima kasih. (Desita via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya bu Desita, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian. Memang benar bahwa ibadah zakat itu ada ketentuannya baik bagi yang mengeluarkan zakat (muzaki) maupun orang yang menerima zakat (mustahik). Emas adalah salah satu barang bahkan menjadi acuan dalam penentuan batas terkena atau tidaknya seseorang harus mengeluarkan zakat.

 

Terkait dengan batas waktu dan besarnya atau beratnya emas yang harus dizakati setidaknya ada dua pendapat. Pertama jika telah mencapai atau nishabnya seberat 85 gram dan dimiliki (haul) nya sudah ada 1 tahun maka zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 %.

 

Nah, ini berlaku untuk emas yang sifat atau diniatkan untuk investasi atau hartas simpanan bukan untuk perhiasan harian atau dipakai setiap hari.

 

Namun ada pendapat kedua yakni emas yang dipakai untuk perhiasan maka zakatnya ketika benda tersebut dimiliki. Artinya emas tersebut, apakah berupa cincin, gelang, kalung dan perhiasan emas lainnya beratnya tidak perlu mencapai 85 gram dan waktunya tidak perlu menunggu 1 tahun, maka ketika Anda memiliki atau membeli perhiasan emas, pada waktu itu juga Anda harus mengelurkan zakatnya.

 

Pendapat ini mengacu pada hadits Nabi dimana pada waktu itu ada sahabat yang datang kepada Rasulullah Saw  sambil membawa anak gadisnya yang memakai perhiasan emas,

 

 “Ada seorang wanita yang datang kepada Rasulullah bersama anak wanitanya yang di tangannya terdapat dua gelang besar yang terbuat dari emas. Maka Rasulullah bertanya kepadanya, “Apakah engkau sudah mengeluarkan zakat ini ?” Dia menjawab, “Belum.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Apakah engkau senang kalau nantinya Allah akan memakaikan kepadamu pada hari kiamat dengan dua gelang dari api neraka.” Wanita itu pun melepas keduanya dan memberikannya kepada Rasulullah seraya berkata, “Keduanya untuk Allah dan Rasul Nya.” (HR. Abu Daud)

 

Dalam keterangan atau hadits lain seperti yang disampaikan oleh Asma yang bercerita,

 

Saya masuk bersama bibiku menemui Rasulullah dan saat itu bibiku memakai beberapa gelang dari emas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada kami, “Apakah kalian sudah mengeluarkan zakat ini?” Kami jawab, “Tidak (belum).Kemudian ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidakkah kalian takut kalau nantinya Allah akan memakaikan kepada kalian gelang dari api neraka. Oleh karenanya, keluarkanlah zakatnya.” (HR.Ahmad)

 

Dari keterangan hadits ini, saya pribadi lebih cenderung kepada pendapat Rasulullah , dimana Rasu memerintahkan orang yang memakai gelang emas tersebut mengeluarkan zakatnya. Sebab jika tidak dikeluarkan zakatnya maka gelasng tersebut akan menjadi api neraka kelak di yaumil akhir.

 

BACA JUGA: Dalim Tentang Zakat Profesi 

 

Jadi menurut hemat saya, mengeluarkan zakat perhiasan emas yang 2,5 % tanpa menunggu nishabnya 85 gram dan haulnya 1 tahun adalah bentuk ikhtiati atau kehati-hatian.  Silakan Anda pilih atau apakah menunggu sampai perhiasan Anda 85 gram atau keluarkan zakat saat Anda membelinya. Kalau saya lebih cenderung untuk mengeluarkan zakatnya2,5% ketika saya membeli emas sebagai bentuk kehati-hatian.

 

Sekali lagi berbeda jika Anda membeli emas tersebut bukan untuk perhiasan melainkan untuk investasi atau harta simpanan. Misal, Anda bulan ini beli 5 gram, bulan depannya 10 gram, bulan berikutnya 20 gram dan seterusnya dengan catatan tidak untuk dipakai. Maka Anda boleh zakatnya menungg hingga nishabnya 85 gram. Namun jika niat Anda untuk perhisan atau dipakai maka saya cenderung kepada hadits Rasul tersebut mengeluarkan zakatnya begitu emas itu Anda beli atau miliki. Demikianpenjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

976

 

(Visited 405 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment