Menikah Karena Kecantikannya, Bolehkah ?

 

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, bagaimana hukumnya kalau menikah karena kecantikannya? Sedangkan dari sisi sifat atau ibadahnya masih kurang. Mohon nasihatnya ( Sonny via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb. Iya kang Sonny, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian. Tentu ada banyak alasan atau faktor seseorang menikah dengan pasangannya yang disebabkan adanya kecocokan atau kesamaan. Ada yang merasa cocok dan pas karena mempunyai hobby yang sama, ada yang karena sifatnya dan sebagainya termasuk karena cantik atau tampannya seseorang.

 

 

Bagi seorang laki-laki mengagumi kecantikan seorang wanita atau sebaliknya seorang wanita mengagumi ketampanan seorang laki-laki adalah fitrah manusia. Hal ini seperti ini tentu masih dalam batas normal. Bahkan, Allah sendiri memiliki sifat indah dan menyukai keindahan. Tetapi, perlu diingat pernikahan dan membangun rumah tangga bukanlah sekadar kesenangan mata belaka. Karenanya, Rasulullah Saw. pernah bersabda,

 

Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, sebab kecantikan itu akan lenyap dan janganlah kamu menikahi mereka karena hartanya, sebab harta itu akan membuat dia sombong. Akan tetapi, nikahilah mereka karena agamanya, sebab seorang budak wanita yang hitam dan beragama itu lebih utama” (H.R. Ibnu Majah).

 

Rasulullah Saw. juga melarang umatnya memilih wanita cantik yang tumbuh di keluarga yang buruk. Sabdanya,

kalender percikan iman 2018

 

Waspadalah wanita cantik, tetapi berhati jahat.” Para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud wanita cantik, tetapi berhati jahat?” Beliau menjawab, “Wanita yang tumbuh di keluarga yang buruk” (H.R. Dailami dan Daruquthni).

 

 

Kecantikan hanyalah kenikmatan dan keindahan sesaat yang diterima oleh mata. Kecantikan atau ketampanan seseorang kan sifatnya sementara dan hanyalah sebatas kulit wajah saja. Mungkin masih gadis akan terlihat cantik, begitu menikah dan mempunyai anak akan berkurang kecantikannya. Begitu seterusnya, lama-lama akan pudar dan menua juga. Mungkin ada salon kecantikan dan ragam kosmetik yang bisa mempertahankan kecantikannya namun tetap saja yang namanya usia tidak bisa dibohongi.

 

Kodratnya manusia itu sesuai dengan tahapan usianya. Ketika masih bayi terlihat lucu. Beranjak anak-anak menjadi lincah dan riang. Beralih remaja mulai kelihatannya kecantikan atau ketampanannya, terus berlanjut masa dewasa, menjadi orang tua dan berakhir pada usia kakek atau nenek. Semua mempunyai fase sendiri-sendiri. Wajar jika masih muda terlihat cantik dan tampan. Kemudian menjadi tua dan berkeriput, ini adalah sunatullahnya seperti itu.

 

Akan sangat aneh jika sudah tua masih berdandan, bermake up, ke salon, memakai kosmetik yang mahal hanya sekedar ingin terlihat cantik. Justru orangtua, nenek-nenek yang terlihat cantik dengan make up tebal, dandanan menor akan telihat aneh. Mengapa, sebab sudah bukan lagi usianya. Masanya sudah lewat.

 

Kecantikan dan ketampanan kan sifatnya hanya duniawi semata. Yaitu, kenikmatan yang dapat dirasakan di dunia saja dan tidak dapat dibawa ke akhirat. Namun, bukan berarti kita harus menafikan keindahan fisik, karena ketampanan atau kecantikan seseorang akan melahirkan sifat mahabbah (rasa cinta).

 

Tidak dipungkuri bahwa kecantikan atau ketampanan pasangan hidup menimbulkan kesenangan. Kita tentu akan lebih bahagia jika memiliki pasangan yang memiliki keindahan fisik, terlebih jika dibarengi dengan keshalehan pribadi. Karenanya, Rasulullah Saw. pernah berkata kepada Mughirah ketika dia akan mengkhitbah seorang wanita,

 

Lihatlah wajahnya (perempuan tersebut) karena akan lebih menguatkan hubungan di antara kamu berdua” (H.R. Bukhari dan Muslim).

 

Dari hadits ini bisa kita maknai bahwa melihat calon istri dari wajahnya atau kecantikannya itu boleh. Wajahnya yang sesuai dengan impian Anda itu tidak dilarang. Namun sekali lagi kecantikan wajah bukanlah menjadi alas an utama untuk menikahinya. Kecantikan hati, akhlak, sifat, ibadah dan perilakunya itu lebih utama.

 

Anda menikah karena tertarik wajahnya yang cantik tentu tidak dilarang. Namun sayang kalau Anda menikah yang dalam ajaran Islam adalah salah satu bagian dari ibadah hanya Anda dasari karena cantiknya saja. Sekiranya dalam pernikahan nanti istri Anda sudah tidak cantik lagi, misalnya tumbuh jerawat, atau wajah tergores, apakah lantas Anda akan mengakhiri pernikahan dengannya?. Tentu Anda yang bisa menjawabnya.

 

Bagaimana sebaliknya, sekiranya calon istri Anda mau menikah dengan Anda hanya karena terpesona dengan ketampanan Anda? Kemudian dalam perjalanannya karena sesuatu dan lain hala wajah Anda tidak lagi setampan dan tidak segagah dulu dan lalu istri Anda meninggalkan Anda?

 

BACA JUGA: Menikah Siri, Apa Hukumnya ?

 

Jadi sekali lagi, niatkan menikah dengan mencari ridho Allah Swt. Mempunyai istri dan berkeluarga adalah ladang ibadah. Istri shalihah adalah perhiasan dunia. Demikian jawabannya semoga bermanfaat.

 

Nah,  sebagai informasi, bagi sahabat-sahabat baik ikhwan atau akhwat atau mojang-mojang sekalian khususnya yang hendak menikah, Anda dapat mengikuti acara pelatihan atau seminar pra nikah yang bertema “ INSYA ALLAH SAYA SIAP MENIKAH” tanggal 24 Februari 2018 ini. Kebetulan saya juga menjadi pembicaranya. Selama sehari kita akan belajar tentang persiapan menikah, tips memilih pasangan, cara menyelesaikan problematika rumah tangga dan berbagai hal.

Selain saya juga ada dari kalangan psikolog dan motivator sehingga materinya insya Allah akan lengkap.  Semoga, nanti setelah mojang-mojang mengikuti pelatihan dapat ilmu dan kemantapan dalam mengarungi rumah tangga dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah. Wallahu A’lam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

960

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 

(Visited 348 times, 8 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment