Hukum Memakai Suncream dan Sunblock Saat Wudhu, Apakah Sah?

air

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya tanya tentang penggunaan sun cream dan sub block pada kulit tangan saat berwudhu. Kata teman wudhunya tidak sah sebab air tidak sampai ke kulit karena terhalang. Apakah demikian? Bagaimana cara wudhu jika terlanjur memakai sun cream atau sun block? Mohon penjelasannya dan terima kasih ( Nancy via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Nancy, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian. Sebelum perlu kita pahami dulu apa itu sun cream dan sun block berikut fungsinya. Berdasar keterangan yang say abaca bahwa sunblock dan sunscreen atau biasa disebut juga tabir dua produk untuk kulit yang berbeda, meski memiliki tujuan umum yang sama yaitu melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet (UV) matahari yang bisa menyebabkan kanker kulit.

Sunscreen (tabir surya) ini memiliki bahan yang lebih lunak (soft) yang bertindak sebagai semacam filter pada kulit sehingga memungkinkan sebagian sinar UV masih dapat diserap kulit , sementara sebagian sinar UV yang lain terhalangi. Maka tabir surya atau suncream ini tidak dapat mencegah kanker kulit 100 persen.

Sementara kalau sunblock itu mengandung fitur yang lebih berat dari bahan logam yang dapat memantulkan serta menyebarkan sinar UV. Fungsi dasar sunblock adalah bertindak sebagai dinding antara kulit dan sinar UV yang berbahaya, sehingga jauh lebih ampuh dalam mencegah kanker kulit dibandingkan dengan tabir surya atau suncream.

Kalau kita baca pada kemasannya baik yang suncream atau pun yang sunblock ini biasanya ada keterangannaya yakni yang kenad air atau waterproof dan ada yang tidak kedap air atau non waterproof.  Coba Anda lihat dan perhatikan pasti ada keterangannya, kalau tidak ada keterangannya kemungkinan besar suncream atau sunblock tersebut tidak kedap air. Artinya ketika berwudhu air bisa tembus kulit atau kulit terkena air wudhu.

Namun jika ada keterangan bahwa suncream atau sunblock tersebut waterproof atau kedap air maka ketika kulit tersebut terkena air termasuk air wudhu maka kulit Anda tersebut tidak basah dan wudhu Anda tidak sah sebab kulit Anda terhalang bahan pelindung dalam suncream atau sunblock tersebut. Padahal salah satu syarat sahnya wudhu kulit harus terkena air wudhu.  Coba kita perhatikan dalam sebuah hadits dalam riwayat Muslim, disebutkan bahwa ‘Abdullah bin ‘Amr berkata,

Kami pernah kembali bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah menuju Madinah hingga sampai di air di tengah jalan, sebagian orang tergesa-gesa untuk shalat ‘Ashar, lalu  mereka berwudhu dalam keadaan terburu-buru. Kami pun sampai pada mereka dan melihat air tidak menyentuh tumit mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Celakalah tumit-tumit dari api neraka. Sempurnakanlah wudhu kalian.” (HR. Muslim).

Artinya dari keterangan hadits tersebut dapat kita pahami bahwa bagian kulit yang tidak terkena air wudhu padahal seharusnya basah namun tidak basah maka akan celaka dan menjadi jilatan api neraka. Dengan demikian wudhunya tidak sah jika ada bagian kulit yang seharusnya basah oleh air namun karena terhalang sesuatu sehingga kulit tersebut tidak basah.

 

BACA JUGA: Wudhu Yang Benar, Mengusap Kepala atau Membasuh Rambut?

 

Lalu bagaimana hukum memakai suncream atau sunblock saat berwudhu? Kembali pada keterangan pada kemasan suncream atau sunblock tersebut apakah anti air atau kedap air (waterproof) atau tidak kedap air. Kalau tidak kedap air berarti kulit Anda tetap tembus air atau basah oleh air wudhu maka wudhu Anda sah. Namun sebaliknya jika suncream atau sunblock tersebut kedap air (waterproof) maka kulit Anda tidak dapat terkena air wudhu dan wudhu Anda dianggap tidak sah.

Untuk itu caranya Anda harus membersihkan suncream atau sunblock yang kedap air (waterproof) tersebut sampai bersih sehingga kulit Anda dapat basah oleh air wudhu. Biasanya ada alat atau produk untuk membersihkan suncream atau sunblock yang anti air atau kedap air (waterproof). Jadi sekali lagi silakan dicek lagi keterangannya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

960

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 

 

 

(Visited 1,870 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment