Cara Mudah Untuk Bersyukur, Lakukan 6 Tips Ini

 

PERCIKANIMAN.ID – – Bersyukur, banyak yang menyebut kata ini mudah untuk diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Apalagi jika bersyukur bukan sekedar diucapkan dengan lisan melainkan harus disertai dengan perbuatan atau amalan. Namun jika kita mau berangkat dari panduan Rasulullah Saw dalam memaknai dan melakukannya maka bersyukur dengan lisan dan perbuatan itu tidak sulit.

Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, ia berkata bahwasannya Rasulullah Saw bersabda

Pandanglah orang yang berada di bawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian, itu lebih baik membuat kalian tidak mengkufuri nikmat Allah. Abu mu’awiyah berkata: atas diri kalian.” (HR. Muslim)

Dengan pelajaran hadits tersebut diatas, setidaknya ada beberapa hal dapat kita ambil dari hikmah dan cara bersyukur yang sederhana. Cara bersyukur yang mudah menurut hadits ini antara lain:

  1. Dengan melihat orang yang berada “di bawah” kita baik secara materi, jasmani dan urusan duniawi lainnya maka kita bisa bersyukur bahwa kita masih beruntung dibanding mereka. Dengan memiliki sifat yang mulia ini yaitu selalu memandang orang di bawahnya dalam masalah dunia, seseorang akan merealisasikan syukur dengan sebenarnya.

 

  1. Orang yang selalu melihat ke atas dalam masalah materi dan segala kedudukan di dunia maka ia merasa yang dimilikinya tidak ada artinya apa-apa. Ia akan senantiasa hidup dalam kekurangan dan serba kekurangan. Jika seseorang melihat orang di atasnya (dalam masalah harta dan dunia), dia akan menganggap kecil nikmat Allah yang ada pada dirinya dan dia selalu ingin mendapatkan yang lebih.

 

  1. Cara mengobati penyakit semacam ini, hendaklah seseorang melihat orang yang berada di bawahnya (dalam masalah harta dan dunia). Dengan melakukan semacam ini, seseorang akan ridho dan bersyukur, juga rasa tamaknya (terhadap harta dan dunia) akan berkurang.

 

  1. Jika seseorang sering memandang orang yang berada di atasnya, dia akan mengingkari dan tidak puas terhadap nikmat Allah yang diberikan padanya. Namun, jika dia mengalihkan pandangannya kepada orang di bawahnya, hal ini akan membuatnya ridho dan bersyukur atas nikmat Allah padanya.

 

 

  1. Dalam masalah agama, berkebalikan dengan masalah materi dan dunia. Hendaklah seseorang dalam masalah agama dan akhirat selalu memandang orang yang berada di atasnya. Haruslah seseorang memandang bahwa amalan sholeh yang dia lakukan masih kalah jauhnya dibanding para Nabi, shidiqin, syuhada’ dan orang-orang sholeh. Para salafush sholeh sangat bersemangat sekali dalam kebaikan, dalam amalan shalat, puasa, sedekah, membaca Al Qur’an, menuntut ilmu dan amalan lainnya.

 

  1. Haruslah setiap orang memiliki cara pandang semacam ini dalam masalah agama, ketaatan, pendekatan diri pada Allah, juga dalam meraih pahala dan surga. Sikap yang benar, hendaklah seseorang berusaha melakukan kebaikan sebagaimana yang salafush sholeh lakukan. Inilah yang dinamakan berlomba-lomba dalam kebaikan.

 

Bersyukur memerlukan latihan dan pembiasaan baik dengan lisan maupun amal atau perbuatan. Bersyukur sebatas lisan saja kurang sempurna jika amal perbuatannya tidak mencerminkan tanda orang yan bersyukur. Sykur dan sabar adalah amalan hati dan perbuatan nyata maka keduanya harus saling mendukung. [ ]

Diolah dari berbagai sumber

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

973

(Visited 263 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment