Bulan Romantis, Adakah Dalam Islam?

PERCIKANIMAN.ID – – Bulan romantis, biasanya dimaknai sebagai bulan pernikahan. Majalah Royal Wings edisi Desember 2001 yang terbit di Jordania, memuat satu artikel menarik tentang bulan. Sudah sejak dahulu kala bulan menjadi simbol suasana romantis. Di siang hari, matahari yang terang menyinari manusia yang sedang bangun dan beraktivitas. Di malam hari, bulanlah yang memandikan manusia yang sedang tidur dengan cahayanya yang lembut. Sehingga, tak heran jika bulan juga selalu dikaitkan dengan impian, misteri, dan alam bawah sadar. Bulan dianggap memiliki daya magis, dapat mempengaruhi jiwa. Di dunia cinta kita, dikenal istilah pungguk merindukan bulan atau di wajahmu kulihat bulan.

Dewi bulan menurut mitologi Romawi bernama Luna. Sehingga dalam bahasa Inggris orang yang kurang sadar disebut lunatic, tersihir bulan. Dalam Islam, kitab-kitab tafsir klasik dan fikih hanya mengulas fungsi bulan sebagai alat dalam menentukan awal musim haji dan bulan puasa. Padahal, begitu pentingnya peranan bulan bagi manusia sehingga Allah bersumpah Demi bulan!  Dia menjadikan bilan sebagai salah satu nama surat dalam Al Quran. Selain itu, dalam Al Quran, bulan disebut sampai 24 kali.

Pada hakikatnya, fungsi bulan bukan sekadar untuk menghitung tanggal, sebagai daya pembangkit birahi yang memicu masim kawin binatang, atau hanya sebagai suasana romantis bagi sebagian manusia. Benda bulat yang mendominasi langit pada malam hari itu ternyata sangat memperngaruhi kehidupan manusia secara fisik. Bahkan lebih jauh lagi, kelangsungan hidup manusia di masa depan sangat bergantung pada bulan. Bulan yang mengitari bumi berdiameter 3476 km. Ini sangat besar jika dibandingkan dengan bulannya planet lain, seperti Phobos dan Deimos, dua buah bulan yang mengitari Planet Mars yang hanya berdiameter 27 km dan 15 km.

Bulan berjarak “hanya” 385.000 km dari bumi sehingga merupakan benda langit besar yang terdekat. Dengan demikian, bisa diduga bahwa pengaruhnya terhadap bumi juga akan besar. Gaya tarik menarik antara keduanya telah memperlambat putaran bumi setiap tahunnya sebanyak 1,5 per seribu detik. Di samping itu, bulan juga menjauh dari bumi sebanyak 3,8 cm setiap 100 tahun. Para ahli menghitung bahwa pada awalnya, bulan hanya berjarak 23.000 kmdari bumi.

Ini berarti pada masa yang akan datang, bulan akan semakin jauh dan tampak kecil di langit sehingga tidak bisa lagi menutupi matahari di waktu gerhana. Gerhana matahari total yang bisa menjadikan siang hari gelap, tidak lagi bisa dialami manusia. Mahasuci Allah yang memerintahkan kita untuk shalat kusuf –shalat gerhana- mumpung masih ada gerhana. Nantinya, bulan purnama pun tidak lagi sebesar sekarang dan cahayanya juga semakin redup. Mahabenar firman Allah,

kalender percikan iman 2018

“Dan (bila) cahaya bulan berkurang menghilang.” (QS. Al Qiyaamah [75]: 8)

Disedotnya kecepatan rotasi bumi oleh bulan mengakibatkan siang dan malam semakin lama semakin panjang, dan akhirnya berhenti. Sebelah bumi siang terus-menerus. Aallah mengisyaratkan hal itu dalam Surat Al Qashash (28) ayat 71, “Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, …’”

Dan dalam ayat berikutnya –QS. Al Qashash (28) ayat 72- Allah menanyakan bagaimana bila siang hari terus-menerus sampai hari kiamat, “Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat,…’”

 

BACA JUGA: Benarkah Syawal Bulan Terbaik Untuk Nikah?

 

Artinya, keadaan seperti itu akan terjadi dan belum berarti kiamat. Sambil berotasi, bumi berevolusi mengelilingi matahari dalam sumbu yang miring kira-kira 24 derajat, yang menimbulkan pergantian musim di belahan utara dan selatan bumi. Karena kecepatan putaran bumi berangsur-angsur berkurang, sumbu kemiringan tadi tidak mutlak sejajar terus, tetapi sedikit bergoyang seperti gasing yang putarannya makin lambat.

Dalam kurun 26.000 tahun, sumbu ke arah bintang polaris ke arah kutub utara akan tampak membentuk lingkaran kecil di langit, bukan suatu titik yang tetap. Memang putaran itu kecil, tetapi tetap saja sumbu bumi terbukti bergoyang. Goyangan ini ternyata diredam oleh adanya bulan yang mengitari bumi sehingga tidak semakin membesar dan membahayakan. Subhanallah.

Dikutip dari buku Mukjizat Sains dalam Al Quran karya Ir. H. Bambang Pranggono, MBA., IAI

5

 

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

(Visited 69 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment