Ciri Anak Terkena Gizi Buruk

PERCIKANIMAN.ID — Kasus gizi buruk yang terjadi di Distrik Agats, Kabupaten Asmat menjadi topik hangat dalam beberapa pekan terakhir. Setidaknya sudah 63 anak meninggal sejak September 2017 lalu hingga saat ini dikarenakan gizi buruk. Baik pemerintah maupun relawan sudah banyak yang memberikan bantuan berupa makanan tambahan ataupun obat-obatan ke warga Asmat.

Hal ini menjadi catatan kita bahwa betapa pentingnya arti kesehatan itu sendiri. Lalu, apa itu gizi buruk? gizi buruk  adalah suatu kondisi yang mana seseorang balita yang memiliki kekurangan asupan nutrisi, atau dalam arti lain orang tersebut memiliki nutrisi dibawah rata-rata umumnya orang normal. Nutrisi yang kami maksud ialah bisa berupa protein, kalori serta karbohidrat.

Ketika anak-anak kurang mendapat asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi, gizi buruk pun rentan mereka alami. Sayangnya, gizi buruk yang dialami anak bisa diperparah akibat kurangnya pengetahuan orang tua tentang gizi buruk dan cara menanganinya.

Berikut ciri-ciri kondisi anak yang mengalami gizi buruk berdasarkan jenis gizi buruk yang dialaminya:

  1. Kwashiorkor

Kwashiorkor atau busung lapar merupakan salah satu jenis dari gizi buruk. Seorang anak yang mengalami kondisi ini memiliki ciri yang khas yaitu terdapat edema (bengkak) pada seluruh tubuh sehingga tampak gemuk. Apabila bengkak itu ditekan akan meninggalkan bekas seperti lubang.

Tidak hanya itu, masih banyak ciri khususnya seperti anak memiliki wajah yang bulat dan sembab (moon face), timbulnya ruam berwarna merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas, tidak memiliki nafsu makan, rambut menipis dan berwarna merah seperti rambut jagung serta mudah dicabut tanpa menimbulkan rasa sakit.

Untuk mendeteksi anak yang mengalami busung lapar, bisa dilakukan dengan menimbang berat badan anak secara teratur. Jika perbandingan berat badan dan umurnya di bawah 60 persen maka anak tersebut bisa dikatakan terindikasi busung lapar.

                                                                                          ciri-ciri kwashiokor

      2. Marasmus

Marasmus merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi buruk yang sering dialami oleh balita. Penyebabnya pun beragam, seperti kurang makan, mengalami infeksi di tubuhnya, bawaan lahir, prematuritas, serta faktor lingkungan.

Kondisi ini biasanya dialami oleh anak usia 0-2 tahun. Ciri-ciri umum anak yang mengalami marasmus yaitu memiliki berat badan kurang dari 60 persen berat badan sesuai dengan usianya, suhu tubuh yang rendah, dan kulit tubuh yang longgar hingga hanya terlihat seperti tulang yang terbungkus kulit saja. Selain itu, wajah anak akan terlihat lebih tua dan mengalami diare kronik atau susah buang air kecil.

                                                                                          ciri-ciri marasmus

      3. Marasmik-kwashiorkor

Marasmik-kwashiorkor merupakan gabungan antara marasmus dan Kwashiorkor. Kondisi ini cukup serius dikarenakan kondisi marasmus maupun kwashiorkor menyerang tubuh anak. Bisa digambarkan anak yang mengalami kondisi ini memiliki berat badan kurang dari 60 persen berat badan yang sesuai dengan usianya, kemudian disertai dengan pembengkakan yang tidak mencolok.

Dampak kondisi ini bagi anak adalah penurunan tingkat kecerdasan, rabun senja, dan anak lebih rentan terkena penyakit infeksi. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan makanan yang bergizi berupa sayur mayur, buah-buahan, makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang, dan jagung serta makanan yang mengandung protein seperti telur, ikan , dan daging.

Pemberian air susu ibu (ASI) bagi anak sampai usia 2 tahun juga bisa membantu mencegah terjadinya Marasmik-kwashiorkor. Semoga bermanfaat. [Dari berbagai sumber].

 

Red: tami

Editor: iman

Ilsutrasi foto: pixabay

(Visited 175 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment