Kewajiban Istri Kepada Suami

Assalamu’alaykum. Pak Aam, insya Allah tahun ini saya akan menikah. Saya sudah berusaha untuk mempersiapkan diri menjadi seorang istri yang baik termasuk ikut kajian Pak Aam. Namun masih belum paham betul tentang kewajiban seorang istri kepada suami. Mohon kiranya Pak Aam memberi penjelasannya lagi. Sebelumnya terima kasih. (Maya via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya teh Maya, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian. Apa yang Anda lakukan sudah benar yakni mempersiapka diri dengan ilmu sebelum menjalaninya yakni menjadi seorang istri. Pada prinsipnya kewajiban seorang istri adalah hak seorang suami dan hak seorang istri adalah kewajiban seorang suami.

 

Hak seorang istri dari suaminya adakah diberi maker, diberikan nafkah lahir dan batin, dan diperlakukan dengan ma’ruf. Setelah terpenuhi hak-haknya, istri pun harus memenuhi kewajibannya.Maksudnya, harus memenuhi hak suaminya, yaitu menjadi istri yang shalehah. Ada pun kewajiban seorang istri kepada suami antara lain:

 

Pertama, taat kepada suami selama menyuruh yang benar

 

Selama suami menyuruh hal-hal yang baik dan dengan cara yang benar maka wajib bagi istri untuk menaatinya. Hal ini termasuk taat kepada Allah Swt. dan bisa menjaga kehormatan dirinya sebagai istri yang baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Dalam Al Quran ditegaskan,

“…Maka, perempuan-perempuan yang shaleh adalah perempuan yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah menjaga mereka…” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 34)

 

Dalam sebuah hadits dari Abdur-Rahman bin ‘Auf bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda,“Jika perempuan mengerjakan shalatnya yang lima, puasa Ramadhan, memelihara kehormatannya, dan taat kepada suaminya, akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.’” (H.R. Ahmad dan Thabrani)

 

Kedua, mampu membangkitkan gairah atau menyenangkan suami

 

Gairah di sini tidak selalu berkonotasi seks.Maksudnya adalah suami selalu senang ketika sedang bersama istrinya.Gairah di sini bisa berupa gairah untuk mengobrol, berdiskusi, berbagi pengalaman, atau jalan-jalan bersama.Untuk menciptakan hal ini, seorang istri harus mampu menjaga perasaan dan menghargai suaminya.Jangan memotong pembicaraan, mengatur, atau mengkritik hal yang disukai oleh suami selama tidak melanggar syariat.Ketika suami berkeluh kesah tentang permasalahan yang dihadapi, tenangkanlah dia dengan kata-kata yang menyejukkan. Buat dia merasa berharga dan lebih bergairah menjalani hidup. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. bersabda,

“Sebaik-baik perempuan ialah bila engkau pandang menyenangkan, bila engkau perintah dia taat kepadamu, dan bila engkau tinggal di belakang, dia menjagamu pada dirinya dan hartanya.”(H.R. Nasa’i dan yang lainnya)

 

Menjaga penampilan fisik juga merupakan poin penting untuk membangkitkan gairah suami.Para istri dianjurkan untuk berhias diri dengan pakaian yang bersih dan wangi agar lebih menarik hati dan menyenangkan pandangan suaminya.

 

Ketiga, mampu mengatur kehidupan rumah tangga

 

Memang yang menjadi pemimpin dalam rumah tangga adalah suami, tapi yang berperan penting dalam mengaturnya adalah istri.Istri harus bertanggung jawab atas anak dan masalah rumah tangga. Dia tidak boleh sembarangan menitipkan anak kepada orang lain karena boleh jadi hal itu akan mempengaruhi perkembangan anaknya nanti, mulai dari gizi makanannya, kebersihannya, sampai pendidikannya. Semua harus berada di bawah kendali seorang istri/ibu, bukan asisten rumah tangga (ART).Karena, ART hanya berperan sebagai orang yang membantu pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci, menyetrika, dan menyapu.Dan, seorang ART tentu saja tidak dibekali keterampilan mengasuh dan mendidik anak.

 

Selain itu, dalam manajemen rumah tangga, aspek kesepakatan merupakan aspek yang paling penting. Bicarakanlah semuanya bersama-sama sehingga tidak akan ada pihak yang merasa dirugikan atau dizalimi. Misalnya, jika istri harus bekerja mencari nafkah dan suami mengurus anak dan masalah rumah tangga.Hal tersebut harus dikomunikasikan dengan baik sampai tercapai kata sepakat sehingga istri tidak sampai mengangkangi kehormatan suami karena bekerja dan suami tidak merasa minder dan rendah diri ketika melakukan tugas-tugas domestik. Jika dilakukan atas dasar kesepakatan, tentu tidak menjadi masalah karena tidak akan ada yang terzalimi.

 

Keempat, menjaga amanah suami

 

Ketika suami memberikan nafkah, istri wajib mengelola nafkah tersebut dengan baik.Akan tetapi, keistimewaannya, ketika istri memiliki harta/penghasilan sendiri, maka itu seratus persen menjadi hak istri, tidak ada kewajiban untuk menafkahi/membagikannya kepada suami.Istri boleh memakai penghasilannya sendiri sesuka hati (misalnya, diberikan atau dipinjamkan kepada saudara) tanpa meminta izin atau lapor kepada suami.

 

Lain halnya ketika dia menggunakan uang yang diperoleh dari suami, dia wajib melaporkannya.Dia juga harus meminta izin kepada suami jika ingin memberikan/meminjamkan uang itu kepada saudara, atau memakainya untuk keperluan pribadi.Jadi, dalam menjaga amanah harta ini juga harus ada kesepakatan bersama antara suami dan istri dan semuanya harus transparan dan terbuka.

 

Kelima, selalu berterima kasih

 

Istri yang diridhoi oleh Allah Swt. adalah istri yang mampu berterima kasih kepada suaminya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Ketika suaminya mengalami masalah, seorang istri yang baik akan bersabar dan senantiasa memberikan support agar suami tetap optimis dan percaya diri. Saling menasihati dalam kesabaran dan kebenaran sehingga tercipta keluarga yang selalu berada dalam posisi on the right track atau berada di jalan yang Allah Swt. ridhoi.

BACA JUGA: Ketika Suami Akrab Dengan Wanita Lain, Ini Yang Harus Istri Lakukan

Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda, “Saya pernah melihat neraka. Kebanyakan penghuninya adalah kaum perempuan, yaitu mereka yang tidak tahu berterima kasih kepada suami.Seandainya engkau (suami) berbuat baik kepada seseorang di antara mereka setahun, kemudian dia melihat sedikit cela padamu, dia akan mengatakan, ‘Saya tak pernah melihat kebaikan sama sekali darimu.’” (H.R. Bukhari)

 

Nah, terkait dengan hak dan kewajiban suami istri dan membentuk keluarga yang sakinah serta bahagi, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA”. Di dalamnya ada pembahasan lebih detail berikut contoh kasusnya dan solusinya yang sesuai dengan bingkai syariah. Wallahu’alam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

925

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 1,003 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment