Langkah Menghadapi Prahara Dalam Pernikahan (2)

PERCIKANIMAN.ID – – Seyogianya, suami atau istri mengelola konflik pernikahan dengan cantik, yaitu tak lepas dari aturan-aturan agama sehingga terbentuk kerangka pikir, pola hidup, dan tujuan hidup yang jelas.

Menjauhi sikap berputus asa, berburuk sangka pada Allah swt., apatis, lari dari masalah, atau malah balas dendam dengan kezaliman serupa, namun, selalu sadar bahwa segala langkah yang akan diambil harus melalui tahap demi tahap dengan teliti dan hati-hati, disesuaikan dengan tingkat ujiannya.

Ketika menghadapi masalah serumit dan sesulit apapun, ia sadar sepenuhnya sedang berada dalam satuan waktu dunia yang singkat. Maka dampak yang timbul adalah semangat bekerja keras dengan amal saleh, mengisi hari demi hari semata-mata untuk meraih ridho Allah swt., dan berharap nikmat abadi kelak di akhirat.

Ada beberapa sikap dalam menghadapi kesulitan agar menjadi berkah dan kifarat untuk dosa kita, yaitu:

Sikap menerima ujian

Bahwa setiap manusia akan diuji keimanannya, Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu. (Q.S Muhammad: 31)

Prahara dalam pernikahan termasuk ke dalam ujian keimanan, Allah bersabda, Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara pasangan-pasanganmu (suami/istri) dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kami terhadap mereka, dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni mereka maka sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Q.S At-Taghabun 64:14)

Jenis ujian ada yang menyenangkan dan menyakitkan. Dalam Al Quran dijelaskan, “….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Bisa juga kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)

Ambil dan ingat sisi positif pasangan. Allah swt. menjadikan kebaikan yang banyak di balik setiap keburukan pasangan. Dan bergaulan dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya. (Q.S An-Nisaa 4:19).

Anda akan diberi petunjuk arah oleh Allah swt. selama beriman kepada-Nya, Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah, dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahu segala sesuatu. (Q.S A-Taghabun 64:11)

 

Fungsi ujian adalah penghapus dosa, “Orang mukmin, baik laki-laki maupun wanita, senantiasa mendapatkan cobaan, baik dirinya, anaknya, maupun hartanya, sehingga ia menghadap Allah tanpa membawa dosa.” (HR. Tirmidzi)

Tentu akan digantikan dengan yang lebih baik, Katakanlah, “Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan pasangan-pasangan yang suci, serta rido Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.” (Q.S Ali-Imran 3: 15)

Sikapi dengan sabar

Stamina kesabaran selalu di-upgrade (ditingkatkan) sesuai dengan meningkatnya kadar ujian, sampai mengembuskan napas terakhir. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu. (Q.S Ali Imran 3: 200). Sebab, Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Q.S Az-Zumar 39: 10)

Sabar adalah akhlak terpuji yang dijamin akan mendatangkan cinta Allah, selama sabar untuk tetap memohon pertolongan dengan beribadah kepada Allah swt., sabar untuk tidak membalas dengan kemaksiatan, sabar dalam mengajak/berdakwah pada pasangan, sabar membina keluarga terutama anak-anak, sabar bahwa semua dari dan milik Allah swt. (Q.S Al Baqarah 2: 155-156)

Shalat sebagai jalan keluar

Shalat tidak sebatas melaksanakan kewajiban, tapi berfungsi untuk jadi sarana memohon pertolongan Allah, mencegah perbuatan keji dan mungkar, sarana mengingat Allah, bertemu dengan Allah, dan yakin akan kembali kepada-Nya. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.S Al Baqarah 2: 153)

Take it Easy (Dibawa santai)

Rasulullah saw. bersabda, “Sangat menakjubkan bagi orang mukmin, apabila segala urusannya sangat baik baginya, dan itu tidak akan terjadi bagi seseorang yang beriman, kecuali apabila mendapatkan kesenangan ia bersyukur maka yang demikian itu sangat baik, dan apabila ia tertimpa kesusahan ia sabar maka yang demikian itu sangat baik baginya.” (HR. Muslim)

BACA JUGA: Suami Selingkuh, Bertahan atau Bercerai?

Orientasi kepada Allah swt.

Merdeka dari segala tekanan lahir dan batin karena terbebas dari penghambaan pada selain Allah swt., dengan menomorsatukan cinta dan pertolongan Allah maka dapat memiliki rasa cukup yang tak terhingga atas apapun kondisi yang ada. Hanya pada Khalik yang menjadi orientasi, bukan dari makhluk (pasangannya).

…Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mencari keridoan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali Imran 3: 173-174).

Ada yang maha mengawasi

Jika fakta-fakta akurat penyebab prahara dalam rumah tangga anda telah terbukti maka selanjutnya tak usah sibuk memonitor pasangan karena ada kamera-kamera tersembunyi yang merekam segala tingkah pasangan kita. Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. (Q.S Al Mu’min 40: 19). Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (Q.S Al Fajr 89: 14)

Kalau ada hak anda yang dilanggar maka kelak akan kembali lagi di yaumil hisab pada anda, plus dengan ganti yang lebih baik daripada hak anda di dunia. Wallahu’alam. [ ]

Disarikan dari buku ” Jangan Galau Ukhti” karangan ustadzah Sasa Esa Agustiana

5

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

690

(Visited 118 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment