Jadikan Agama Bahan Tertawaan Tak Membuat Anda Terlihat Lucu Apalagi Pintar

PERCIKANIMAN.ID – – Materi lawakan dua komika yaitu Joshua yang diduga menyudutkan dan tandensius terhadap keberadaan umat Islam di Indonesia dan Ge Pamungkas yang diduga mengolok-ngolok ayat Al-Quran sangat disayangkan Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris. Menurut Fahira, sebagai public figure yang menjadikan komedi sebagai media berkarya, keduanya harus lebih rendah hati dan mempunyai pengetahuan dan wawasan yang mumpuni dalam menyampaikan kritik sosial dalam lawakan-lawakannya. “Saya sudah lihat videonya. Saya mau tegaskan bahwa menjadikan agama dan ayat suci bahan tertawaan tak membuat Anda berdua terlihat lucu apalagi pintar. Kritik sosial…

Selanjutnya

Tanda Prahara Dalam Pernikahan (1)

PERCIKANIMAN.ID – – Cinta bersemi tumbuh diantara mereka, padahal rentang usia terpaut 15 tahun. Sang wanita seorang janda yang bergelar at-thahirah (wanita yang dapat menjaga kesucian dirinya), yaitu Siti Khadijah r.a. Kala itu, dirinya berusia 40 tahun. Laki-laki yang dinikahinya adalah seorang pemuda bergelar al amin (pemuda jujur, dapat dipercaya) yang bernama Muhammad yang berusia 25 tahun. Rasulullah saw. adalah suami ketiga Khadijah –kedua suami sebelumnya telah wafat. Dari pernikahan ini, mereka memiliki enam orang anak, di antaranya 2 anak laki-laki yang meninggal ketika masih kecil. Mengarungi bahtera pernikahan selama…

Selanjutnya

JITU Gelar Kongres Keempat, Tingkatkan Profesionalitas Jurnalis

PERCIKANIMAN.ID — Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menggelar kongres yang keempat bertema “Mengokohkan Peran Strategis Jurnalis dalam Mengawal Kebangkitan Umat” yang dilaksanakan di Villa Bumi Alata, Puncak, Bogor pada Jum’at (12/1/2018). Ketua Umum JITU Agus Abdullah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin menjelang akhir periode dalam rentang waktu tiga tahun sekali. Agus menjelaskan kongres ini berisi penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepengurusan periode 2015-2018, pembahasan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi, dan pemilihan ketua umum baru. “Termasuk pengukuhan kode etik JITU yang dianggap banyak pihak sebagai kode etik yang representatif…

Selanjutnya