Gelar Musyawarah, BKLDK Kota Bandung 2018 Siap Lanjutkan Estafet Kepemimpinan

PERCIKANIMAN.ID – – Badan Eksekutif Badan Koordinator Lembaga Dakwah Kampus (BE BKLDK) Kota Bandung masa kepengurusan 2016- 2017 melakukan kegiatan musyawarah. Acara yang dilaksankan di Kantor BKLDK Kota Bandung, Selasa (26/12/2017) ini mengagendakan laporan kerja sekaligus pemilihan kepengurusan untuk masa bakti 2018-2019 mendatang. Dalam kesempatan tersebut Tatang Hidayat selaku Ketua BKLDK Kota Bandung 2017 mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan berinteraksi dengan BE BKLDK Kota Bandung. “Kami banyak mendapatkan pelajaran berharga dari para Ulama dan Tokoh atas ilmu dan nasihatnya, aparat kepolisian, intel polres dan intel kodim…

Selanjutnya

3 Bentuk Toleransi dan Berbuat Baik Dalam Islam

PERCIKANIMAN.ID – – Toleransi dalam Islam dan dalilnya, jelas sudah ada dalam ajaran Islam. Dalam Al Quran Allah Ta’ala berfirman, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9) Ayat ini mengajarkan prinsip toleransi, yaitu hendaklah setiap muslim berbuat baik pada lainnya selama tidak ada sangkut pautnya dengan hal agama.   Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada non muslim yang tidak memerangi kalian seperti berbuat baik kepada wanita dan orang yang lemah di antara mereka. Hendaklah berbuat baik dan adil karena Allah menyukai orang yang berbuat adil.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 247). Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullahmengatakan bahwa bentuk berbuat baik dan adil di sini berlaku kepada setiap agama. Lihat Tafsir Ath Thobari, 14: 81. Sedangkan ayat selanjutnya yaitu ayat kesembilan adalah berisi larangan untuk loyal pada non muslim yang jelas adalah musuh Islam. Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 248. Bagaimana toleransi atau bentuk berbuat baik yang diajarkan oleh Islam?   1. Islam mengajarkan menolong siapa pun, baik orang miskin maupun orang yang sakit. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menolong orang sakit yang masih hidup akan mendapatkan ganjaran pahala.” (HR. Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244). Lihatlah Islam masih mengajarkan peduli sesama.   2. Tetap menjalin hubungan kerabat  pada orang tua atau saudara non muslim. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15). Dipaksa syirik, namun tetap kita disuruh berbuat baik pada orang tua. Lihat contohnya pada Asma’ binti Abi Bakr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Ibuku pernah mendatangiku di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan membenci Islam. Aku pun bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk tetap jalin hubungan baik dengannya. Beliau menjawab, “Iya, boleh.” Ibnu ‘Uyainah mengatakan bahwa tatkala itu turunlah ayat, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu ….” (QS. Al Mumtahanah: 8) (HR. Bukhari no. 5978).   3. Boleh memberi hadiah pada non muslim.   Lebihlebih lagi untuk membuat mereka tertarik pada Islam, atau ingin mendakwahi mereka, atau ingin agar mereka tidak menyakiti kaum muslimin. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “’Umar pernah melihat pakaian yang dibeli seseorang lalu ia pun berkata pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Belilah pakaian seperti ini, kenakanlah ia pada hari Jum’at dan ketika ada tamu yang mendatangimu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, “Sesungguhnya yang mengenakan pakaian semacam ini tidak akan mendapatkan bagian sedikit pun di akhirat.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan beberapa pakaian dan beliau pun memberikan sebagiannya pada ‘Umar. ‘Umar pun berkata, “Mengapa aku diperbolehkan memakainya sedangkan engkau tadi mengatakan bahwa mengenakan pakaian seperti ini tidak akan dapat bagian di akhirat?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Aku tidak mau mengenakan pakaian ini agar engkau bisa mengenakannya. Jika engkau tidak mau, maka engkau jual saja atau tetap mengenakannya.” Kemudian ‘Umar menyerahkan pakaian tersebut kepada saudaranya  di Makkah sebelum saudaranya tersebut masuk Islam. (HR. Bukhari no. 2619). Lihatlah sahabat mulia ‘Umar bin Khottob masih berbuat baik dengan memberi pakaian pada saudaranya yang non muslim. [ ] 5 Sumber: rumaysho.com 960 Red: riska Editor: iman Ilustrasi foto: pixabay

Selanjutnya

Menurut Kemenkes Terompet Berpotensi Tularkan Difteri

PERCIKANIMAN.ID – – Bahaya meniup terompet, belum banyak disadari dan diketahui masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, adanya potensi penularan penyakit difteri melalui terompet. Sebab, penyakit difteri dapat ditularkan melalui percikan ludah, bahkan hembusan nafas.   Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Elizabeth Jane Soepradi mengatakan, percikan ludah tersebut bisa keluar ketika seseorang meniupkan terompet. Dan orang tersebut pun, tidak bisa dipastikan bebas dari penyakit difteri.   “Terompet tentu bisa (menularkan difteri). Karena penularan difteri itu umumnya melalui percikan ludah, juga udara. Karena difteri itu menyerang selaput lendir pada…

Selanjutnya

Bolehkah Wasiat Harta Untuk Non Muslim?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, teman saya seorang mualaf sementara ada anaknya yang masih non muslim. Ia (orangtua muslim) bermaksud memberikan sebagian hartanya kepada anaknya yang masih non muslim. Apakah hal demikian dibolehkan dalam Islam? Bukankah Muslim dan non muslim tidak bisa saling mewariskan hartanya? Mohon penjelasannya. ( Wahyu via email)    Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya pak Wahyu dan sahabat-sahabat sekalain, apa yang Anda sampaikan benar bahwa dalam Islam itu seorang muslim dan non muslim itu tidak bisa saling mewariskan harta.  Hal ini bisa disimak dari keterangan yang disampaikan Usamah bin Zaid…

Selanjutnya