Hukum Menembok Kuburan Dalam Islam

Assalamua’alaykum. Pak Aam, saya ingin bertanya bagaimana dalam hukum Islam bila menembok bagian atas kuburan. Karena, saya sudah berjanji kepada almarhum untuk membuat kuburannya menjadi indah dengan tembok di atasnya. Apakah menembok sama dengan membangun kuburan? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Anto via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Anto dan mojang bujang serta sahabat sekalian. Salah satu ciri atau akhlak seorang muslim yang mulia itu ia selalu menepati janjinya, dan sebaliknya muslim yang buruk itu yang ingkar atau menyepelekan janjinya.  Janji memang harus ditepati selama ia berada dalam koridor kebaikan dan ketakwaan kepada Allah dan Rasulnya.

 

Meski demikian, pada dasarnya ada dua jenis janji, yang wajib dilaksanakan dan janji yang tidak boleh dilakukan. Janji yang baik dan mulia harus diusahakan untuk dipenuhi sementara janji yang buruk atau membawa mudharat maka tidak perlu ditunaikan. Misalnya begini, Anda diwaktu muda pernah berjanji untuk membangun masjid tentu harus kita laksanakan karena ia adalah salah satu bentuk realisasi ketakwaan kita kepada Allah Swt. Namun, janji yang kita ucapkan saat muda (dan lemah pemahaman agamanya) dulu untuk membangun diskotik kalau sudah menjadi orang yang sukses tentu termasuk ke dalam janji yang tidak perlu direalisasikan.

 

Mengenai janji Anda untuk membangun kuburan orangtua, Islam memandangnya sebagai sesuatu yang tidak diperbolehkan karena bukanlah tradisi Islam. Adapun, kuburan yang sekedar diberi tanda semisal berupa kayu atau batu yang dimaksudkan agar orang tahu bahwa ditempat itu ada kuburan dan tidak menginjak-injaknya, tentu saja diperbolehkan.  Salah satu dalil yang dijadikan larangan adalah seperti yang disampaikan Ibnu Jabir,

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun” (HR.Muslim dan muttafaqun alaih)

 

Membangun lebih dari itu, tentu saja tidak dianjurkan apalagi sampai membuat bangunan khusus yang terbuat dari marmer atau semacamnya. Itu termasuk ke dalam perbuatan yang berlebihan dan tidak disukai dalam Islam.

 

Contoh Bentuk Makam atau Kuburan Di Saudi Yang Sesuai Dengan Ajaran Islam

 

Jika hendak membangun kuburan, cukup dengan membuat tanda untuk pembeda saja. Kita juga diperbolehkan untuk membersihkan kuburan dan mengamankan kuburan. Maksud ‘membangun’ dengan mengamankan kuburan tentu berbeda arti dan tujuan. Contoh kuburan di Baqi Arab Saudi juga seperti itu hanya sekedar tanda saja, bahkan kuburan seorang raja pun demikian.

 

 

Di zaman sekarang yang lahannya semakin sempit, sangatlah wajar bila kita mengamankan kuburan sanak famili kita yang telah meninggal agar lahannya tidak dipakai oleh orang lain. Adapun, membangun dengan maksud untuk bermegah-megah tentu itu tidak baik.

 

Jadi, jika Anda sudah terlanjur janji membangun kuburan untuk orangtua, ya tentu tidak apa-apa bila tidak dilaksanakan karena memang membangun kuburan itu tidak dibenarkan dalam Islam. Hal ini sama seperti wasiat. Terkadang kita selalu terjebak dengan istilah bahwa wasiat harus selalu dilaksanakan. Padahal, bila wasiat itu bertentangan dengan ajaran dan tradisi Islam, tentu tidak apa-apa bila tidak dilaksanakan juga. Wallahu a’lam. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: khazanah

945

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 691 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment