Menag Tanggapi Ucapan Selamat Natal Bagi Muslim

0
150

PERCIKANIMAN.ID — Hukum mengucapkan selamat hari natal bagi orang muslim, mendapat tanggapan dari Menag. Menteri Agama Lukmam Hakim Saifuddin mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia mempunyai beragam pemahaman terkait pengucapan selamat natal terhadap umat Kristen. Kendati demikian, jelas dia, umat Islam seluruhnya telah sepakat bahwa yang dilarang itu adalah melakukan ritual keagamaan seperti umat kristen.

Lukman menjelaskan, masyarakat Indonesia mempunyai beragam pemahaman. Di kalangan umat sendiri, kata dia, terjadi keragaman dalam menyampaikan ucapan selamat natal kepada saudaranya yang umat kristiani.

iklan

Menurut Lukman, sebagian umat Islam ada yang mengharamkan mengucapkan selamat natal karena berpandangan bahwa dengan menyampaikan selamat natal sama saja mengakui kelahiran Yesus Kristus sebagai tuhan. Namun, ada juga sebagian yang membolehkan bahkan menganjurkan jika ucapan selamat natal tersebut ditujukan kepada kelahiran Nabi Isa AS.

BACA JUGA : Hukum Mengucapkan Selamat Natal

“Jadi yang dipersepsikan dalam peringatan natal itu Nabi Isa AS, yang jangankan terhadap nabi, terhadap orang tua, anak kita dan saudara kita setiap tahun merayakan hari ulang tahun. Apalagi terhadap seorang nabi yang itu adalah nabi Isa. Tentu ini tidak hanya semata boleh tapi itu dianjurkan,” ucapnya.

Keragaman pandangan seperti itu, menurut Lukman, muncul karena adanya persepsi dan interpretasi terhadap makna hari natal. Karena itu, kata dia, masayarakat Indonesia tidak perlu saling menyalahkan.

“Kita menghormati bagi mereka yang mengharamkan ya sudah kita hormati, dan kita harus bisa memaklumi kalau sebagain saudara-saudara Muslim itu tidak mengucapkan selamat natal kepada saudaranya yang umat kristiani,” katanya.

BACA JUGA: Fatwa MUI Tentang Natal

Tetapi, sambung Menag, kita juga harus menghormati mereka yang berpandangan bahwa mengucapkan Natal itu dibolehkan.

“Demi menjaga hubungan baik, menjaga persaudaraan sebangsa dan sebagai sesama manusia,” tandas Menag.

Ia menegaskan hal yang sama-sama diyakini umat Islam adalah larangan mengikuti ritual upacara keagamaan atau melakukan amaliyah peribadatan dalam peringatan Natal. Demikian diilansir dari republika.co.id. [ ]

 

5

Red: tami

Editor: iman

Ilustrasi foto: kemenag

930