Cara Wudhu Yang Benar, Mengusap Kepala Atau Membasahi Rambut ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bagaimana cara mengusap atau membasuh rambut dalam wudhu yang benar? Apakah cukup satu tangan mengusap rambut muka atau harus seluruh rambut seperti keramas? Soalnya beberapa kali saya ditegur teman katanya wudhu saya kurang sempurna. Mohon penjelasannya. (Aldy via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya kang Aldy dan mojang bujang serta sahabat sekalian. Perlu diketahui bahwa wudhu adalah salah satu syarat kesempurnaan ibadah shalat. Kalo wudhunya tidak sempurna maka akan berpengaruh pada pahala bahkan bisa jadi sah tidaknya shalat yang kita lakukan. Tujuan berwudhu adalah menghilangkan atau membersihkan hadats kecil sehingga untuk shalat harus bersih dari hadats kecil maupun besar.

Nah, terkait dengan cara mengusap atau membasuh kepala dalam berwudhu hukumnya wajib. Lihat kembali Surah Al-Maa’idah: 6.

“Hai, orang-orang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, sapulah (usap) kepalamu dan basuh kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki…….”

Coba diperhatikan dengan jeli bahwa dalam ayat itu Allah Swt. memerintahkan kita untuk mengusap kepala, bukan mengusap rambut. Oleh karena itu, bagi mereka yang tidak berambut pun alias botak tetap harus mengusap kepala.

Sahabat Abdullah bin Zaid r.a. memeragakan cara Rasulullah Saw. mengusap kepalanya,

Sesungguhnya Nabi Saw. mengusap kepala dengan kedua telapak tangannya. Beliau memulainya dari kepala bagian depan, kemudian menggerakkan kedua telapak tangannya hingga tengkuk, lalu mengembalikannya ke tempat semula (kepala bagian depan)” (H.R. Bukhari dari Amr bin Yahya al-Mazani r.a. yang meriwayatkan dari ayahnya).

Bertolak dari hadis sahih ini bisa ditegaskan bahwa mengusap kepala bukan dengan satu tangan, melainkan dengan kedua telapak tangan. Juga tidak hanya mengusap bagian ubun-ubun atau bagian depan kepala saja, tetapi afdalnya dimulai dari mengusap kepala bagian depan hingga tengkuk dengan kedua telapak tangan.

Mengenai berapa kali kita harus mengusap kepalanya, Ali bin Abi Thalib r.a. menjelaskan tentang cara Nabi Muhammad Saw. berwudhu, beliau berkata,

“… dan Nabi Saw. mengusap kepalanya satu kali.” (H.R. Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i). Lalu, Ali r.a. berkata, “Siapa yang ingin mengetahui cara wudhu Rasulullah, maka demikianlah wudhu beliau.”

Al-Hafidz Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma’aad mengomentari hadis tadi, Ibnul Qayyim mengungkapkan, “Inilah yang benar! Nabi Saw. tidak berulang-ulang menyapu kepalanya. Nabi Saw. mengulang-ulang mencuci anggota wudhu lainnya, tetapi beliau menyapu kepala hanya satu kali. Demikianlah riwayat yang jelas dari beliau dan tidak ada dalil lain yang menentang riwayat ini” (Aunul Ma’bud I: 190).

BACA JUGA: Cara Shalat Agar Khusyuk

Keterangan itu menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. membasuh anggota wudhu lainnya, seperti membasuh tangan, berkumur, dan membasuh wajah, masing-masing tiga kali, tetapi ketika mengusap kepala beliau hanya melakukannya satu kali saja.

Nah, untuk pembahasan lebih detail terkait wudhu dan shalat ini Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “ SUDAH BENARKAH SHALATKU?”. Insya Allah pembahasannya lebih lengkap yang disertai dengan dalil yang shahih. Wallahu’alam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

920

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1,495 times, 5 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment