Mengenal Stretch Mark Pada Kulit dan Cara Mengatasinya

0
139
ibu hamil
ibu hamil

Bersama: dr. Poppy Diah P, SpKK*

 

iklan

PERCIKANIMAN.ID – – Stretch mark atau striae adalah garis-garis halus jaringan parut  yang terlihat pada kulit akibat peregangan luas dan lama. Kelainan kulit ini umumnya hanya menimbulkan rasa gatal ringan sesekali. Pemilik stretch mark lebih mengeluhkan masalah estetiknya, sehingga pengobatan ke dokter spesialis kulit  didasari oleh masalah ini.

Dahulu, stretch mark identik terjadi akibat kehamilan, namun sekarang, pubertas pada remaja disertai pertumbuhan pesat bahkan berat badan berlebih, mengakibatkan kelainan kulit ini banyak pula ditemukan pada remaja. Apa saja faktor-faktor lain yang mempengaruhi terjadinya stretch mark?

Selain regangan lama akibat kehamilan, kelebihan berat badan atau perubahan berat badan drastis, stretch mark dapat dipengaruhi faktor genetik, hormonal, pengolesan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama, serta infeksi dan penyakit kronik.

Pada tahap awal stretch mark memberikan gambaran berupa garis-garis berukuran beberapa mm-cm, berwarna merah muda, bentuknya tidak beraturan dan menimbulkan keluhan gatal. Kondisi ini dikenal sebagai striae rubra.  Selanjutnya, kelainan kulit menjadi memucat, lebih rata dan halus serta tidak lagi menimbulkan rasa gatal. Kondisi ini disebut sebagai striae alba.

Kelainan kulit ini dapat ditemukan di beberapa bagian tubuh. Pada wanita hamil umumnya lebih sering ditemukan di daerah perut, bagian samping dada hingga pinggul dan sekitar payudara.

Stretch mark di usia pubertas ditemukan pada paha bagian samping, bokong, sekitar payudara, dan lengan atas. Pengolesan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama akan menimbulkan stretch mark di daerah pengolesan tersebut.

Obat-obatan minum yang mengandung kortikosteroid, apabila diminum dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan terjadinya stretch mark yang luas.

Pengobatan stretch mark seringkali kurang memberikan hasil yang memuaskan. Pengobatan umumnya akan memberikan hasil yang lebih baik apabila dilakukan di tahap awal, saat kelainan kulit masih berwarna merah muda.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kulit Kendur Setelah Diet

Beberapa obat oles yang dapat dieresepkan oleh dokter spesialis kulit untuk menangani kasus ini umumnya memiliki kandungan asam vitamin A, asam hialuronat, asam hidroksi alfa, atau asam hidroksi beta, atau  centella asiatica, serta vitamin C.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, beberapa tindakan yang dapat menunjang  pengobatan dapat pula dilakukan yaitu peeling kimiawi, bedah laser, atau terapi dengan Intense pulse light (IPL).

Beberapa hal yang disarankan juga adalah olah raga teratur untuk menurunkan atau menjaga berat badan, serta melakukan pembatasan nutrisi atau diet sesuai anjuran dokter ahli gizi. Semoga bermanfaat, salam cantik dan sehat. [ ]

5

930

*Penulis adalah dokter spesialis kulit, nara sumber Talkshow Kesehatan Kulit Radio Cosmo  101.9 FM Bandung, serta dokter di klinik spesialis kulit AMMARA SAHYA Jl. Pacuan Kuda No 46 Arcamanik Bandung.  Akun Facebook : https://www.facebook.com/poppy.d.puspitosari

 

Sampaikan pertanyaan seputar permasalahan kesehatan kulit Anda ke:  [email protected] , dokter Poppy & tim klinik spesialis kulit AMMARA SAHYA akan membahasnya dalam rubrik “ Cantik & Sehat”

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay