Orang Yang Pertama Masuk Surga

Assalamu’alaykum. Pak Aam, suatu hari anak saya bertanya, ”Umat manusia itu kan jumlahnya miliaran, nah siapa yang paling dulu masuk surga?” Saya agak bingung dan tidak bisa jawab. Kira-kira jawabannya harus bagaimana? Mohon penjelasannya dan terimakasih. (Bella via email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya bu Bella dan mojang bujang serta sahabat sekalian. Apa yang ditanyakan putra Anda tentu tidaklah berlebihan. Mungkin itu salah satu ciri kid  zaman now yang kritis. Tapi itu menunjukkan bahwa dia mempunyai kecerdasan spiritual yang tidak hanya berpikir masalah duniawi namun sudah memikirkan kehidupan di akhirat.

 

Nah, tentu saja itu hal yang positif. Untuk itu anak yang cerdas harus diimbangi atau diikuti dengan pola pikir orangtua yang cerdas juga. Caranya bagaimana? Tentu tidak lain orangtua harus belajar. Tentu dalam menjawab atau menjelaskan pertanyaan anak tersebut ibu harus menjawabnya yang cerdas dan tepat, tidak boleh asal-asalan atau jawaban kira-kira. Sebab nanti bisa menyesatkan atau salah persepsi. Kita bisa menjawabnya berdasarkan sejumlah hadits yang menjelaskan tentang hal ini. Rasulullah saw. bersabda,

 

Kami adalah umat terakhir dan terawal pada hari kiamat. Kami adalah umat yang pertama masuk surga meskipun mereka diberi kitab sebelum kami dan kami diberi kitab sesudah mereka.”(H.R. Muslim).

 

Hadis ini menegaskan bahwa umat Nabi Muhammad Saw. yang pertama masuk surga walaupun paling akhir dalam menerima ajaran dari Allah Swt. dibandingkan nabi-nabi lainnya. Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. pernah bersabda,

 

Diperlihatkan kepadaku tiga orang pertama dari umatku yang masuk surga dan tiga orang pertama dari umatku yang masuk neraka. Adapun tiga orang yang pertama masuk surga adalah syahid, budak yang pekerjaannya tidak menyibukkannya dari taat kepada Allah, dan orang fakir yang tidak meminta-minta. Dan tiga orang yang pertama masuk neraka, yaitu pemempin yang zalim, orang kaya yang hartanya tidak digunakan untuk menunaikan hak Allah, dan orang fakir yang sombong.” (H.R. Ahmad)

 

Hadits ini menjelaskan bahwa ada tiga dari umat Nabi saw. yang paling dulu masuk surga dan tiga orang yang paling dulu masuk neraka. Adapun orang yang pertama masuk surga adalah sebagai berikut.

 

 

Yaitu orang yang meninggal karena membela agama Allah swt. Orang yang rela mengorbankan pikiran, perasaan, harta, bahkan nyawanya demi tegaknya panji-panji kebenaran Allah swt. di muka bumi. Sebesar apa pun tantangan dakwah dihadapinya dengan lapang dada dan optimisme. Kesulitan dalam dakwah tidak menyurutkan semangatnya untuk berjuang di jalan Allah.

 

  • Budak yang pekerjaannya tidak menyibukkan dari taat pada Allah.

 

Yakni orang yang hidupnya dalam kekuasaan majikannya, banyak pekerjaan yang menyita tenaga dan waktunya, namun di tengah kesibukan fisiknya yang begitu padat, dia tidak lupa untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban ibadah pada Allah swt. Untuk konteks sekarang, bisa dianalogikan seperti seorang buruh bangunan yang berada di bawah pengawasan majikannya yang sangat ketat, pekerjaan fisiknya sangat banyak, namun tetap tidak lupa ibadah shalat, puasa, dll.

 

  • Orang fakir yang tidak meminta-minta.

 

Yakni orang yang sangat kekurangan secara materi karena pendapatannya tidak berimbang dengan kebutuhannya. Orang yang besar pasak daripada tiang, namun di tengah kesulitan ekonomi yang mengimpitnya dia tidak pernah meminta-minta. Dia terus berjuang mencari nafkah yang halal. Dia peras keringat, darah, dan air matanya, untuk menghidupi diri dan keluarganya. Dia pantang meminta-minta pada orang lain. Orang seperti inilah di antaranya yang akan paling pertama masuk surga.

Baca Juga: Wanita Calon Penghuni Surga

Bertolak dari analisis di atas bisa disimpulkan bahwa dari seluruh umat para nabi dan rasul, maka umat Nabi Saw. yang paling pertama akan masuk surga. Ada tiga orang yang pertama masuk surga di antara umat Nabi Saw orang yang pertama masuk surga yaitu orang yang mati syahid, budak yang pekerjaannya tidak menyibukkannya dari taat kepada Allah Swt, dan orang fakir yang tidak meminta-minta. Wallahu A’lam. [ ]

 

5

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

930

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 155 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment