Peran Besar Seorang Ibu

PERCIKANIMAN.ID – – Sebenarnya, bagaimana konsep Islam yang berkenaan dengan permasalahan ibu? Dalam Al-Qur’an, kata ummahat yang artinya ibu sangat sering disebutkan. Ini sangatlah wajar karena peran ibu dalam kehidupan di dunia ini sangat dominan. Dia yang mengurus anak, melayani suami, me-manage kehidupan rumah tangga, dan hal-hal lain yang tidak bisa dilakukan oleh pria. Oleh karena itu, Islam memberikan kedudukan yang sangat mulia kepada ibu.

Permasalahan tentang orangtua atau ibu dibahas secara khusus dalam salah satu ayat Al-Qur’an yang artinya,

Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan- Nya dengan apa pun. Berbuatbaiklah kepada kedua orangtua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguh-nya, Allah tidak menyukai orang sombong dan membanggakan diri.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 36)

Ahli tafsir menyatakan bahwa kedudukan ayat ibadah dan ayat berbuat baik kepada orangtua itu sejajar. Artinya, walaupun kita beribadah dengan tekun, tetapi bila tidak berbakti kepada orangtua, ibadah kita akan sia-sia. Karena itulah, sudah semestinya kita bersyukur kepada Allah dan kepada orangtua.

Bagaimana seharusnya sikap anak terhadap ibu? Manusia dilahirkan ke dunia ini oleh Allah Swt. Dengan tujuan untuk menyembah Allah dan menghormati orangtua. Makna “menghormati” tidak sama dengan makna “taat”. Pengertian menghormati dan taat sangat berbeda. Taat berarti tidak ada bantahan, sedangkan menghormati masih ada unsur bantahan. Perhatikanlah dalam Surah Luqmān, Allah mengatakan:

Baca juga: Manakah yang Lebih Utama, Nasihat Ayah atau Ibu?

Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang sangat lemah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Ku, kamu kembali. Jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada ilmunya, janganlah kamu menaati keduanya. Tetapi, bergaullah secara baik dengan keduanya di dunia dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku tempat kembalimu. Lalu, akan Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Luqmān [31]: 14-15)

Oleh karena itu, kita harus menghormati, menyayangi, dan mendoakan orangtua. Hanya ada satu hal yang dilarang: mengikuti ajakan mereka pada kemusyrikan. [ ]

*Disarikan dari buku Muliakan Ibumu karya Dr.H Aam Amiruddin, MSi.

5

 

 

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 99 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment