Istri Mandul, Mengadopsi Anak atau Menikah Lagi?

Assalamu’alaykum.Pak Ustadz , saya seorang istri yang tidak bisa hamil karena sakit kanker yang saya derita setelah 5 bulan pernikahan. Pernikahan saya sekarang sudah 7 tahun, saya dan suami Alhamdulillah baik-baik saja. Yang menjadi kekhawatiran saya adalah, saya suka merasa kasian ke suami. Karena mungkin dia masih menginginkan seorang anak. Dan saya juga merasa kasihan ke orangtuanya, pasti menginginkan cucu. Meskipun suami sering mengatakan bahwa dia akan tetap sayang sama saya apa adanya. Saya sering berdoa kepada Alloh untuk memberikan yang terbaik untuk kami. Kadang saya suka berbicara kepada suami, kalau memang dia ingin punya anak, saya ikhlas suami punya istri lagi. Namun suami saya kurang suka kalau saya bilang seperti itu. Yang menjadi pertanyaan, salah tidak kalau saya khawatir dan bilang pada suami untuk menganjurkan nikah lagi? Yang kedua, menurut pandangan ustadz, mana yang lebih baik, menganjurkan suami untuk menikah lagi, dengan harapan kita memiliki anak dari istri kedua itu, atau mengadopsi anak?. Mohon nasihatnya (S via email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya ibu S dan sahabat-sahabat sekalian. Menikah dan berkeluarga adalah fitrah manusia. Kehadiran anak atau buah hati dalam keluarga adalah salah satu pelengkap kebahagian pasangan suami istri. Namun karena kondisi sesuatu dan lain hal terkadang Allah memberikan cobaan dan ujian dengan belum dikaruniai anak. Meski demikian seharusnya tidak sampai mengurangi kadar cinta antara suami dan istri.

Tentu sangatlah manusiawi jika Anda khawatir terhadap kondisi pernikahan Anda. Karena kekhawatiran adalah indikator bahwa Anda itu perempuan yang sehat jasmani, rohani, dan psikis. Jadi merasa khawatir itu wajar saja. Lalu, bagaimana Anda bicara ke suami? Ketika Anda membicarakan permasalahan ini dengan suami, perhatikan jawaban suami Anda seperti apa. Kalau ternyata suami tidak suka Anda menyarankannya untuk menikah lagi maka Anda jangan terlalu sering membicarakan hal itu dengannya. Karena boleh jadi, suami Anda akan merasa tidak dihargai. Padahal dia sudah berkomitmen untuk setia dengan Anda.

Lalu, mengenai mana yang lebih baik, mengadopsi anak atau menganjurkan suami untuk  menikah lagi? Dalam hal ini setidaknya ada dua penjelasan. Pertama, jika mempertimbangkan perasaan Anda sebagai seorang istri (seorang perempuan), tentu lebih baik memilih mengadopsi anak. Karena pada hakikatnya, di dalam hati terdalam, tidak ada perempuan yang mau dimadu.

Kedua, jika Anda memilih mengadopsi anak, tentu legalitas hukumnya akan rumit, banyak persoalan yang akan timbul di kemudian hari. Misalnya saja, mengenai hak waris. Ketika Anda memiliki harta yang banyak, lalu Anda mewariskan sebagian besar harta tersebut kepada anak adopsi Anda, tentu keluarga besar Anda yang secara hukum memiliki hak waris akan mempersoalkan hal ini.

Sebab mengadopsi atau anak angkat berbeda dengan mengasuh anak. Anda bisa menjadi orangtua asuh bagi anak-anak dipanti asuhan, hak mereka kepada orangtuanya tetap ada. Kewajiban Anda hanya sebagai orangtua asuh sampai jangka waktu tertentu. Namun jika mengadopsi anak maka legalitasnya harus jelas. Jika Anda mengadopsi anak perempuan maka tetap secara syariat yang berhak menjadi wali nikahnya adalah ayah kandungnya atau kakak laki-laki dan seterusnya.

Sedangkan jika suami Anda menikah lagi, legalitas hukumnya akan lebih mudah. Anda tidak perlu mempersoalkan mengenai hak waris. Baik mengadopsi  atau mengasuh anak maupun suami menikah lagi adalah bagian dari ajaran Islam yang sempurna. Namun tentu mempunyai dimensi atau konsekuensi yang berbeda, demikian juga dengan hak dan kewajibannya.

Jadi kesimpulannya, menurut hemat saya, pikirkanlah dengan baik, tenang dan penuh keterbukaan mengenai keputusan yang Anda ambil. Karena, setiap keputusan itu pasti ada konsekuensinya. Mana yang akan Anda pilih itu sepenuhnya ada diwilayah Anda. Sebab Anda berdua yang akan menjalaninya. Musyawarahkanlah dulu dengan suami untuk mencari jalan terbaik. Berpikirlah dengan jernih dan selalu memohon petunjuk dari Allah Swt. Demikian jawaban yang bisa saya sampaikan dan semoga bermanfaat. Wallahu’alam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

840

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 627 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment