Pentingnya Menyiapkan Diri Sebelum Menikah

0
181

PERCIKANIMAN.ID – – Persiapan fisik dan mental sebelum menikah, atau, persiapan calon pengantin sebelum menikah, adalah sangat penting. Menikah dan berkeluarga adalah impian semua orang. Membangun keluarga dan mempunyai keturunan adalah salah satu pelengkap kebahagian suami istri. Demikian juga keberhasilan membangun rumah tangga hingga hari tua adalah harapan semua pasangan. Namun demikian dalam mengarungi kehidupan rumah tangga terkadang tidaklah sama persis dengan harapan yang dibayangkan sebelumnya.

“Persoalan rumah tangga atau persoalan dalam pernikahan tentu saja ada. Yang terpenting tentu bukan kemampuan menghindari masalah tetapi keberhasilan menyelesaikan masalah rumah tangga tanpa kemelut,” ungkap Aundriani Libertina, M.Psi dalam acara Seminar Psikologi Pernikahan yang diselenggarakan Gibasa Consultant di Hotel Mitra Kota Bandung, Sabtu (17/12/2017)

iklan

Lebih lanjut Aundriani menjelaskan bahwa masalah terjadi ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Untuk itu, menurutnya, akan lebih baik jika pasangan yang hendak menikah atau membangun mahligai rumah tangga menyiapkan diri dengan bekal pengetahuan tentang rumah tangga, baik bagi calon suami (ayah) maupun calon istri (ibu).

“Pernikahan yang berhasil adalah pernikahan yang dilandasi oleh kesiapan pelakunya dan dipersiapkan sebelumnya. Calon suami istri harus siap menghadapi masalah pernikahan.  Masalah bukan dicari namun ketika ada masalah jangan lari tapi harus dihadapi. Nah, sebelum masalah itu ada alangkah baiknya kita mempunyai bekal menyelesaikannya. Syukur-syukur masalah tidak jadi datang sehingga bisa menjadi pengetahuan,” imbuhnya.

Untuk itu ia memberikan tips agar setiap pasangan berhasil membina pernikahan hingga hari tua yang tetap harmonis dan bahagia. Berikut tipsnya:

  1. Keterampilan komunikasi yang efektif

Banyak masalah yang timbul dalam rumah tangga di awali atau disebabkan pola komunikasi yang tidak efektif baik oleh suami atau istri. Komunikasi yang tidak efektif akan menimpulkan miskomunikasi atau mispersepsi sehingga berpotensi memicu konflik yang lebih besar dan rumit. Untuk itu suami istri harus mampu membangun pola komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif bukan berarti harus banyak dan sering melainkan membuat komunikasi suami istri yang berkualitas.

  1. Keterampilan mengekspresikan cinta

Sebagian besar rumah tangga di awali dan dibangun dari perasaan saling cinta. Untuk itu suami istri harus menjaga dan merawat serta mengekspresikan perasaan cinta tersebut secara kontinyu. Perasaan cinta harus semakin tumbuh dan membesar ketika sudah membina rumah tangga. Bukan sebaliknya, bersemi dan menggebu diawal perkenalan namun malah berkurang dan perlahan layu setelah menjadi suami istri.

 

Baca Juga: Cara Menghadapi Suami Yang Berubah Setelah Menikah

 

  1. Keterampilan penanganan masalah

Masalah itu dapat diselesaikan bukan diukur dari besar kecilnya namun lebih pada kemampuan menyelesaikannya. Banyak pasangan yang mampu keluarga dari badai rumah dan menjadi menjadi bahagia dan harmonis karena kemampuannya dalam menyelesaikan masalah. Sebaliknya, banyak pasangan yang terpaksa harus mengakhiri kebersamaan hanya karena permasalah rumah tangga yang sepele namun berlarut-larut dalam menyelesaikannya hingga perpisahan untuk mengakhirinya. Untuk itu suami istri dituntut untuk belajar dan mengasah ketrampilan dalam menyelesaikan permasalahan rumah tangga tanpa prahara.

  1. Keterampilan berhubungan seks

Sebagai seorang yang beriman, tentu seks dan kebutuhan biologis bukanlah tujuan utama dalam pernikahan. Namun tidak sedikit yang menjadikan masalah hubungan ranjang ini sebagai pemicu hubungan yang tidak harmonis hingga memunculkan WIL atau PIL. Dalam kehidupan rumah tangga hubungan intim ini adalah bagian dari sebuah ibadah bersama maka sudah seharusnya pasangan harus saling mentransfer “pahala” dengan memberikan kepuasan dan ketraman. Untuk itu suami istri dituntut mempunyai ketrampilan baik dalam berkomunikasi maupun saling pengertian sehingga berhubungan intim sebagai sebuah ladang ibadah dapat menuai pahala.

Selain membahas masalah psikologi rumah tangga (pernikahan), dalam seminar ini juga dibahas masalah kesehatan reproduksi bersama dr. Aditya Muliakusumah, SpOG, MBA , kajian pernikahan dalam perspektif Islam oleh ust Budi Prayitno serta masalah keuangan rumah tangga bersama Osep Nugraha, CFP, QWP, RFPC. [ ]

Baca Juga: Cara Ta’aruf Sesuai Islam

5

Rep & foto: iman

940