Peringatan Hari Ibu Dalam Islam

0
370
Bagaimana pandangan Islam bagi seorang laki-laki yang telah beristri, apakah ibu atau istrinya yang harus didahulukan?

PERCIKANIMAN.ID – – Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Di Indonesia sendiri hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Demikianlah sifat manusia. Semuanya harus ditandai dengan simbolisasi. Piala dibuat untuk menghargai para atlet yang mungkin latihannya bertahun-tahun, bahkan bila ditukar dengan harga jerih payahnya maka piala tak seperberapanya. Begitupun dengan kasih sayang Ibu, ditetapkanlah hari ibu padahal bila tak ada hari ibu pun kasih sayangnya rela tak terbalas. Seolah simbol yang ditunjukkan cukup untuk mewakili usaha bertahun-tahun.

iklan

 

Ibu Mulia Akhlak Mulia

 

Sebaiknya tak harus menunggu hari ibu untuk memperlihatkan bakti kita pada orangtua khususnya ibu. Untuk urusan ini jadikan setiap hari adalah hari ibu. Dengan begitu kita sepakat bahwa membaktikan diri kepada ibu (orang tua) adalah wajib setelah menghambakan diri kepada Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman :

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. [Q.S Al-Isra:23-24]

Bagi Islam, jelas tidak perlu ada hari Ibu (secara khusus), terutama jika dikaitkan dengan masalah menyayangi, menghormati, dan seterusnya, jika ternyata Ibu hanya diperlakukan secara istimewa di 1 (satu) hari itu saja. Islam mengajarkan kepada kita utk berbuat baik (menyayangi, menghormati, dan seterusnya) pada ortu (terutama ibu) SETIAP HARI.

Allah Ta’ala berfirman :

Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang sangat lemah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Ku, kamu kembali.” (Q.S Lukman :14)

Perintah berbakti di sini bukan hanya berlaku pada bulan Desember saja, namun setiap waktu. Wallahua’alam. [ ]

Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu

Sumber : percikaniman.org

5

Red: tami

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

860