Kuasai Hartamu Kendalikan Membelanjakannya  

 

PERCIKANIMAN.ID – – Cara Membelanjakan Harta Menurut Ajaran Islam, sunnguh diatur dengan indah. Untuk membelanjakan harta yang sudah didapat memang merupakan perkara yang relatif mudah. Tetapi untuk bisa membelanjakannya sesuai dengan ajaran Islam, tentu kita akan dihadapkan kepada berbagai godaan dan tantangan. Misalnya, ada seorang yang berjanji akan selalu menginfakkan 10 persen dari hartanya. Saat memiliki uang Rp.10.000 ia mengeluarkan infak sebesar Rp. 1000. Jumlah itu tentu sangat kecil. Saat memiliki uang Rp. 100.000 ia mengeluarkan infak Rp. 10.000. Saat memiliki uang Rp. 1000.000 ia mengeluarkan infak Rp. 100.000. Saat memiliki uang Rp. 10.000.000 ia mengeluarkan infak Rp. 1.000.000. Semakin besar uang yang dimiliki, semakin besar pula uang yang diinfakkan, dan semakin besar pula rasa sayang kita untuk menginfakkan uang tersebut.

 

Demikian juga godaan untuk menahannya. Kita pun akan cenderung merasa sayang kepada uang kita tatkala harus menginfakkannya untuk kepentingan umum daripada digunakan untuk kepentingan diri sendiri. Ada orang yang mengatakan, bagaimana uang Rp.100.000; tampak begitu besar ketika kita sumbangkan ke masjid, dan begitu kecil saat kita belanjakan di supermarket. Begitulah setan akan terus menggoda manusia dalam hal yang berkaitan dengan uang dan harta. Oleh karenanya, kita harus terus-menerus waspada akan godaan dan tipu daya tersebut.

 

Sa’id Hawwa dalam buku Mensucikan Jiwa (Intisari Ihya’ Ulumuddin Al Ghazali) menyatakan bahwa salah satu di antara pintu masuk setan ke dalam jiwa manusia adalah melalui harta. Menurut beliau, setiap hal yang melebihi takaran makanan dan kebutuhan pokok maka ia merupakan tempat bertenggernya setan; sebab orang yang sudah memiliki makanan pokoknya maka hatinya akan cenderung menjadi kosong.

 

Menurut Hawwa, seandainya seseorang menemukan uang seratus dinar di jalan, akan bangkit dari hatinya syahwat di mana setiap syahwat itu memerlukan seratus dinar lainnya. Apa yang ditemukannya itu tidak mencukupi, sehingga ia memerlukan sembilan ratus dinar lainnya. Padahal, sebelum adanya seratus dinar itu ia sudah merasa cukup. Tetapi setelah menemukan seratus dinar ia mengira telah menjadi kaya sehingga ia memerlukan sembilan ratus dinar lagi untuk membeli berbagai barang yang diinginkannya. Hal tersebut di atas senada dengan salah satu sabda Nabi Muhammad saw. Anas bin Malik berkata bahwasanya Rasulullah saw. pernah bersabda,

 

“Andaikata seorang anak Adam (manusia) mempunyai satu lembah emas, pasti ia ingin mempunyai dua lembah. Dan tiada yang dapat menutup mulutnya (tidak ada yang dapat menghentikan kerakusannya kepada dunia) kecuali tanah (maut). Dan Allah berkenan memberi taubat kepada siapa saja yang bertaubat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Tips Berbelanja Agar Tidak Boros

Oleh karenanya, kita harus waspada dengan segala harta yang ada pada diri kita. Lebih lajut, Sa’id Hawwa menjelaskan pula tentang berbagai fungsi harta yang harus diperhatikan dan ditunaikan seorang hamba, yaitu:

  1. Mengetahui tujuan harta mengapa harta itu diciptakan, dan tidak memberikan perhatian melebihi batas yang selayaknya.
  2. Menjaga jalur pendapatan harta, menghindari yang haram, makruh, berbau suap, atau yang merendahkan martabat, seperti dengan cara meminta.
  3. Kadar dan kuantitasnya tidak berlebihan tetapi juga tidak kurang.
  4. Menjaga jalur pengeluaran, tidak mubazir tetapi juga tidak kikir, menyalurkannya kepada yang berhak secara halal.
  5. Meluruskan niat yang berkaitan dengan harta dalam hal mendapatkannya, meninggalkannya, menginfakkannya, atau menahannya.

 

Beberapa ayat Al Quran menjelaskan bagaimana penyesalan orang yang meninggal kelak karena tidak mempergunakan hartanya dengan sebaik-baiknya. Saat datang kematian, uang dan harta benda lainnya tak dapat menolong kita untuk menghadapi hari pertanggungjawaban di akhirat kelak. Firman-Nya:

 

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?’” (Q.S. Al Munafiqun 63: 10). [ ]

 

5

Red: sly

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

790

 

(Visited 110 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment