Menjaga Amal Shalih Dengan Hati dan Lisan

PERCIKANIMAN.ID – – Cara Menjaga Amal Ibadah, kebersihan hati dan lisan tercermin dalam perilaku dan perbuatan. Jika hati dan lisannya baik, maka akan baik pula seluruh perbuatannya, sebaliknya jika hati dan lisannya buruk, maka akan buruk pula seluruh perbuatannya. Keburukan sekecil apa pun, meski sebesar dzarrah, Allah akan membalasnya dengan balasan yang setimpal. Sebaliknya, kebaikan secuil apa pun, meski sebutir atom, Dia tidak akan pernah lalai memberikan ganjarannya.

 

Al-Quran dan hadis telah banyak mengungkapkan perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan orang-orang sebelum kita, di antaranya: memakan, membayar, dan atau menjadi saksi transaksi riba; mencuri; menawarkan dan atau meminum minuman keras; laki-laki atau perempuan yang meniru lawan jenis (baik dalam tindakan maupun penampilan); berzina; menipu; memfitnah; menyuap dan disuap; berkhianat; memutuskan silaturahmi; menganiaya; bersengketa; mengadu domba; dan membunuh. Selain itu Al Quran dan hadis memberikan pula kabar gembira bagi hamba-hamba yang tetap memelihara dirinya dalam koridor kebenaran dengan perbuatan-perbuatan terpuji, di antaranya: menghormati orang tua; menyambungkan silaturahmi; bershadaqah; dan mendamaikan perseteruan.

 

Balasan atas perbuatan manusia ini tak hanya terjadi di akhirat saja, melainkan juga dapat terjadi di dunia. Kita telah banyak mendengar ataupun menyaksikan kisah orang-orang hebat yang memperoleh kebahagiaan dari ketulusannya, pun tak sekali dua kita menyaksikan sejarah bencana dan derita yang menimpa orang-orang durhaka yang telah melakukan dosa yang teramat besar.

 

Maulana Asyraf Ali Tsanwi dalam bukunya Pahala dan Azab atas Perbuatan Manusia membuktikannya dengan menyebutkan riwayat-riwayat yang menyatakan bahwa sedekah bisa menolak bala, bahwa banyak silaturahmi bisa memperpanjang usia, dan bahwa zina bisa mempercepat kebinasaan. Ini, setidaknya, menyiratkan bahwa implikasi amal perbuatan kita, entah yang baik atau yang buruk, tak hanya akan kita dapatkan di akhirat, tetapi juga di dunia ini. Karenanya, untuk memelihara keimanan kita dalam sebelas bulan pasca Ramadhan, hindarilah perbuatan-perbuatan yang akan menggelincirkan kita pada kemaksiatan, hindarkan aktivitas yang dalam jangka panjang akibatnya sangat merugikan, yang sangat tidak sebanding dengan kenikmatannya yang hanya sementara.

 

Cara menjaga kebersihan hati, lisan, dan perbuatan

 

Imam Al Ghazali menyebutkan ada banyak amal yang dapat menjaga kebersihan hati, lisan, dan perbuatan kita, di antaranya:

 

  1. Menyegerakan ibadah wajib
  2. Memperbanyak ibadah sunah
  3. Memperbanyak zikir
  4. Tilawah Al Quran, {sepuluh amalan tilawah Al Quran, yaitu: (a) memahami keagungan dan firman Allah; (b) mengagungkan Allah; (c) kehadiran hati dan meninggalkan bisikan jiwa; (d) tadabbur; (e) tafahhum (memahami secara mendalam); (f) meninggalkan hal-hal yang dapat menghalangi pemahaman; (g) takhshish (menyadari diri sebagai sasaran yang dituju setiap nash dalam Al Quran; (h) ta’atstsur (mengimbas ke dalam hati); (i) taraqqi (meningkatkan pemahaman); dan (j) tabarriy (melepaskan diri dari daya dan kekuatannya dan memandang kepada dirinya dengan pandangan rido dan tazkiyah)}.
  5. Bergaul dalam lingkungan yang kondusif
  6. Mengingat kematian dan pendek angan-angan
  7. Menghindari Riya’
  8. Menghindari jalan masuk setan, di antaranya dengan menghindari marah dan syahwat, tidak dengki dan tamak, tidak kenyang dengan makanan sekalipun halal dan bersih, tidak terburu-buru tanpa mengonfirmasi persoalan, tidak mengumpul-kumpulkan segala macam harta kekayaan, tidak bakhil dan takut miskin, tidak fanatik terhadap mazhab dan hawa nafsu, tidak mendengki lawan dan melecehkannya, tidak buruk sangka terhadap kaum muslim, tidak mengikuti hawa nafsu, tidak sombong, tidak cinta kedudukan dan kepemimpinan, tidak musyrik dan riya’, dan tidak dengki.

 

Tidak ada yang patut diharapkan, tidak ada yang patut dituju, tidak ada yang dicintai di dunia dan di akhirat kecuali Allah. Jika seberat dzarrah dari segala amal selain mencintai Allah memasuki kalbu, maka seluruh ibadah menjadi rusak. Karena itu bersihkanlah kembali niat dan tekad dengan hati, lisan, dan perbuatan untuk kemudian kembali lagi kepada Sang Maha Pencinta, Allah Swt. [ ]

 

5

Red: sly

Editor: iman

Ilsutrasi foto: pixabay

980

(Visited 129 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment