Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Gangguan Jin?

Assalamu’alaykum, Pak Aam, jika sholat pikiran saya sering kemana-mana. Kadang memikirkan pekerjaan dan yang lainnya. Apakah saya terkena gangguan jin? (Resti via email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Teh Resti dan mojang bujang sekalian.Begini, yang namanya jin dan manusia itu sama-sama bertugas untuk ibadah. “Tiada Kami ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah.” Jin dan manusia sama-sama memiliki kemampuan berfikir, buktinya ketika Rasul membaca Al-Qur’an, mereka mengatakan, “sungguh qur’an ini menakjubkan.” Kalau seseorang mendengarkan dan bisa mengambil kesimpulan itu berarti ia berpikir dan ia mengerti apa yang ia dengar. Jadi jin itu memiliki kemampuan berpikir layaknya kita.

Lalu dalam surat Jin ayat 14 dikatakan, “diantara kami ada yang sholeh, dan diantara kami ada yang tidak sholeh.” Mereka pun sama seperti kita, ada yang memposisikan diri sebagai makhluk Allah yang dicintai, ada juga yang memposisikan diri sebagai setan yang menggoda. Itu sebabnya di surat An-Nas kita mengatakan, “kita berlindung pada Allah dari bisikan-bisikan yang tersembunyi, dari bangsa jin dan manusia.” Nah, jin ataupun manusia, sama-sama mempunyai peluang menjadi syaitan. Kapan itu? ketika jin dan manusia berusaha berbelok dari jalan yang lurus. Boleh jadi saya bisa menjadi syaitan untuk anda, ketika saya membelokkan anda dari kebaikan. Misalnya ketika anda mau mendaftar umroh, lalu saya malah mengajak anda untuk pergi jalan-jalan ke Hongkong. Itu berarti saya syaitan yang mengalihkan anda dari kebaikan.

Nah mengenai pertanyaan anda ketika sholat sering tidak konsentrasi, maka apakah dalam diri anda ada syaitannya? Sesungguhnya dalam diri setiap manusia itu ada syaitannya. Jadi semua orang itu pasti digoda oleh syaitan. Ada bisikan-bisikan yang membuat kita tidak fokus, dan mengalihkan kita dari jalan yang benar. Oleh sebab itu anda harus berjuang. Karena tidak ada orang yang konsentrasi penuh 100% ketika sholat, pasti ada saja terpikir sesuatu. Tugas anda bagaimana caranya berjuang mengkhusyukkan diri ketika sholat.

Jadi kalau bicara apakah anda diganggu syaitan, memang, syaitan pasti masuk menggoda dalam segala aspek hidup kita. Karena mereka pun bersumpah, “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”, ini yang dijelaskan dalam surat Al-Araf ayat 16-17. Jadi kalau anda sholatnya tidak konsentrasi, itu adalah bagian dari strategi syaitan. Tugas kita adalah melawannya, bagaimana melawannya dan bagaimana agar khusyuk dalam sholat? Memang tidak ada yang akan 100% khusyuk, pasti ada saja yang terbersit dan itu sangat manusiawi, karena syaitan pasti akan masuk dalam setiap ruang dan waktu hidup kita.

 

Bagaimana cara menghadapi syaitan ketika sholat agar ia tidak masuk terlalu dalam? Pertama, jadikan sholat itu sebagai kebutuhan, kita harus rindu pada sholat. Dalam surat Al-Anfal ayat 2-4, ciri orang beriman itu, “sesungguhnya orang beriman itu hanya mereka yang jika disebut nama Allah, tersentuh hatinya, jika dibacakan ayat-ayat Allah, bertambah imannya, dan mereka bertawakal, mereka melaksanakan sholat.”

Nah jadi melaksanakan sholatnya itu karena rindu, bukan hanya karena kewajiban. Cirinya, jika ia mendengar adzan ia akan senang dan mengucapkan alhamdulillah, bersyukur pada Allah masih diberi kesempatan untuk sholat. Setan itu bisa kita kalahkan dengan iman dan takwa kita. Syaitan tidak akan berpengaruh pada orang yang imannya kuat. Lihat surat An-Nahl ayat 99, “sesungguhnya syaitan itu tidak punya kekuatan, tidak akan berpengaruh pada orang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.” Jadi kalau anda ingin agar syaitan tidak masuk dalam sholat anda, berusahalah menepis dengan keikhlasan, dengan menjadikan sholat itu sebagai kebutuhan, bukan sekedar kewajiban.

Inilah 5 Pintu Masuk Setan ke dalam Hati Manusia

Kedua, agar syaitan tidak masuk terlalu dalam saat kita sholat, yaitu dengan cara memahami apa yang kita baca. Jika seseorang sholat namun tidak paham apa yang ia baca, maka peluang syaitan masuk itu sangat besar. Karena ia membaca sesuatu yang ia tidak mengerti. Walaupun tidak kata-perkata, minimal kita tahu makna, apa yang dimaksud dari tiap kalimatnya. Jadi berusahalah, berikhtiarlah untuk memahami bacaan-bacaan sholat. Ini termasuk ketika kita membaca qur’an, kalah bapak/ibu baca qur’an tapi tidak mengerti artinya memang tetap mendapat pahala, tapi kalau bisa sisihkan waktu untuk membaca terjemahannya, agar apa yang kita baca, dapat kita mengerti.

Ketiga, kita harus mengeliminasi faktor-faktor internal dan eksternal. Misalnya, kalau Anda sangat lapar, maka makanlah dulu sebelum shalat, ini namanya mengeliminasi faktor internal. Kemudian faktor eksternalnya misalkan, kalau anda termasuk orang yang mudah terganggu dengan suara televisi atau ponsel, ya matikan dulu televisi dan ponselnya. Jadi untuk khusyuk itu ada strategi dan rumusnya.

 

Terkait cara meraih shalat yang khusyuk silakan baca buka saya yang berjudul “ SUDAH BENARKAH SHALATKU?”. Didalamnya ada pembahasan tentang masalah shalat termasuk bagaimana agar shalat kita khusyuk dan tuma’ninah. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

buku sudah benarkah shalatku

5

Editor: riska

Ilustrasi foto:

 

*Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

890

(Visited 783 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment