Orangtua Tidak Merestui, Harus Nikah Siri?

cincin

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya sudah bercerai dengan suami saya sejak dua (2) tahun lalu. Sekarang saya berniat ingin menikah lagi dengan seorang duda. Kami sudah cocok dan berkomitmen untuk menikah. Kami sudah sama-sama bekerja dan memiliki penghasilan. Tetapi, orangtua saya tidak menyetujui hubungan saya dengan calon suami karena ada masalah dengan orangtua calon suami di masa lalu. Kami ingin menikah, biar kalau bersama-sama jadi halal dan mengandung pahala. Bolehkah saya menikah dengan calon suami tanpa wali ayah kandung saya? Apa yang dimaksud menikah siri? Dan syaratnya apa? Dan dibolehkan saya melakukannya ketika kondisinya seperti yang telah saya ceritakan tersebut? ( I via email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Ibu dirahmati Allah serta mojang bujang sekalian. Dalam hal menikah khususnya bagi seorang janda ada pengecualian bagi Anda yang pernah menikah (janda atau duda) ketika ingin menikah kembali. Karena dianggap sudah memiliki pengalaman, meski masih ada orangtua, maka Anda boleh menggunakan wali hakim, walaupun tetap yang lebih utama adalah oleh ayah kandung Anda.

Akan tetapi, jika karena wali utama (ayah kandung) niat berbuat baik Anda terhambat karena orangtua Anda memiliki masalah dengan orangtua calon suami Anda di masa lalu, Anda boleh menikah dengan diwalikan oleh wali hakim. Wali hakim di sini artinya wali yang mewakili ayah kandung Anda. Bisa kakak dari ayah, adik dari ayah, bahkan boleh wali hakim dari Kantor Urusan Agama (KUA).

 

Jadi, pernikahan Anda nanti tetap pernikahan formal, tidak disebut sebagai nikah siri atau nikah rahasia. Karena pernikahan Anda tercatat di KUA, ada saksi, ada wali hakim (walaupun bukan wali utama).

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan nikah siri? Nikah siri adalah nikah yang dirahasiakan yang sebenarnya tidak boleh dilakukan. Meski secara agama sah namun nikah siri tidak mempunyai status legal dari pemerintah atau KUA. Maka sebaiknya pernikahan itu diumumkan baik kepada sanak saudara atau pun teman. Tujuannya untuk mengabarkan bahwa Anda berdua sudah resmi menikah sehingga ketika Anda berjalan atau pergi berdua tidak menimbulkan fitnah.

 

Perlu diketahui, nikah itu auli walaubi syaat, umumkan pernikahan itu walaupun Anda hanya mengundang beberapa gelintir orang. Jadi, pernikahan itu jangan dirahasiakan, tapi diumumkan. Akan lebih bijaksana jika ada acara syukuran yang mengundang sanak saudara, teman dan tetangga meski hanya terbatas. Wallahu a’lam.

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

970

 

(Visited 6,861 times, 7 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment