Apa itu Hidup Berkah?

muslimah taat

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, banyak orang yang ingin hidupnya selalu dalam keberkahan, baik rizkinya, makanannya, rizkinya, dan ilmunya. Yang ingin saya tanyakan, sebenarnya berkah itu apa? (Barasadewa via email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Bapak dan mojang bujang sekalian, sering kali kita mendengar ungkapan “rezeki itu tidak perlu banyak yang penting berkah”. Sebenarnya apa berkah itu?.  Begini, jika didefinisikan, berkah itu adalah bertambahnya kebaikan dalam kebaikan.

Contohnya, Anda memiliki motor, tentu ini adalah sebuat kebaikan. Lalu motor tersebut digunakan untuk bersilaturahmi, digunakan untuk datang ke majelis taklim, digunakan untuk menengok orangtua atau mertua dan sebaginya untuk kebaikan. Nah motor tersebut  bisa dikatakan menjadi berkah.

 

Jadi kalau kita memiliki sesuatu yang membuat kebaikan kita bertambah, itu berarti berkah. Ada orang yang mempunyai rumah sangat besar, tapi yang tinggal didalamnya hanya ada dua orang. Rumahnya sepi, dan saudara-saudaranya pun tidak ada yang berkunjung. Demikian juga para tetangganya enggan berkunjung. Nah, ini salah satu tandanya rumah itu tidak berkah.  Tetapi sebaliknya ada juga yang punya rumah kecil tapi saudara-saudara senang berkumpul disitu. Nah berarti rumah itu berkah

 

Sama halnya dengan ilmu yang berkah itu seperti apa? Yaitu ilmu yang membuat kita menjadi lebih baik. Misalnya, awalnya saya adalah penggosip, tapi setelah saya belajar agama, saya jadi tahu ternyata amal kita bisa habis ketika membicarakan orang, maka saya meninggalkan kebiasaan buruk saya tersebut. Itulah ilmu yang menjadi berkah, karena membuat saya menjadi diri yang lebih baik.

Jadi sesuatu yang berkah misalnya sebuah kendaraan, jika dipakai untuk kebaikan, maka kendaraan itu berkah. Sebuah rumah disebut berkah jika didalamnya terdapat amal sholeh. Lalu ilmu yang berkah adalah ilmu yang diamalkan, kemudian anak yang berkah adalah anak yang membuat kita dekat dengan Allah. Ada pula anak yang tidak sholeh, akan tetapi membuat orang tuanya banyak berdoa dan dekat pada Allah, itu berarti anak tersebut membawa berkah.

Jadi berkah itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Contohnya, ketika ditimpa penyakit, jika kita sabar menghadapinya berarti penyakit tersebut membawa berkah. Lalu ada yang memiliki suami yang kasar, tidak pernah ibadah, malas-malasan, jika si istri menghadapinya dengan sabar itu pun bisa menjadi berkah. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

890

*Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 819 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment