MUI: Jika Ada Toleransi, Penolakan Ustadz Abdul Shomad Tidak Perlu Terjadi

0
108
Sekelompok orang membawa senjata tajam menolak Ustadz Abdul Shomad berdakwah di Bali, Jumat (8/12/2017)

PERCIKANIMAN.ID  – –  Ustadz Abdul Shomad, yang hendak melakukan dakwah di Bali mendapat penolakan dari sejumlah orang. MUI Pusat melalui KH Zainut Tauhid Sa’adi selaku Wakil Ketua Umum MUI menyampaikan penyesalan atas insiden yang dialami Ustadz Adbul Shomad (UAS) di Bali pada Jumat (8/12/2017). Menurut KH Zainut Tauhid kejadian yang menimpa Ustadz Abdul Shomad yang sedang menjalankan tugas dakwah di Bali, seharusnya hal itu tidak perlu terjadi jika kita mengedepankan semangat musyawarah, persaudaraan dan toleransi.

 

iklan

“Apa pun alasannya tindakan sekelompok orang tersebut tidak dibenarkan karena melanggar hak asasi dan termasuk bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang,”ungkapnya dalam keterangan tertulisnya Sabtu malam (9/12/2017).

 

Ia menambahkan di Negara yang berdasarkan Pancasila setiap warga negara diberikan jaminan perlindungan hak asasi oleh negara dalam melaksanakan kewajiban agamanya sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

 

“Kami khawatir hal tersebut menjadi preseden yang kurang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia,”imbuhnya.

Sekelompok orang membawa senjata tajam menolak Ustadz Abdul Shomad berdakwah di Bali, Jumat (8/12/2017)

Untuk hal tersebut MUI mengimbau kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat untuk segera mengumpulkan para pemuka agama melalui forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak timbul kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat.

 

“MUI mengimbau kepada masyarakat luas utamanya umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang bernada SARA dan mengadu domba antarumat beragama, ”ajaknya.

 

Untuk itu MUI mengajak kepada semua pemimpin umat beragama untuk bergandengan tangan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila agar Negara Indonesia selamat dari ujian,  cobaan dan berbagai macam ancaman perpecahan. [ ]

 

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: istimewa