Menikah Karena Dipaksa Orangtua, Apakah Sah?

0
168

Assalamu’alaykum, Pak Ustadz , bolehkah seorang kakak laki-laki menikahkan adiknya tanpa persetujuan sang adik, karena ayah dan kakeknya sudah meninggal? Apakah pernikahannya saha? Mohon penjelasannya. (Arjuna via email)

 

iklan

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Arjuna dan mojang bujang sekalian, memang, kalau kakek atau ayahnya meninggal, maka yang menjadi wali adalah kakak laki-lakinya. Lalu bolehkah menikahkan secara paksa? Tentu saja tidak boleh, karena menikah  itu tidak boleh dipaksa.

Kalau ada orang yang menikah karena dipaksa, maka pernikahannya tidak sah. Jadi dalam Islam itu sesuatu itu sah, jika dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan. Sekarang ada seorang kakak yang memaksa adiknya menikah padahal si adiknya tidak mau, maka pernikahan itu tidak sah.

Menikah itu bukan sekedar menghadirkan fisiknya semata atau bersatunya pria dan wanita hidup dalam rumah tangga secara fisik. Akan tetapi juga psikis atau jiwanya juga. Lalu, bagaimana seseorang bisa hidup rukun dan damai dalam rumah tangga jika hatinya tidak ada perasaan cinta?. Justru sebaliknya ia atau perempuan atau adiknya Anda akan menderita secara batin dan bisa jadi kejiwaan atau mentalnya akan terganggu.

Ada yang berpendapat bahwa cinta akan tumbuh seiring dengan waktu dan kebersamaan. Kalau yang ini saya justru kurang setuju. Justru perasaan cinta itu harus tumbuh bersama dengan pernikahan atau harus ada perasaan cinta atau suka dulu sebelum menikah sehingga akan menjadi modal untuk keberlangsungan mengarungi biduk rumah tangga berikutnya.

Ada pula yang berpendapat bahwa ada yang bisa hidup rukun dan bahagia sampai akhir hayat meski pernikahannya karena dipaksa orangtua misalnya. Tentu hal ini tidak bisa disamakan atau dijadikan model dalam pernikahan.

Menikah adalah ibadah, salah satu sempurnanya ibadah adalah niat yang lurus dan ikhlas. Sekarang bagaimana bisa disebut ibadah jika niatnya saja sudah terpaksa yang menimbulkan ketidakikhlasan. Bagaimana seorang istri akan mengabdi dan melayani suami jika ia tidak ikhlas dan penuh dengan paksaan?. Ini yang perlu dipikirkan.

Tidak hanya dalam pernikahan, di dalam perceraian pun sama. Apabila ada bapak atau ibu memaksa anaknya untuk bercerai, walaupun sudah terucap kata talak, maka itu tidak sah. Karena kondisinya sedang dibawah tekanan. Jadi dalam Islam, sesuatu yang bersifat akad perihal pernikahan, perceraian atau jual beli, jika dilakukan dibawah tekanan maka tidak sah. Oleh sebab itu dalam pernikahan adalah hal yang wajar bila petugas KUA menanyakan apakah pernikahannya karena paksaan atau tidak. Wallahu’alam. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

980