Calon Suami Pernah Berzina, Terus atau Putus?

pacaran

 

Assalamu’alaykum.Pak Ustadz, saat ini saya sedang dekat dengan seorang pria. Yang mengganjal pikiran saya adalah dia mengaku dulu pernah terjerumus pergaulan bebas dan melakukan hubungan intim di luar nikah. Sekarang dia sudah bertobat dan meninggalkan kemaksiatan tersebut. Dia memberanikan diri jujur kepada saya karena dia serius ingin menikahi saya. Menghadapi hal ini, terus terang, saya jadi bingung. Bukankah laki-laki pezina itu akan berjodoh dengan wanita pezina, dan sebaliknya. Saya sendiri, alhamdulillah sampai saat ini belum pernah berpacaran dan bisa menjaga kehormatan saya sebagai wanita. Saya sudah beberapa kali istikharah, tapi belum mendapat jawaban. Apakah orang yang pernah melakukan hubungan di luar nikah masih dikategorikan sebagai pezina kendati sudah bertobat? Atau bagaimana? Bagaimana hukumnya menikah dengan mantan pezina? Mohon penjelasannya. (MJ via email)

 

 

Wa’alaykumasalam Wr Wb. Iya teteh dan mojang bujang sekalian, apa yang Anda sampaikan itu ada dalam Al Quran yakni Surat An Nur,

 

 

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (QS. An-Nur: 3)

 

Tentang apakah laki-laki yang baik-baik diharamkan menikahi wanita pezina sebelum taubatnya atau wanita yang baik-baik diharamkan menikah dengan laki-laki pezina sebelum taubatnya?. Dalam masalah ini terdapat dua pendapat, ada ulama yang mengharamkan secara mutlak namun ada yang membolehkan dengan bersyarat salah satunya ia sudah bertaubat. Tentu dengan dalil masing-masing.

 

Namun ada baiknya juga kita membaca dan memahami ayat Al Quran dimana Allah Swt. Berfirman, “Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan kebajikan. Maka, Allah akan mengganti keburukan mereka dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. ” (Q.S. Al-Furqān [25]: 70)

 

Jadi menurut hemat saya, kalau laki-laki yang sedang dekat dengan Anda sudah berhenti melakukan zina dan sudah bertobat, maka dia bukan lagi seorang pezina, tapi, mantan pezina. Kita tentu harus melihat seseorang secara multiperspektif. Karena, orang itu bermacam-macam jenisnya. Ada yang memang awalnya buruk dan akhirnya baik (seperti Umar bin Khattab). Tetapi, ada pula yang awalnya baik dan akhirnya baik (seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq).

 

Kekasih Anda mungkin cuma berzina saja,  sedangkan Umar, beliau sudah pernah melakukan segala kemaksiatan, seperti membunuh, berjudi, meminum minuman keras, dan sebagainya. Akan tetapi, pada akhirnya Umar menjadi pribadi yang sangat soleh yang bahkan dijanjikan surga oleh Allah Swt. Semoga saja, kekasih Anda sama seperti Umar.

 

Jadi, Anda jangan melihat orang dari masa lalunya, lihatlah dia di saat sekarang dan ke depannya. Dalam menentukan jodoh, Anda harus menghargai kesungguhannya karena boleh jadi hal itu akan menunjukkan sesuatu yang luar biasa kelak. Apalagi, jika setelah menikah Anda bisa membawa dia menjadi lebih sholeh, Anda akan mempunyai pahala berlipat ganda.

 

Tetapi sekali lagi itu hak Anda. Bagaimana kenyamanan dan kemantapan Anda untuk menerimanya dalam kondisi demikian. Sekiranya Anda merasa mantap dan mau menerima atas pengakuannya dan dia sudah menyatakan bertaubat dengan meninggalkan kebiasaan buruknya maka, insya Allah seiring waktu Anda dapat melupakan masa lalunya dan hidup bahagia.

 

Namun sebaliknya, jika Anda masih kurang yakin,masih ragu, masih was-was atau belum sreg maka Anda berhak untuk menolaknya sebelum Anda berdua melangkah lebih jauh dalam kehidupan rumah tangga. Jangan sampai Anda menikah karena perasaan kasihan sama dia. Atau jangan pula menikah karena merasa tidak enak dengan teman, tetangga atau keluarga hanya karena Anda sudah dekat dengan dia dan malu jika tidak jadi menikah dengan dia. Bukankah yang akan menikah dan menjalani rumah tangga itu Anda dan bukan orang lain. Untuk itu jangan korbankan masa depan Anda hanya karena perasaan-perasaan tadi. Ingat Anda akan hidup lebih lama dengannya dan jangan membawa “bom waktu” dalam rumah tangga Anda yang mana bisa “meledak” dalam perjalanan rumah tangga.

 

Menikah dan berumahtangga itu bukan coba-coba tapi niatkan untuk selamanya. Menikah itu antara takdir dan pilihan. Contoh sederhananya begini, menjadi takdir sekiranya calon suami Anda adalah orang yang terlihat sholeh dan baik, rajin ibadah dan mengerjakan amal-amal sholeh lainnya. Namun setelah menikah 15 tahun, misalnya, suami Anda berubah menjadi buruk. Ini takdir, sebab Anda tidak bisa menduga sebelumnya. Jadi takdir itu seseuatu yang tidak bisa diprediksi (unpredicable).

 

Namun sebaliknya, Anda tahu bahwa calon suami Anda itu berperangai buruk atau jarang ibadah. Jangankan yang sunnah yang wajib saja jarang dikerjakan. Kemudian Anda tetap memutuskan untuk menikah dengan harapan dia bisa berubah setelah menikah dan Anda sendiri berusaha untuk merubahnya. Tetapi setelah menikah tetap juga tidak bisa berubah bahkan menjadi lebih buruk sehingga Anda merasa sudah tidak bisa dipertahankan dan Anda berkeinginan untuk cerai. Ini bukan disebut takdir tetapi pilihan, sebab Anda sudah tahu sifat suami sebelum menikah. Anda diberi pilihan tetap menikah atau batal. Jadi pilihan itu bisa diprediksi (predicable).

 

Jadi intinya takdir itu tidak bisa diprediksi sementara pilihan bisa diprediksi. Anda jangan menyalahkan bahwa itu takdir sementara Anda sebenarnya diberi pilihan.

 

Sekarang lebih baiknya Anda istikharah lagi. Kalau Anda melihat perilaku dia yang semakin baik dan bersungguh-sungguh ingin menikahi Anda, biarlah Allah yang menunjukkan jalan terbaik untuk Anda.

 

Nak, bagi Anda atau mojang bujang yang ingin atau akan membangun rumah tangga bisa membaca buku saya yang berjudul MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA, di dalamnya saya bahas cara atau tips mewujudkan keluarga yang bahagia di dunia hingga akhirat berikut pembahasan mengenai cara menyelesaikan beberapa permasalahan rumah tangga. Wallahu a’lam. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1,366 times, 5 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment