Kisah Kabsyah binti Rafi’, Yang Wafatnya Mengguncang Arsy Allah

PERCIKANIMAN.ID – – Ibnu Sa’ad menyatakan bahwa Kabsyah termasuk dalam jajaran orang-orang yang pertama-tama berbaiat. Ia mengatakan, “Orang pertama yang berbaiat kepada Rasulullah adalah Ummu Sa’ad bin Mu’adz, Kabsyah binti Rafi’, dan dia termasuk dalam golongan para wanita muslimah salehah yang mengemban cita-cita agama dan mempertaruhkan seluruh anak-anak mereka di jalan Allah demi membela Islam. Salah satu kisahnya yang tercatat dalam sejarah adalah perannya saat Perang Uhud:

Sayyidah Kabsyah menyambut para utusan dalam Perang Uhud, dan pada saat iru dia telah mengutus dua orang putranya untuk berperang dan membela agama Allah. Dia keluar untuk meyakinkan dirinya tentang Rasulullah. Dia memerhatikan waja-wajah kaum muslimin yang kembali dari peperangan dan mencari kedua putranya, namun salah seorang putranya telah syahid dalam peperangan.”

Di dalam kitab As-Sirah Al-Halbiyyah disebutkan: Sebelum Rasulullah memasuki Madinah, Ummu Sa’ad bin Mu’adz, pemimpin kaun Anshar, datang berlari untuk menyambut Rasulullah dan beliau sedang berada di atas kudanya, sementara Sa’ad memegangi tali kekang kudanya. Maka Sa’ad berkata, “Wahai Rasulullah, ibuku.”

Rasulullah pun mengucapkan selamat datang kepadanya, lalu beliau berhenti untuk menemuinya. Kemudian setelah Ummu Sa’ad berada dekat dengan Rasulullah, beliau menyampaikan bela sungkawa kepadanya karena putranya yang bernama ‘Amr bin Mu’adz telah syahid di Uhud dalam usianya yang ke tiga puluh dua tahun. Maka Ummu Sa’ad pun berkata, “Apabila aku telah menyaksikan engkau selamat, maka sungguh musibah ini menjadi ringan bagiku.”

Kemudian Rasulullah mendo’akan keluarga orang-orang yang syahid pada perang Uhud. Beliau bersabda, “Wahai Ummu Sa’ad, terimalah berita gembira dan sampaikanlah berita gembira kepada keluarga mereka bahwa anggota keluarga mereka yang terbunuh (syahid) semuanya saling berteman di surga, dan sungguh syafaat mereka semua untuk keluarganya telah diterima.”

promo oktober

Ummu Sa’ad pun berkata, “Kami ridha, wahai Rasulullah. Siapakah yang akan menangisi mereka lagi setelah ini.” kemudian dia berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah untuk orang-orang yang mereka tinggalkan.”

Maka Rasulullah bersabda:

“Ya Allah, hilangkanlah kesedihan hati mereka, gantikanlah yang hilang dari mereka, dan perbaikilah keadaan penggantinya bagi orang yang mereka tinggalkan.”

Demikianlah kisah tentang ibu yang penyabar ini, yang telah merelakan putranya di jalan Allah dengan penuh keridhaan, yang mencintai Allah dan Rasul-Nya sehingga musibah kematian putranya menjadi ringan baginya serta menerima ketetapan Allah yang tidak mencegahnya dari kabar gembira yang disampaikan melalui lisan Rasul-Nya, sehingga beliau pun menyampaikan kepadanya bahwa seluruh pasukan yang syahid dalam Perang Uhud berada di surga, sehingga dia merasa senang karenanya.

Akan tetapi dengan kecerdasannya, dia ingin  memperoleh doa dari Rasulullah, maka Rasulullah pun berdoa untuknya dan seluruh keluarga yang ditinggalkan oleh para syuhada Uhud.

 

BACA JUGA: Kisah Sumayyah binti Kayyath Syahidah Pertama Dalam Islam 

 

Sungguh luar biasa wanita tersebut dalam menjalani perannya sebagai seorang ibu. Sungguh luar biasa wanita tersebut dalam menjalani perannya sebagai wanita mukminah yang penyabar, di mana dia menerima dan ridha terhadap ketentuan Allah. Bukan hanya itu saja, bahkan dia pun datang membawa putranya yang lain, pemimpin kita Sa’ad bin Mu’adz, dalam Perang Khandaq.

Disarikan dari buku “66 Muslimah Pengukir Sejarah” karya Ummu Isra’ binti Arafah.

 

5

Red: riska

Editor: iman

ilustrasi foto: pixabay

830

 

(Visited 56 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment