Pentingnya Persiapan Psikologis Sebelum Menikah

Oleh : Alva Handayani, psikolog

PERCIKANIMAN.ID – – Terkait dengan kesiapan memasuki jenjang pernikahan, para ahli psikologi umumnya menggunakan istilah ‘kematangan’ atau maturity untuk menjelaskan tentang sejauh mana kemampuan seseorang dalam berespon terhadap tuntutan hidup berumah-tangga — secara ‘tepat’ (appropriate) dan ‘adaptif’.  Karena tidak bisa dipungkiri, pernikahan antara dua insan, membutuhkan adaptasi dari kedua belah pihak, proses penyatuan tujuan, dan mencari cara yang tepat untuk mencapainya, termasuk kemampuan untuk mengatasi kendala atau konflik dalam perjalanannya.

Ada beberapa hal yang perlu dipikirkan sebelum menikah, berikut diantaranya;

  1. Komitmen

Salah satu hal penting untuk didiskusikan sebelum menikah di antaranya adalah, bagaimana masing-masing merumuskan komitmennya setelah menikah nanti. Selain itu, konsep mengenai relasi yang ‘ideal’ antara suami dan istri juga perlu dibicarakan, karena hal tersebut mengarah pada ekspektasi terhadap pasangan. Jika hal ini tidak dikomunikasikan, pasangan tidak akan tahu apa yang diharapkan darinya, sehingga berjalan dengan persepsinya sendiri – yang belum tentu sesuai dengan ekspektasi dari pasangannya

 

  1. Konsep mengenai Keluarga dan kedekatan dengan Keluarga

Bagaimana relasi Anda dengan ayah dan ibu ? Jika mempunyai anak, cara yang seperti apa yang akan diterapkan untuk mengasuk anak ? Apakah Anda lebih senang berkumpul dengan keluarga di rumah ? atau memanfaatkan waktu libur untuk bepergian ?

Perbedaan cara pandang mengenai keluarga serta seberapa penting ikatan keluarga dalam keseharian, memiliki pengaruh yang besar terhadap kesiapan untuk membangun dan membentuk keluarga.

 

Ratusan peserta mengikuti seminar “Insya Allah, Saya Siap Menikah ” di Hotel Malaka Kota Bandung, Sabtu (2/12/2017)

 

  1. Keuangan

Uang seringkali muncul sebagai sumber masalah dan pertengkaran dalam sebuah hubungan pernikahan. Termasuk dalam hal ini adalah bagaimana kebiasaan masing-masing pasangan dalam mengelola ( atau menghabiskan ) uang. Di sisi lain, meski kecenderungan workaholic tidak identik dengan pendapatan yang dihasilkan, namun banyak pasangan yang mempermasalahkan ‘kecanduan’ kerja suami dan ketidakhadirannya dalam keluarga

 

  1. Cara mengatasi konflik / pertengkaran

Setiap orang memiliki cara berbeda saat menangani stres. Setiap orang juga berbeda dalam soal penyebab dan persepsi mengenai situai stres. Namun bagaimana cara Anda menghadapi pasangan saat ia marah atau tertekan ? atau ketika Anda dihadapkan pada situasi konflik dengan pasangan, apa yang akan Anda lakukan ? Jilah Anda adalah tipe orang yang menghindari konflik, bersediakan Anda menyelesaikannya langsung ketika pasangan mengharapkan konflik tersebut diselesaikan segera ? .[ ]

 

*Disarikan dari materi seminar pra nikah ‘Insyaallah, Saya Siap Menikah’ Khazanah Intelektual

 

Red: tami

Edito: iman

Foto: tim pi

 

(Visited 59 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Pentingnya Persiapan Psikologis Sebelum Menikah”

  1. Terimakasih Percikan Iman, Artikelnya sangat bermanfaat bagi Kami, Kami mohon ijin untuk posting ulang, terimakasih..

Leave a Comment