Dalil Zakat Profesi

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon penjelasan dasar atau dalil zakat profesi, baik dari Al Quran ataupun hadits. Bukankah di zaman Rasul zakat ini tidak ada? Terima kasih. ( Airin by email )

 

 

Wa’alaykumsam Wr Wb.Iya teh atau bu Airin dan mojang bujang serta sahabat sekalain. Zakat profesi dalah zakat yang harus dikeluarkan dari penghasilan atau pendapatan yang diusahakan melalui keahlian, baik keahlian yang dilakukan secara individual seperti dokter, pengacara, konsultan, dll. Ataupun keahlian kolektif, seperti karyawan. Penghasilan rutin yang didapatkan melalui keahlian dalam bahasa fiqih disebut Al Maal Al Mustafaad.

 

Hasil dalam Muktamar Internasional Pertama tentang Zakat di Kuwait, pada tanggal 30 April 1984 M/29 Rajab 1404 H telah menyepakati adanya kewajiban zakat profesi bagi para profesional yang telah mencapai nishab (batas minimal).

 

Adapun menurut para ulama saat ini yang menjadi landasan hukum zakat profesi adalah,

 

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah  sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya.  Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Q.S. Al Baqarah 2:267).

kalender percikan iman 2018

 

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Q.S. Adz-Dzariat 51:19).

 

Al Qurthubi dalam Tafsir Al Jaai’ li Ahkaam Al Quran, jilid IX, hal. 37 menyebutkan bahwa maksud    haqqun ma’lum (hak yang pasti) pada ayat di atas adalah ”semua harta yang dimiliki dan semua penghasilan yang didapatkan jika telah memenuhi persyaratan kewajiban zakat, harus dikeluarkan zakatnya”.

 

Inilah yang menjadi landasan adanya zakat profesi. Perlu kita akui bahwa ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa zakat profesi itu tidak ada di zaman Rasul. Memang benar, di zaman Rasul tidak ada namun tanpa mengurangi rasa hormat pada yang berpendapat demikian, menurut hemat saya bahwa inilah alasan yang paling logis tentang adanya zakat profesi yang saat ini digalakan atau disosialisasikan. Memang, zaman Rasulullah tidak ada yang berpenghasilan dengan profesionalitasnya, namun isyarat-isyarat yang mendukung adanya zakat profesi cukup logis dan berdasar pada ayat-ayat yang cukup jelas.

 

Inilah yang disebut dengan fikih kontemporer atau fikih kekinian dimana di zaman Rasul belum ada namun saat ini menjadi ada karena ijtihad para ulama dan tidak bertentangan dengan Al Quran maupun hadits. Ada banyak contoh fikih atau masalah dimana di zaman Rasul belum ada namun saat ini ada, misalnya hukum donor organ, hukum operasi kecantikan, hukum KB vasektomi atau tubektomi, hukum bayi tabung dan sebagainya. Demikian penjelasannya, semoga bermanfaat.  Wallahu A’lam.[ ]

 

2

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay/norman

980

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 91 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment