Hukum Berobat Ke Dukun

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, saya ingin bertanya tentang fenomena wabah cacar air. Di daerah tempat saya tinggal, sedang terkena wabah cacar air dan saya merasa aneh. Sebab, ada yang menganjurkan untuk meminta air kepada ustadz daerah setempat. Lalu Ustadz itu pun berdoa dan ditiupkan pada air tersebut. Masih menurut ustadz tersebut, sebagian air tersebut dimandikan dan sebagian lagi diminumkan kepada penderita cacar air. Selain itu, kepada yang tengah hamil tua yang divonis harus melahirkan melalui operasi caesar, dengan air doa tersebut ibu yang bersangkutan dapat melahirkan secara normal. Bagaimana dalam pandangan syariat Islam? Apakah dibenarkan? Terimakasih. (Laila by emai)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Ibu Laila dan sahabat-sahabat sekalian, begini menurut para pakar khususnya bidang ekonomi jika usaha atau bisni ingin tetap berkembang atau laku maka pola marketingnya harus disesuaikan dengan kondisi kekinian. Hal ini berlaku bagi semua usaha atau bisnis baik barang maupun jasa. Demikian juga dalam dunia pengobatan alternatif ini.

 

Dulu masyarakat mengenal orang yang bisa mengobati atau menyembuhkan tanpa belajar ilmu kedokteran dan medis disebut dengan istilah dukun atau juga dipanggil dengan sebutan “orang pintar”. Kemudian berubah istilah menjadi paranormal. Lalu belakangan ini berubah lagi dengan menyematkan dirinya seperti orang yang ahli agama atau ulama yakni ada yang dipanggil dengan sebutan ajengan, kyai atau malah sebutan ‘mamah haji’ dan sebagainya.

 

Tujuannya tentu sama yakni menyesuaikan dengan kondisi “pasar” yang ada. Namun dalam praktiknya tetap seperti yang istilah yang dulu yakni dukun.  Lalu apa ciri pokok dari praktik dukun ini? yakni suka membuat prediksi atau ramalan mistik. Misalnya sakit karena sebab guna-guna, wabah penyakit sebab penduduk desa tersebut tidak taat atau melanggar pantangan dengan leluhur sehingga arwah leluhur marah dan sebagainya.

 

Terkadang, pada saat menghadapi kesulitan, manusia itu akan sangat mudah diarahkan. Karena, setan tahu persis kelemahan manusia. Jadi, orang-orang yang menderita cacar air dan tidak memiliki cukup uang, logika ilmiah dan logika akidahnya suka mandul dan tidak berfungsi. Itu sebabnya mereka akhirnya lari ke hal-hal yang berbau mistik yang tentu diharamkan oleh Islam. Hal ini sebagaimana dipesankan oleh Rasulullah Saw bersabda,

promo oktober

 

“Barangsiapa mendatangi peramal (dukun) lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim).

 

Jadi mendatangi lalu bertanya dan mempercayai saja sudah dihukumi haram dan ibadahnya khususnya shalatnya akan tertolak selama 40 hari. Hal ini menggambarkan betapa sangat murkannya Allah Swt. Lalu ada dukun atau “orang pintar” yang mengaku dapat menyembuhkan. Padahal tiada lain hal itu hanyalah tipu daya jin semata. Biasanya dukun atau “orang pintar” ini selalu meminta syarat dalam proses penyembuhan atau pengobatannya .Hal itu itu sama saja dengan mendatangi kemusyrikan. Padahal sangat jelasnya bagaimana dengan tipu daya jin ini Coba perhatikan dengan firman Allah Swt,

 

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Q.S. Al Jin 72: 6).

 

Kalimat “meminta perlidungan” menurut para ulama termasuk juga meminta tolong, misalnya tadi seolah olah bisa menyembuhkan atau mengobati orang yang sakit.  Jadi menurut hemat saya, ketika ditimpa oleh musibah penyakit, lebih baik kita pergi ke dokter atau puskesmas saja, bukan ke hal-hal yang mendekatkan kita kepada kemusyrikan seperti yang Anda ceritakan tersebut.

Coba pakai logika sederhana saja, orang tersebut tidak belajar ilmu kedokteran atau medis lainnya sehingga bisa dipastikan tidak mempunyai pengetahuan tentang suatu penyakit dan cari mengobatinya secara valid dan meyakinkan. Dengan demikian sebaiknya percaya pada hal yang sifatnya ilmiah saja. Sakit ya tanyakan kepada dokter atau ahli kesehatan.  Wallahu a’lam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

(Visited 62 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment