4 Hal Yang Harus Dilakukan Orangtua Agar Mempunyai Anak Shaleh

suami istri

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap manusia di muka bumi ini pasti mengharapkan hadirnya keturunan yang saleh di tengah-tengah keluarga mereka. Meski demikian, tidak semua orangtua sadar bahwa anak yang saleh terlahir dari ibu bapak yang juga saleh. Meskipun ada pepatah yang mengatakan bahwa iman tidak dapat dijual-beli ataupun diwariskan, namun untuk mendapatkan anak yang saleh pribadi, kita selaku orangtua harus saleh terlebih dahulu. Karenanya, alangkah bijaksana kalau kita menafakuri diri, sudahkah kita termasuk dalam kategori orangtua yang saleh?

Di sini, saya akan memaparkan ciri-ciri orangtua saleh yang dapat melahirkan keturunan yang saleh.

Pertama, orangtua yang saleh selalu dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya. Orangtua yang baik adalah mereka yang mengajarkan kebaikan kepada anak-anaknya dengan teladan, yaitu mereka laksanakan sendiri kebaikan tersebut. Dengan cara demikian, anak tidak akan merasa terpaksa dalam berbuat kebaikan karena dia merasa hanya meniru yang biasa bapak dan ibunya lakukan.

Kedua, dapat berlaku adil terhadap anak. Adil berarti seimbang, tidak berat sebelah. Adil dalam mendidik anak diartikan bahwa orangtua tidak membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya atau membandingkan anak mereka dengan anak orang lain.  Setiap anak diciptakan secara unik. Karenanya, di antara mereka tidak perlu ada istilah “yang paling unggul” karena mungkin orangtua hanya terlambat atau belum menemukan keunggulan dalam diri anaknya yang lain. Justru, proses membanding-bandingkan itu hanya akan membuat anak minder atau berambisi dalam cara yang salah.

Ketiga, mendidik anak dengan kasih sayang. Hal ini seperti disabdakan oleh Rasulullah Saw., “Ciumlah anak cucumu karena imbalan setiap ciuman adalah surga.” (H.R. Bukhari). Sebuah penelitian menunjukkan hasil yang menakjubkan bahwa kedekatan orangtua dengan anak di masa menyusui dapat menumbuhkan kecerdasan sosial dalam diri anak. Anak yang tumbuh besar dengan kasih sayang akan menjadi pribadi yang lebih kuat dan pemaaf.

promooktober

Mengenai mendidik anak dengan kasih sayang, paling tidak ada lima hal yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk menunjukkan cinta kasih mereka kepada anaknya, yaitu:

Mengatakan atau mengungkapkan secara verbal rasa cinta dan kasih sayang tersebut. Dengan demikian, anak dapat memiliki gambaran yang gamblang bahwa dirinya dicintai. Kalimat-kalimat seperti, “Ibu sayang kamu,” atau “Ibu cinta kamu,” atau “Ibu bangga sama kamu,” adalah kalimat-kalimat yang tidak boleh pelit kita ucapkan kepada anak.

Menyentuh buah hati kita. Kata orang, sentuhan atau pelukan itu dapat mengatakan segalanya. Karenanya, sering-seringlah mendekatkan diri secara fisik dengan anak, menyentuhnya, juga memeluknya. Dari sini, kedekatan emosional akan lebih terbina dengan baik.

Memberi hadiah. Siapa yang tidak suka diberi hadiah. Meski secara materi hadiah tersebut tidak terlalu berharga, tapi ia dapat membawa kegembiraan. Perlu diingat bahwa kita tidak usah menunggu momen-momen tertentu untuk memberikan hadiah kepada anak. Kalau memang sedang ada rezeki, beli dan hadiahkanlah barang-barang yang dapat menyenangkan buah hati kita. Benar adanya sebuah hadis yang menyatakan bahwa hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta.

Memberi kejutan. Banyak orangtua yang menjanjikan ini-itu kepada anaknya tapi tidak atau belum dapat memenuhi janjinya tersebut dengan berbagai alasan. Hal ini tidak termasuk menyalahkan orangtua yang belum dapat mengabulkan janji (semisal berlibur ke objek wisata tertentu) karena belum memiliki dana. Yang perlu saya tekankan adalah jangan sekali-kali kita menjanjikan sesuatu kepada anak kalau belum terlalu yakin dapat mengabulkannya dengan segera. Anak adalah anak.

Mereka akan menagih apa pun yang dijanjikan kepadanya tanpa peduli tenggat waktu atau kondisi keuangan orangtuanya. Dalam hal ini, tindakan bijak yang dapat kita lakukan adalah memberikan kejutan kepada anak. Kalau memang sudah ada rezeki, ajaklah anak untuk berlibur ke objek wisata tertentu yang memang sudah lama diimpikan oleh anak tanpa sebelumnya menjanjikannya terlebih dahulu.

Selalu mendoakan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh. Apalah arti usaha keras kita mendidik anak tanpa campur tangan Dzat yang telah menitipkan anak tersebut kepada kita? Di sini, saya akan mengutip sejumlah doa yang ada dalam Al-Qur’an yang dapat Anda jadikan referensi.

 

“Ya Tuhan kami, jadikan kami beserta keturunan kami menjadi orang yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkan kepada kami cara-cara beribadah haji, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 128)

“Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya, Engkau Maha Mendengar doa.”

(Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 38)

“Ya Tuhanku, jadikan aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankan doaku.” (Q.S. Ibrāhīm [14]: 40)

“Ya Tuhan, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa.” (Q.S. Al-Furqān [25]: 74)

“Ya Tuhanku, anugerahkan kepadaku seorang anak yang saleh.” (Q.S. Aś-Śāffāt [37]: 100)

Keempat, adalah mengutamakan musyawarah dalam mendidik anak. Semua orang hidup dalam peluang. Jadi, jangan mengutamakan pendapat diri sendiri yang belum tentu baik bagi anak. Orangtua yang saleh akan mengajak anak ikut serta menimbang kebaikan dan keburukan dari keputusan yang akan diambil dan bukan sekadar memaksakan pilihan berdasarkan penilaian mereka.

Jadi, sudah salehkah pribadi kita sebagai orangtua? Kalau belum, jangan berharap putra-putri kita akan tumbuh menjadi anak saleh. Segeralah perbaiki diri sebelum kita berharap dikaruniai keturunan yang saleh atau berkepribadian baik. Semoga anak-anak kita menjadi penyejuk hati dan mata. Aamin. [ ]

 

*Disarikan dari buku “Muliakan Ibumu” karangan Dr.H.Aam Amiruddin,MSi

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

(Visited 95 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment