Cara Berdoa Setelah Shalat Berjamaah

dzikir

Pa Ustad Aam, bagaimana cara kita berdoa setelah shalat yang dipimpin seperti dalam jumatan, shalat istikharah, shalat istisqa, atau shalat ied ?

 

Rasulullah saw setelah melaksanakan shalat beliau tidak memimpin doa melainkan  menyerahkan doa tersebut kepada masing-masing. Oleh karena itu, setelah selesai shalat, Rasulullah saw  selalu menghadap ke ma’mum. Terkadang menghadap ke sebelah kanan atau kadang ke sebelah kiri.

Setelah itu, rasul berdzikir sebagaimana yang kita ketahui yaitu Subhanallah, Walhamdulillah, Allahu Akbar dan seterusnya. Kemudian setelah berdzikir, berdoa masing-masing sebagaimana sebuah keterangan bahwa waktu doa yang baik adalah setelah shalat.

Ketika Rasulullah saw ditanya, Ya Rasulullah kapan do’a yang paling bagus? Kata rasul, di antaranya adalah setiap akhir shalat yang lima waktu. Oleh karena itu, setelah kita selesai berdzikir, maka berdoalah karena itu adalah waktu yang terbaik.  Itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Kemudian kebiasan bersalaman setelah shalat berjamaah, hal itu bukan sunnah. Akan tetapi, bagaimana jika dilakukan dalam keluarga sebagai bentuk dari mendidik anak hormat kepada orang tua atau kepada yang lebih tua.

promo oktober

Ya, tentu saja kalau sifatnya mendidik apapun boleh selama hal itu tdak melanggar ketentuan yang ada. Kalau selesai shalat anak minta maaf kepada orang tua atau adik meminta maaf pada kakaknya, yaitu mengajarkan diri kita untuk berlapang hati memohon maaf dan saling mendoakan.

Menurut hemat saya, selama kita yakin itu tidak ada kaitan dengan shalat, itu kaitannya dengan pendidikan, melatih anak-anak agar santun kepada orang tuanya tentu tidak ada masalah.

Misalnya, dalam pernikahan ada sungkem, ini saya kasih contoh yang lain. Sungkem kan sebenarnya tidak ada dalil bahwa Rasulullah ketika menikahkan anaknya yaitu Fatimah dengan Ali bin Abi Tholib ada acara sungkem, itu ga ada.

Sungkem itu budaya, tetapi tidak salah itu namanya pendidikan seorang anak. Setelah akad nikah, dia berterima kasih kepada orang tuanya dan memohon maaf atas segala kesalahannya. Karena usai menikah akan meninggalkan atau keluar dari keluarga ayah dan ibunya. Dia dibawa oleh suaminya atau kalau si suami itu anak lelaki dia akan mengurus istrinya dan secara tidak langsung akan mengurangi perhatian dia kepada orang tuanya.

Menurut saya, kebiasaan sungkem itu tidak masalah. Ini adalah bagian dari  pendidikan dan bentuk budaya. Selama budaya itu tidak bertentangan dengan syariat tentu tidak ada masalah.

 

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 57 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment