Inilah Potret Warga Muslim di Chiapas Meksiko

warga muslim meksiko

PERCIKANIMAN.ID – Ada secuil kisah tentang kehidupan umat Islam di sebuah kota kecil di Meksiko.  Seorang fotografer asal Italia Giulia Iacolutti merekam gambar kehidupan warga muslim di sebuah kota bernama Chiapas, dan menceritakan kisah perjalanannya di kota tersebut.

Di  Chiapas, ada sekitar 400 warga Meksiko yang membangun identitas baru keislamannya dengan menggabungkan adat istiadat pribumi mereka dengan ajaran Islam.

Islam masuk ke Meksiko sejak beberapa dasawarsa lalu, melalui imigran dari Lebanon dan Suriah. Bahkan, ada sekelompok Muslim Sufi Spanyol yang datang untuk memualafkan anggota revolusioner Zapatista di tahun 90-an.

Islam menyebar dengan cepat. Negara ini sekarang memiliki sekitar 5.270 Muslim, atau tiga kali lipat dari jumlah 15 tahun lalu. Di Chiapas, seorang guru bahasa Arab mengajari warga masyarakat membaca Al Quran dan menawarkan beasiswa untuk belajar di Yaman.

Di Meksiko, yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, memiliki sistem kepercayaan lebih penting bagi masyarakat daripada mengikuti agama tertentu. Iacolutti pernah berbicara dengan  seorang ibu beragama Katolik yang tidak ingin anaknya berpindah agama ke Islam, namun ibu  ini mengaku akan senang jika perpindahan itu mengilhami cara hidup yang lebih saleh.

promo oktober

muslim meksiko

“Di Meksiko, (warga)  lebih baik mudah Islam daripada di Eropa. Mereka tidak memikirkan teroris. Mereka ingin membangun identitas,” kata Iacolutti tentang Muslim baru Meksiko.

“Apa yang menyenangkan dari Islam adalah ajarannya membawa hal-hal praktis dalam kehidupan sehari-hari.  Anda harus beribadah lima kali sehari. Anda tidak boleh makan daging babi dan tidak boleh minum alkohol,” kata Iacolutti.

Para mualaf mendorong pertumbuhan di Mexico City, sementara jumlah kelahiran dan keluarga besar memacunya di daerah pedesaan.

Setelah setahun hidup bersama komunitas muslim, Iacolutti berkenalan dengan para imam yang memimpin komunitas Muslim pedesaan di negara bagian Chiapas. Dengan menggabungkan praktik-praktik pribumi mereka dengan islam, 400 orang mualaf ini hidup dengan budaya yang jauh berbeda dari rekan-rekan mereka di Mexico City.

Untuk satu hal, wrga muslim ini cenderung berbaur dengan mudah.  Selain itu banyak perempuan pribumi yang sudah berhijab.

Walaupun Chiapas merupakan negara bagian yang miskin, namun  saat hari raya Idul Adha tiba, komunitas Muslim mengurbankan dua ekor sapi dan segera memberikan dagingnya untuk tetangga-tetangga Kristen mereka.

muslim meksiko

“Salah satu ajaran luhur Islam adalah Anda harus membantu orang lain yang lebih miskin dari Anda,” kata Iacolutti. “Tidak penting apakah Anda percaya pada Tuhan yang lain—Anda tetangga saya dan Anda bisa makan makanan yang sama.”

Iacolutti sendiri merupakan seorang ateis, tetapi ia tidak pernah sekalipun diminta untuk berpindah agama. Di negara yang taat seperti itu, rakyatnya tampak tidak terganggu oleh orang yang tidak percaya Tuhan di tengah-tengah mereka.

Pernah sekali, dalam sebuah percakapan dengan seorang perempuan Muslim di Mexico City, Iacolutti merasakan hasrat memiliki kepercayaan selayaknya orang lain.

“Kupikir kau memiliki kehidupan yang sangat kaya karena kau percaya. Aku tidak percaya. Aku melihatmu dan kupikir kau memiliki kehidupan yang lebih baik,” kata Iacolutti kepada perempuan itu.

Perempuan itu kemudian memarahi Iacolutti. “Kau memotret,” jawabnya. “Tuhanmu adalah fotografi dan keindahan dan informasi. Kau percaya padanya. Aku percaya pada Allah.”

Sumber : National Geographic

(Visited 44 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment