Hukum Melakukan Oral Dalam Islam

Assalamu’alaykum Pak Aam, apa hukumnya bila suami istri melakukan oral seks? Apakah boleh atau dilarang? Mohon penjelasannya. (Karim via email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya saudara Karim dan sahabat-sahabat sekalian, sebenarnya pertanyaan ini telah dijelaskan dalam tanya jawab sebelumnya dan rasanya sering kita bahas. Namun coba kita bahas sedikit sebagai pengingat saja.

Hubungan intim juga bukan hanya sekedar pelampiasan nafsu seksual sebagai salah satu karunia, melainkan juga dalam Islam dimaksudkan sebagai bentuk ibadah.

Oleh karenanya kedua pasangan (suami istri) harus saling memberikan kesenangan atau kepuasan kepada pasangannya. Oral seks atau menghisap kemaluan pasangan adalah salah satu cara untuk memberikan kepuasan tersebut. Meski dalam Al Quran tidak sampai detail membahas hal ini, namun ada rambu-rambu atau isyarat akan hal ini, seperti yang dijelaskan Allah Swt dalam Al Quran:

Istri-istrimu adalah ( seperti ) tanah tampat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam itu sesukamu.” (QS. Al Baqarah: 223).

promooktober

Ayat ini menggambarkan suami-istri boleh melakukan hubungan intim dengan gaya dan cara apapun sesuai kesepakatan. Bahkan, Rasulullah saw pernah berwasiat kepada para suami agar melakukan hubungan intim dengan penuh kemesraan. Seorang suami harus berikhtiar untuk dapat memuaskan istrinya.

Abu Ya’la meriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw bersabda ,”Jika seseorang di antara kamu berhubungan intim dengan istrinya, hendaklah ia bersungguh-sungguh. Bila ia sedang menyelesaikan kebutuhannya, maka janganlah ia tergesa-gesa untuk mengakhirinya sebelum kebutuhan istrinya diselesaikan pula.”

Tidak ada satu keterangan pun yang melarang suami-istri melakukan hubungan dengan cara oral, selama itu dilakukan dengan tujuan saling memberikan kepuasan. Yang dilarang cuma satu, yaitu menggauli istri lewat dubur  sebagimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda,

Terlaknatlah laki-laki yang mendatangi perempuan pada duburnya.”

Adapun oral seks itu tidak ada larangan selama satu sama lain tidak tertekan. Karena ada ayat lain yang mengatakan, “Perlakukan istrimu dengan baik, dengan santun.” Baik itu dalam segala hal, termasuk dalam hal yang privat. Selama satu sama lain menyukainya itu tidak apa-apa. Jadi cara berpikir dalam konsep Islam itu ada ibadah mahdhoh dan ghair mahdhoh. Hubungan intim termasuk ibadah ghair mahdhoh kaitannya dengan pasangan hidup. Yang penting ingat rambu-rambu yang dilarang, selain dari itu berarti jangan dilakukan, seperti anal seks dan menggauli istri ketika sedang haid

Kesimpulannya, suami-istri boleh melakukan hubungan intim dengan cara oral selama cara itu disukai masing-masing pasangan dan bertujuan untuk saling memberikan kepuasan. Tentu yang harus diingat adalah baik suami atau istri harus menjaga kebersihan organ intimnya masing-masing sehingga tidak ada penyakit yang menular maupun rasa risih lainnya.

Kebersihan organ intim sangat pengting mengingat daerah tersebut sangat pribadi sehingga jarang dibersihkan secara khusus kecuali saat mandi saja. Jangan sampai inginnya memberikan kepuasan pada pasangan justru menjadi tidak mengenakkan.

Nah, untuk mengetahui pembahasan hal ini lebih detail, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “Seks-Rumah-Tangga-Muslim” yang saya tulis bersama dr Untung. Insya Allah buku ini akan banyak memberi manfaat dan pengetahuan bagi pasangan yang baru menikah maupu sudah lama menikah. Buku ini disajikan secara ilmiah dari tinjaun medis dan syariat Islam sehingga jauh dari kesan jorok. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

780

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 106 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment