Gereja Berubah Jadi Masjid, Bagaimana Hukumnya?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya pernah mendengar ada gereja yang diubah menjadi masjid. Bolehkah tempat ibadah agama lain (gereja) dijadikan tempat ibadah orang Islam (masjid)? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Sonia by email)  

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya teh Sonia dan sahabat-sahabat sekalian. Dalam sejarah, ada beberapa bangunan yang awalanya sebuah gereja kemudian di beli ummat Islam dan dijadikan masjid. Salah satu contoh bangunan gereja yang dijadikan masjid adalah gereja Aya Sofia yang terletak di pusat kota Konstantinopel. Aya Sofia adalah gereja umat Kristen Timur yang dibangun oleh Constantius, putra Kaisar Constantine Agung.

 

Gereja ini telah mengalami perbaikan beberapa kali karena kebakaran dan terkena gempa bumi.  Gereja ini menjadi lebih besar, megah, dan indah pada masa pemerintahan Kaisar Justinianus (527-565 M).

 

Keistimewaannya terletak pada bentuk bangunan kubahnya yang besar dan tinggi, berdiameter 30 meter, tinggi 54 meter, interiornya dihiasi dengan mosaik dan fresko, tiang-tiangnya terbuat dari pualam berwarna warni, dan dindingnya dihiasi berbagai ukiran.

 

Ketika Konstantinopel jatuh ke tangan umat Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad II pada tanggal 27 Mei 1453 M, nama kota tersebut diganti menjadi Istambul, dan dijadikan ibu kota kerajaan Ottoman. Sejak itu, gereja Aya Sofi a diubah fungsinya menjadi masjid yang kemudian terkenal dengan nama Masjid Aya Sofia.  Hingga sekarang, masjid itu masih berdiri kokoh di kota Istambul-Turki.

promo oktober

 

Pengalihan fungsi dari gereja menjadi masjid diikuti pula dengan perubahan dan penambahan pada bagian-bagian tertentu, seperti bagian mimbar, mihrab, menara disesuaikan dengan corak dan gaya bangunan masjid. Pada masa Sultan Muhammad al-Fatih (1444- 1481 M) dibangun sebuah menara di bagian selatan.

 

Sultan Salim II (1566-1574 M) membangun pula sebuah menara di bagian timur laut. Sultan Murad III (1674-1595 M) membangun dua buah menara dan mengubah bagian-bagian bangunan lainnya yang awalnya bercirikan gereja, di antaranya mengganti tanda salib yang terpampang pada puncak kubah dengan hiasan bulan sabit.

 

Dengan perubahan dan penambahan tersebut, bangunan Aya Sofia tampil sebagai bangunan yang bercorak Islam. Bangunan Aya Sofia sebagai karya puncak arsitektur Bizantium banyak mengilhami para arsitek Turki dalam mendesain bangunan-bangunan masjid di Istambul dan wilayah-wilayah sekitarnya, sebagaimana tampak pada gaya arsitektur masjid-masjid di Turki. Setelah lima abad dijadikan masjid, penguasa Turki Kemal Attaturk menjadikan nya sebagai museum.

 

Selain Masjid Aya Sofia tersebut tentu masih ada beberapa lagi bangunan yang awalnya gereja kemudian berubah fungsi menjadi masjid. Ini tidak apa-apa dan boleh-boleh. Kita shalat di dalamnya boleh dan tidak disebut shalat di gereja sebab fungsinya sudah berubah menjadi masjid.  Inilah bukti salah satu akhlak mulia dalam Islam yang tidak merusak bangunan tempat ibadah agama lain ketika sudah tak terpakai. Wallahu A’lam. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: anadolu

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 950

 

(Visited 357 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment