Panduan Memberi Nama Anak Menurut Islam

Panduan Dalam Memberi Nama Anak

 

PERCIKANIMAN.ID – – Nama bagi seorang anak adalah tanda atau ciri identitas utama dirinya.  Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap orang tua memberikan nama-nama yang baik dan juga indah kepada anak-anaknya. Bukankah dalam nama tersebut terselip doa dan harapan agar anak dapat menjadi orang yang berguna sesuai dengan namanya.

 

Pemberian nama kepada seorang anak adalah kewajiban bagi orangtuanya. Dalam pemberian nama tersebut hendaknya para orang tua memberikan nama yang baik terutama dari segi agama. Seperti nama Abdullah dan Abdurrahman.

 

Abdullah dan Abdurrahman merupakan nama-nama yang paling dicintai Allah. Hal ini berdasarkan hadits: “Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim)

 

Kedua nama tersebut terdiri dari dua suku kata  yaitu Abdu dan Allah serta Abdu dan Rahman. Abdu yang berarti hamba dan Allah yang berarti satu-satunya zat yang berhak untuk disembah. Sementara Rahman yang merupakan nama lain dari Allah yang berarti Maha Pengasih. Jadi, arti kata dari dua nama tersebut ialah hamba Allah.  Hamba Allah adalah seseorang yang merelakan seluruh hidupnya untuk berbakti dan berbuat kebaikan dikarenakan mengharapkan rida sang Tuannya semata, Allah Swt.

 

Dalam kedua nama tersebut sesungguhnya terdapat kalimat tauhid, yaitu mengesakan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa pemilik nama ini hanya mengakui bahwa Allah-lah yang menjadi satu-satunya sembahannya. Karena keutamaan nama inilah, tak heran jika di kalangan para sahabat Nabi Muhammad Saw. terdapat sekitar 300 orang yang bernama Abdullah saja. Itu belum termasuk yang bernama Abdurrahman.

 

Selain kedua nama tersebut, Islam  juga  memberikan tuntunan agar memberi nama kepada anak  dengan nama Nabi dan Rasul serta nama orang shaleh. Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Muhammad Saw., beliau bersabda:

 

Mereka dahulu suka memakai nama para nabi dan orang-orang saleh yang hidup sebelum mereka.” (HR. Muslim)

 

Rasulullah Saw. pun memberi nama anaknya dengan nama Ibrahim. Beliau juga memberikan nama Ibrahim kepada anak Abu Musa (Abdullah bin Qais). Kemudian anak Abdullah bin Salam beliau memberinya nama Yusuf.

 

Nama lain yang juga dianjurkan ialah Harits yang berarti orang yang berusaha dan Hammam artinya orang yang berkeinginan kuat. Hal ini disebutkan dalam hadis, “Pakailah nama para nabi, nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman, yang paling benar adalah nama Harits dan Hammam dan yang paling jelek nama Harb dan Murrah.” (HR. Abu Dawud dan An Nasai)

 

Ada nama yang dianjurkan, ada pula yang dimakruhkan dan diharamkan. Berikut ini nama-nama yang dimakruhkan dan diharamkan tersebut.

  1. Hindarilah memberi nama anak dengan nama-nama sembahan selain Allah. Seperti Abdul ‘Izza (hambanya Uzza, nama berhala), Abdur Rasul (hambanya rasul), Abdul Ka’bah (hambanya Kakbah), Abdu Syamsu (hambanya matahari) dan sebagainya.
  2. Hindari juga memberi nama anak dengan dengan nama-nama Allah Swt., seperti: Rahim, Rahman, Wahhab, dan lainnya. Jika ingin memberi nama seperti ini pakailah kata Abdul di depan nama tersebut.
  3. Hindari memberi nama anak dengan nama-nama asing, orang fasik atau kafir.
  4. Hindari memberi nama anak dengan nama-nama setan, seperti Al-Ajda’, Ifrid, dan sebagainya.
  5. Hindari memberi nama anak dengan nama perbuatan jelek atau maksiat.
  6. Hindari memberi nama anak dengan nama-nama hewan yang telah dikenal dengan sifat buruknya, seperti babi, anjing, monyet, keledai, dan sebagainya. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

(Visited 46 times, 1 visits today)

REKOMENDASI