Menghadapi Sikap Suami Yang Berubah

perselingkuhan

Assalamu’alaykum. Pak Aam, kami sudah menikah selama 3 tahun dan Alhamdulillah sudah dikaruniai seorang anak. Diawal rumah tangga kami sangat merasakan kebahagian namun 5 bulan belakangan ini sikap suami ada perubahan. Ia mulai tidak romantik dan terkadang marah pada hal sepele serta mulai berbicara kasar. Apa yang harus saya lakukan? Bolehkah pisah rumah dulu? Mohon nasihatnya. ( Anggi by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb, Iya Ibu Anggi dan sahabat-sahabat sekalian, kita tentu turut prihatin atas perubahan sikap suami Anda selama ini. Begini Ibu Anggi dan sahabat-sahabat sekalian, apakah kita percaya seratus persesn pada soulmate atau belahan jiwa? Apakah Anda percaya bahwa ketika menikah, Anda akan menikahi orang yang tepat (the right one), yang memiliki banyak kesamaan, baik sifat maupun karakter, dan se-visi dalam memandang satu permasalahan sehingga Anda tidak perlu memaksakan pendapat atau bersitegang tentang satu hal?

Tanpa bermaksud menghancurkan mimpi romantis yang Anda dewa-dewakan selama ini, saya rasa soulmate hanyalah mitos yang hanya akan Anda temui dalam novel-novel romantis. Ya, dalam kehidupan nyata, Anda tidak akan dapat menikahi orang yang benar-benar sempurna, yang sesuai dengan kriteria pasangan yang Anda mimpikan selama ini. Atau, kalaupun Anda berkesempatan bertemu dengan sosok idaman Anda untuk dijadikan pasangan hidup, belum tentu orang yang bersangkutan juga akan tertarik dan memandang Anda sebagai the right one. Sehingga, pencarian akan soulmate menjadi tidak mudah atau, ya, itu tadi, hanya ada dalam novel-novel romantis.

Faktanya, tidak ada satu orang pun yang dapat memahami dan menerima Anda apa adanya, pun Anda tidak akan dapat sepenuhnya menerima kekurangan dan kelebihan pasangan. Yang sebenarnya terjadi adalah proses belajar untuk menerima satu sama lain. Dia berusaha sekuat tenaga untuk memahami dan menerima Anda apa adanya meski hal tersebut terkadang tidak mudah. Dan, hal yang sama juga kerap Anda lakukan demi orang yang Anda pilih sebagai pasangan hidup.

Karenanya, tidak dapat disimpulkan bahwa pasangan yang telah menjalani biduk rumah tangga selama 20 tahun berarti lebih menguasai ilmu berumah tangga dibandingkan pasangan yang baru menikah selama dua tahun. Yang ada adalah pasangan menikah 20 tahun sudah lebih dulu mengalami dan menyelesaikan permasalahan rumah tangga yang mungkin tengah dialami oleh pasangan yang baru menikah selama dua tahun.

donasi perpustakaan masjid

Namun, solusi permasalahan rumah tangga yang dulu diambil pasangan menikah 20 tahun tersebut tidak serta merta dapat diaplikasikan ke dalam permasalahan yang dihadapi oleh pasangan yang baru menikah selama dua tahun karena perbedaan karakter serta cara pandang kedua pasangan mengenai permasalahan tersebut. Bisa jadi, pasangan yang baru menikah dua tahun mengatasi permasalahan rumah tangga mereka dengan cara yang sama sekali berbeda atau bahkan berlawanan dengan yang diambil oleh pasangan menikah 20 tahun. Selama itu dapat menyelamatkan keutuhan rumah tangga, tentu saja cara berbeda tersebut sah-sah saja dilakukan. Sebab, pada kenyataannya, kedua pasangan masih sama-sama belajar.

Yang terkadang dilupakan oleh seseorang yang memutuskan untuk menikah adalah dia akan menikahi pribadi yang tidak akan pernah sama (baik dalam hal fisik maupun pemikirannya) dengan pribadi yang dinikahinya pada hari pernikahan. Ya, manusia senantiasa tumbuh sesuai usianya. Jadi, jangan pernah mengharapkan pasangan Anda menjadi pribadi yang sama sepanjang hidupnya.

Demikian juga bagi pasangan yang sudah lama menikah, jangan pernah mengharapkan pasangan Anda tetap rupawan karena usia akan menggerusnya dan yang tersisa adalah pribadi renta. Jangan paksa pasangan Anda senantiasa satu mengenai hal tertentu yang biasanya dia lakukan pada tahun-tahun pertama pernikahan karena usia telah mencekokinya dengan asam garam kehidupan yang mungkin berbeda dengan yang Anda kenyam selama ini. Yang dapat Anda lakukan adalah tumbuh bersama dengan pasangan Anda meski hal itu berarti Anda harus menyiapkan kesabaran lebih dari sebelumnya karena bisa saja pasangan Anda tumbuh menjadi pribadi yang tidak sesuai dengan keinginan Anda.

Jadi, yang perlu Anda miliki untuk mewujudkan keluarga sakinah adalah sebuah keberuntungan. Keberuntungan mendapatkan orang yang mau berusaha untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan Anda, juga keberuntungan dikaruniai kesabaran untuk menerima pasangan Anda yang tidak sempurna. Dan, satu hal mengenai keberuntungan, ia dapat kita usahakan untuk terjadi. Ya, keberuntungan bukanlah sesuatu yang harus kita tunggu untuk suatu hari hadir di depan pintu kita bila waktunya sudah tiba. Keberuntungan mendapatkan keluarga sakinah pun perlu kita usahakan dan itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Untuk itulah kita harus terus belajar dan belajar.

Saran saya jika dirasa Anda sudah tidak mampun untuk menasihati suami maka bisa meminta bantuan orang lain, bisa saudaranya atau saudara Anda atau teman yang bisa dipercaya. Siapa tahu dari cara itu bisa ada perubahan dan suami menyadari kesalahannya. Jangan pula menceritakan persoalan rumah tangga Anda ini pada orang atau teman yang tidak bisa membantu. Bisa-bisa malah menambah persoalan menjadi tambah para karena dibumbui teman-teman Anda. Bicarakan dan selesaikan dengan suami secara baik dan bijaksana. Jangan umbar persoalan rumah tangga kepada orang lain, apalagi di media social.

Terkait ide untuk pisah rumah tentu bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari konflik yang lebih parah. Namun begini, Anda harus membicarakan dengan suami secara baik-baik dan utarakan maksud Anda. Jangan sampai Anda begitu saja meninggalkan rumah tanpa pamit. Bisa-bisa malah menambah persoalan menjadi ruwet dan suami Anda semakin menunjukkan sikap acuh. Dan jangan sampai diniatkan bahwa pisah rumah sementara itu untuk berpisah atau bercerai. Jangan niatkan itu, niatkan saja pisah rumah tersebut untuk saling introspeksi diri masing-masing. Siapa tahu setelah itu suami jadi sadar dan Anda pun harus ada perubahan sikap yang bijak terhadap suami. Jangan pula bersikap egois yang hanya melihat suami dari sisi buruknya. Coba introspeksi diri juga, siapa tahu ada sikap Anda yang membuat suami berubah. Demikian penjelasan singkatnya.

 

Nah sebagai informasi, bagi sahabat-sahabat baik ikhwan atau akhwat atau mojang-mojang sekalian khususnya yang hendak menikah, Anda dapat mengikuti acara pelatihan atau seminar pra nikah yang bertema “ INSYA ALLAH SAYA SIAP MENIKAH tanggal 2 Desember 2017 ini. Kebetulan saya juga menjadi pembicaranya. Selama sehari kita akan belajar tentang persiapan menikah, tips memilih pasangan, cara menyelesaikan problematika rumah tangga dan berbagai hal.

Selain saya juga ada dari kalangan psikolog dan motivator juga sehingga materinya insya Allah akan lengkap.  Semoga, nanti setelah mojang-mojang mengikuti pelatihan dapat ilmu dan kemantapan dalam mengarungi rumah tangga dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah. Wallahu A’lam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 117 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment