Kosmetik Yang Mengandung Plasenta, Halal atau Haram?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, menurut hasil peneletian plasenta sangat bagus untuk kulit khususnya wajah. Saat ini beberapa kosmetik disinyalir menggunakan plasenta sebagai bahan dasarnya. Lalu, bagiamana hukum menggunakan kosmetik yang jelas-jelas bahannya terbuat dari plasenta, bahkan ada yang terbuat dari plasenta manusia. Mohon penjelasannya. ( Yuldis by email )

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya bu Yuldis dan sahabat-sahabat sekalian. Begini,  plasenta adalah organ yang berbentuk vascular yang berkembang dalam uterus selama kehamilan, yang menghubungkan antara kebutuhan nutrisi janin dengan ibunya baik pada manusia maupun binatang. Menurut penelitian plasenta merupakan bahan atau organ yang kandungan nutrisinya sangat kaya.

 

Beberapa tahun lalu sebuah penelitian yang dilakukan Prof. Dr. Carlos Miyares Cao seorang Gynecology-Obstetric Placental Histotherapi Center dari Medical School, Universitas Kuba –Havana,   menyebutkan bahwa plasenta manusia memberikan efek yang cukup besar dalam mengurangi proses penuaan sel kulit. Dalam hasil penelitian tersebut juga ditemukan bahwa plasenta mengandung hormon yang dapat menstimulasi (merangsang) jaringan pertumbuhan kulit yang kemudian diklaim mampu menghilangkan kerutan jika digunakan sebagai bahan kosmetik.

 

Plasenta dalam bentuk ekstrak berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kulit dalam menyerap oksigen, menstimulasi metabolisme sel, dan meningkatkan reproduksi sel, bahkan disinyalir memiliki sifat immunostimulator. Sebenarnya penggunaan ekstrak plasenta sebagai bahan kosmetik bukan hal yang baru. Konon, sejak tahun 1940, bahan ini sudah dipakai sebagai salah satu bahan yang diyakini memberikan efek hormonal untuk menstimulasi pertumbuhan jaringan dan menghilangkan kerutan-kerutan pada wajah.

 

Plasenta  bisa bersumber dari manusia dan binatang. Lalu, plasenta yang berkembang di pasaran berasal dari mana, manusia atau binatang? Sejumlah produsen kosmetik di Australia, Taiwan, dan Jepang mengklaim bahwa plasenta yang mereka jadikan sebagai bahan kosmetik itu berasal dari domba atau biri-biri alias dari binatang.

promooktober

 

Namun ada juga produsen yang menggunakan plasenta manusia sebagai bahan kosmetik, hal ini terlihat dari data yang ada bahwa pada tahun 1970-an Kuba mengekspor plasenta manusia ke Prancis sekitar 40 ton per tahun. Ini mengisayaratkan bahwa ada sejumlah produsen yang menjadikan plasenta manusia sebagai  salah satu bahan untuk kosmetik yang diproduksinya. Dari analisis ini terlihat bahwa ada kosmetik yang disinyair terbuat dari plasenta binatang dan ada juga yang terbuat dari plasenta manusia.

 

Sekarang bagaimana hukumnya menggunakan kosmetik yang terbuat dari plasenta? Bila plasenta itu berasal dari binatang yang dihalalkan seperti domba, biri-biri, kuda, dan sebagainya maka para ulama menghukuminya dengan halal. Namun kalau berasal dari binatang yang diharamkan, misalnya plasenta babi atau binatang buas yang diharamkan dalam syariat Islam, maka hukumnya pun menjadi haram.

 

Kemudian bagaimana dengan plasenta manusia? Sampai saat ini MUI (Majlis Ulama Indonesia) yang saya ketahui masih mengharamkannya sebagai bahan dalam kosmetik. Walaupun ada juga sebagian ulama yang menghalalkannya dengan catatan bahwa itu hanya sebagai kosmetik luar alias bukan jenis yang dimakan. Kalau jenis yang dimakan maka hukumnya pun menjadi haram.

 

Mengapa tidak ada kesepakatan di antara para ahli agama dalam masalah plasenta manusia? Hal ini disebabkan pada zaman Rasulullah Saw. kasus seperti ini belum ada, karenanya sangat wajar kalau di kalangan para ahli terjadi perselisihan, karena masing-masing memiliki cara pandang dan cara pikir yang berbeda.

 

Nah menurut hemat saya, kita bisa mengambil jalan tengah dalam menghadapi perselisihan ini, yaitu meninggalkan sesuatu yang meragukan atau syubhat antara halal dan haram. Ada yang mengatakan bahwa kosmetik yang terbuat dari plasenta manusia itu haram, namun ada juga yang menghalalkannya. Ini meragukan, bukan?. Kita berpegang saja pada pesan Nabi Saw yang bersabda,

 

Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat (yang masih samar) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (H.R. Bukhari Muslim).

 

Coba kita perhatikan, dalam hadits tersebut Rasulullah Saw menekankan, ” Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram…”

 

Apakah Anda dan sahabat-sahabat ingin tergolong pada orang yang menyucikan diri dan agama serta terhindar dari perkara yang haram? Maka menurut saya, gunakan saja kosmetik yang terbuat dari plasenta binatang yang halal. Hindari yang terbuat dari plasenta manusia, agar kita terhindar dari hal yang meragukan dan tidak terjatuh pada perkara yang syubhat tersebut. Dalam ber Islam ini Allah Swt melalui telada Rasulullah Saw telah dimudahkan, termasuk dalam urusan kosmetik ini. Prinsipnya segala sesuatu yang sifatnya masih meragukan akan status hukumnya, apa halal atau haram, maka meninggalkannya itu lebih utama.

 

Nah, terkait pembahasan seperti ini termasuk masalah fikih wanita khususnya yang berhubungan dengan kecantikan saya sudah menulisnya dalam sebuah buku yang berjudul ” FIKIH KECANTIKAN WANITA” , Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membacanya secara detail. Ada juga pembahasan yang lainnya sepetur kecantikan wanita termasuk operasi kecantikan. Wallahu A’lam. [ ]

 5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 138 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment