Allah Yang Memberi Pentunjuk, ( tafsir Surat Al Lail ayat 12 )

Oleh: Dr.Aam Amiruddin,M.Si

 

PERCIKANIMAN.ID – – Bagi seorang dai atau kaum muslimin tidak perlu berkecil hati atau merasa tidak berhasil dalam dakwah hanya karena orang yang diajak kepada Islam tidak mau atau biasa saja. Sebab, perlu diketahui bahwa Sang Pemberi Petunjuk atau Hidayah itu adalah mutlak Allah Swt, bukan dai atau ustadz. Hal ini seperti yang ditegaskan Allah Swt dalam Al Quran yang berfirman,

 

“Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,” ( QS. Al Lail : 12)

 

Allah Swt. telah menetapkan pada diri-Nya Yang Maha Suci untuk memberikan petunjuk atau hidayah kepada manusia. Setidaknya ada dua macam hidayah Allah; pertama hidayah dilalah dan yang kedua hidayah taufiq.

 

Hidayah dilalah adalah petunjuk-petunjuk hidup yang termaktub dalam kitab suci Al Quran dansunah Rasulullah Saw. Allah Swt. telah menurunkan Al Quran dan mengutus Nabi Muhammad saw. untuk menjelaskan isinya agar manusia tidak tersesat mengarungi kehidupan. Hidayah dilalah bisa didapatkan melalui proses belajar. Kalau kita mau mempelajari petunjuk-petunjuk Allah Swt. yang termaktub dalam Al Quran dan sunah Rasulullah Saw., berarti kita membuka diri untuk mendapatkan hidayah dilalah. Tidak ada alasan bagi kita berkata, “Saya belum mendapat hidayah,” padahal Allah swt. telah menyediakan hidayah itu dalam kitab suci-Nya.

promooktober1

 

Sedangkan hidayah taufiq adalah suatu kekuatan yang Allah Swt. berikan pada manusia untuk mengamalkan apa yang telah diketahuinya. Dengan kata lain, hidayah taufiq adalah hidayah dilalah yang kita amalkan. Misalnya, kita tahu bahwa shalat itu wajib. Ini adalah hidayah dilalah. Kita  rajin melakukan shalat. Ini adalah hidayah taufiq.  Kalau kita sudah tahu bahwa shalat itu wajib tapi tidak melaksanakannya, berarti kita punya hidayah dilalah tapi tidak punya hidayah taufiq.

 

Sebagaimana disebutkan di atas, hidayah dilalah bisa kita dapatkan melalui proses belajar. Lalu, bagaimana cara mendapatkan hidayah taufiq? Paling tidak, ada dua langkah agar kita mendapatkan hidayah taufiq, yaitu,

 

  1. Berdoa

 

Allah swt. merupakan sumber petunjuk. Kita harus sering memohon kepada-Nya untuk mendapatkan bimbingan dan petunjuk-Nya.

 

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi “. (Q.S. Ali Imran 3:8)

  1. Latihan

 

Segala sesuatu perlu latihan. Seorang anak tidak langsung bisa berlari tanpa berlatih. Seorang olahragawan angkat besi tidak mungkin langsung mampu mengangkat beban 150 kg tanpa berlatih. Begitu juga kita tidak mungkin bisa tahajjud dengan rajin tanpa berlatih, tidak mungkin rajin ke majlis ta’lim tanpa berlatih, dan seterusnya. Intinya, kita akan merasa mudah beramal saleh melalui proses latihan.

 

Allah swt. berfirman, “Katakanlah, “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepada-Nya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan  dengan terang”. (Q.S. An-Nur 23:54)

 

Setelah mendapat hidayah atau petunjuk dari Allah Swt ini maka tugas selanjutnya adalah menjaga, merawat dan memupuknya. Sebab hidayah ini sangat mahal dan tidak semua orang mendapatkannya. Untuk itu sungguh beruntunlah orang yang mendapat hidayah dari Swt ini sebab ia akan menjadi tiket untuk kebahagian di dunia dan akhirat nanti. Wallahu’alam. [ ]

 

5

Edito: iman

Ilustrasi foto: norman

890

(Visited 79 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment