Bumi Bulat Atau Lonjong ? Ini Penjelasan Rasul

PERCIKANIMAN.ID  – – Bagi sebagian orang menganggap bumi yang kita huni ini berbentuk bulat. Secara turun temurun cerita tersebut didapat dari orangtua. Namun ada yang beranggapan sesungguhnya bumi tidak bulat penuh melainkan seperti telur. Anggapan ini berdasar pengamatan dan penelitian oleh para ahli.

Lalu bagaimana dalam pandangan Islam?. Untuk jawaban ini bisa merujuk pada apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah Saw. Suatu hari beliau pernah mendapat pertanyaan dari para sahabat, kemana perginya benda-benda angkasa yang muncul dan tenggelam itu?.

Rasul menjawab: “Ia (benda-benda angsa) tetap berada di tempatnya. Tidak berpindah dan bergeser. Ia tenggelam bagi satu kaum dan terbit bagi kaum yang lainnya (dalam waktu bersamaan),satu kaum mengatakan ia tenggelam sementara kaum yang lain mengatakan ia terbit” (Musnad Imam Aniy Ishak Al-Hamadaniy)

Hadis Rasulullah ini menerangkan bahwasanya matahari dan segala benda yang ada dilangit (planet) terus menerus terbit dan terbenam,saling bergantian di atas permukaan bumi dimana manusia dapat menyaksikannya. Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali bumi berbentuk bulat dan terus menerus berputar mengelilingi porosnya di hadapan matahari sehingga terjadilah siang dan malam secara bergantian di atas permukaannya.

Fenomene menarik akan kebulatan bumi ini adalah posisi terbit dan terbenamnya benda-benda di langit. Matahari,bulan,dan benda angkasa lainnya akan menghilang dari pandangan sebagian penduduk bumi di satu kawasan dan terlihat (terbit) pada sebagian kawasan lainnya. Uniknya,meski bergerak (berputar) dan beredar pada garis orbitnya,benda-benda angkasa ini tidak bergeser atau pindah sedikit pun. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt:

promo oktober

Matahari tidak mungkin mengejar bulan dan malam pun tidak dapat men¬dahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yassin: 40)

Pada awalnya manusia percaya dan meyakini bahwa bumi ini datar dan tidak bergerak. Mereka juga meyakini bahwa bumi menjadi pusat edar benda-benda langit (semua mengitari bumi). Teori ini dikenal dengan geosentris dimana bumi menjadi poros peredaran benda-benda angkas. Selama ratusan tahun orang mempercayainya,termasuk kalangan gereja. Demikian juga kalangan cerdik pandai dikawasan Jazirah Arab tidak mengetahui fakta bulatnya bumi.Begitu pula dengan pergerakan benda-benda angkasa lainnya.

Hingga Allah Swt melalui Al-Quran yang dibawa Jibril untuk disampaikan Rasulullah Saw menceritakan (menginformasikan) bahwa bumi itu bulat,perputarannya mengelilingi porosnya dihadapan matahari dan perputarannya mengelilingi matahari tersebut dalam garis edarnya. Penjelasan ini disampaikan secara implicit dan halus sehingga tidak sampai membuat panic (heboh) kaum pedalaman padang pasir sekaligus tetap menjaga keilmiahannya hingga pengetahuannya sempurna. Fenomena benda langit berikut peredarannya ini secara terang di jelaskan Allah Swt dalam beberapa ayat Al Quran, seperti:

Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar. Allah memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menun¬dukkan matahari serta bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Allah-lah Yang Maha Mulia, Maha Pengampun.” ( QS. Az-Zumar: 5)

Seiring dengan tingkat pemahaman dan pengetahuan manusia yang semakin maju khususnya ilmu pengetahuan alam maka orang mulai melakukan penelitian dan menemukan pengetahuan yang baru dari keyakinan sebelumnya.Dalam perkembangannya banyak ilmuwan dari kalangan muslim yang turut memperkuat bahwa bumi itu bulat lewat penelitiannya. Seperti pada masa Khalifah Al-Makmun yang sempat dilakukan pengukuran luas bumi dengan sangat teliti meski belum menggunakan peralatan secanggih sekarang. Pengukuran tersebut dilakukan atas keyakinan bahwa bumi ini memang bulat.

Sementara itu ilmuwan muslim lainnya,seperti Al-Biruni membagi bola bumi menjadi garis-garis bujur dan lintang berdasar keyakinan yang sama. Kemudian sekira tahun 1040 (416 H) oleh Al-Biruni pendapat tersebut dituangkan dalam kitab yang diberi judul Tahdid Nihayat Al Amakin li Tahhih Masafat Al-Masakin (Penentuan Ujung Tempat-tempat Untuk Meluruskan Jarak Permukiman).

Khusus tentang Al-Biruni ini sebagaimana kita ketahui dalam sejalarah ia banyak  menulis banyak buku dalam bahasa Persia (bahasa ibunya) dan bahasa Arab,setidaknya ada 120 buku yang ia hasilkan selama hidupnya . Sebagian besar buku-buku tersebut menjadi rujukan bagi perkembangan ilmu pengetahui dan teknologi masa kini.  Berikut karya-karya Al-Biruni ialah:

  • Membuat penelitian mengenai radius Bumi dimana menurutnya radius (jari-jari) bumi kita ini di garis katulistiwa adalah 6.339,6 kilometer . Hasil ini kemudian diulangi lagi oleh ilmuwan Barat pada abad ke 16.

 

  • Ketika berusia 17 tahun, dia meneliti garis lintang bagi Kath, Khwarazm, dengan menggunakan altitude maksima matahari.

 

  • Ketika berusia 22, dia menulis beberapa hasil kerja ringkas, termasuk kajian proyeksi peta, “Kartografi”, yang termasuk metodologi untuk membuat proyeksi belahan bumi pada bidang datar.

 

  • Ketika berusia 27, dia telah menulis buku berjudul “Kronologi” yang merujuk kepada hasil kerja lain yang dihasilkan oleh dia (sekarang tiada lagi) termasuk sebuah buku tentang astrolab, sebuah buku tentang sistem desimal, 4 buku tentang pengkajian bintang, dan 2 buku tentang sejarah. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

790

(Visited 121 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment