Siapakah Ahlus-Sunnah wal Jama’ah Itu ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apa yang dimaksud dengan Ahlus-Sunnah wal Jama’ah?. Apakah NU, Persis, Muhammadyah, dan organisasi Islam lainnya bisa disebut Ahlus-Sunnah wal Jamaah? Mohon penjelasan. ( Rizal by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Rizal dan sahabat-sahabat sekalian. Begini, perlu diketahui dan pahami bahwa setiap muslim, jika hidupnya berpedoman pada Al Quran dan As-Sunnah maka ia termasuk pada golongan Ahlus-Sunnah wal Jama’ah. Sebab yang disebut dengan Ahlus-Sunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang berpedoman pada ajaran-ajaran Al Quran yang diturunkan Allah Swt dan Sunnah Rasulullah Saw. Rasulullah saw. bersabda,

 

“Siapa yang taat kepadaku berarti dia taat kepada Allah. Siapa yang durhaka kepadaku berarti dia durhka kepada Allah … ” (H.R. Muslim).

 

Sungguh banyak organisasi Islam di negeri ini, ada Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Al Irsyad, dan lain-lain. Selama mereka konsisten berpegang teguh pada ajaran-ajaran Al Quran dan Sunnah, mereka termasuk  Ahlus-Sunnah wal Jamaah.

 

Perlu dicatat bahwa NU, Persis, Muhammadiyyah, dll. adalah orgaisasi yang bergerak dalam dakwah. Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dengan demikian jelaslah bahwa bahwa NU, Persis, Muhammadiyah bukanlah nama suatu faham (-isme) tapi hanya organisasi yang berikhtiar mewujudkan cita-cita dakwah Islamiyyah. Hal ini saya tegaskan karena masih ada sebagian umat Islam yang beranggapan seolah NU, Persis, Muhammadiyah, dll adalah faham keagamaan. Padahal mereka itu hanyalah organisasi dakwah yag memiliki penekanan perjuangan dakwah yang berbeda-beda. Namun intinya sama, yakni memperjuangkan dakwah Islam.

donasi perpustakaan masjid

 

Organisasi merupakan produk manusia, karenanya tidak ada yang sempurna, pasti ada plus minusnya,  ada yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, NU tidak bisa mengklaim dirinya yang paling sempurna, atau Muhammadiyyah mengklaim dirinya yang paling ideal, atau Persis mengkliam yang paling Qur’ani. Semuanya ada plus minusnya.

 

Karena itu di mana pun kita beraktivitas dakwah, apakah di Persis, NU, Muhammadiyah, atau Al Irsyad, yang paling penting ialah kita berusaha berpegang pada ajaran-ajaran Al Quran dan Sunnah supaya masuk pada kategori Ahlus-Sunnah wal Jamaah. Jangan sampai gontok-gontokan bahkan bermusuhan. Nauzubillah! Silakan cermati ayat berikut.

 

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Q.S. Ali Imran 3: 105)

 

Saat mengalami perselisihan faham, semua harus merujuk pada apa yang terdapat dalam Al Quran dan Sunnah. Kalau ternyata tak ada titik temu, setiap organisasi diberi keleluasaan untuk ber-ijtihad. Ijtihad artinya mencurahkan segala kemampuan intelektual untuk mengambil isyarat-isyarat hukum yang terdapat dalam Al Quran dan Sunnah. Hal ini dijelaskan dalam firman berikut,

 

”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah  dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. An-Nisa 4: 59).

 

Betolak dari anlisis ini, bisa disimpulkan bahwa tidak ada yang bisa mengkalim dirinya Ahlus-Sunnah wal Jamaah kalau hidupnya tidak berpegang pada ajaran-ajaran Al Quran dan Sunnah. Namun sebaaliknya, siapa pun yang hidupnya berpedoman pada apa yang diajarkan dalam Al Quran dan mengikuti Sunnah Rasulullah Saw., bisa dikategorikan sebagai Ahlus-Sunnah wal Jamaah. Jangan pula organisasi atau ormas menjadikan saling berbeda sehingga timbul sikap ashabiyyah atau hanya mencintai golongan atau organisasinya. Jadikan organisasi atau ormas tersebut sebagai sarana untuk berdakwah dan saling bersinergi serta saling menguatkan dalam dakwah Islam. Wallahu A’lam.[ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1,822 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment